Kategori
Misteri

Tempat Wisata yang Menyimpan Lukisan Berkesan Mistis

Tempat Wisata yang Menyimpan Lukisan Berkesan Mistis

Tempat Wisata yang Menyimpan Lukisan Berkesan Mistis, – Lukisan seringkali dianggap sebagai salah satu karya seni paling populer sejak ratusan tahun yang lalu. Tak jarang beberapa lukisan justru dianggap mistis dan penuh misteri, karena mengandung sejarah tertentu yang tak banyak orang ketahui.

Melansir dari http://dewitogel.live/, Di pulau Jawa, ternyata terdapat beberapa lokasi wisata mistis yang wajib dikunjungi para pecinta horor. Bukan hanya sekedar jalan-jalan, akhir pekan akan semakin berkesan dengan mengunjungi tempat-tempat super horor ini.

Hotel Inna Samudra Beach, Kota Pelabuhanratu

Hotel Inna Samudra Beach berada di Jalan Raya Cisolok-Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Salah satu misteri tentang Nyi Roro Kidul adalah sebuah lukisan yang berada di Samudra Beach Hotel kamar 308.

Pengakuan dari mereka yang pernah singgah menyebutkan kamu akan merasakan sensasi yang berbeda ketika menatap lukisan tersebut selama kurang lebih 15 menit. Ada yang bisa merasakan sesuatu hadir di sekeliling mereka dengan aroma melati, ada pula yang melihat sekelebatan kain hijau diikuti suara ombak pantai.

Hingga kini tak ada yang bisa memecahkan misteri apa yang ada di dalam lukisan itu. Potretnya masih bisa dilihat di Hotel Samudra Beach sampai sekarang.

Hotel Tugu Malang, Jawa Timur

Bagi yang pertama kali mengunjungi Hotel Tugu Malang, Jawa Timur, mungkin sebagian akan kaget melihat lukisan yang berada di ruangan klasik yang disebut The Raja Room ini.

Gimana tidak, sesosok perempuan berambut panjang berdiri di depan kaca dengan bayangannya, berpakaian serba putih. Jadi mengingatkan kita pada sosok lain, kan?

Usut punya usut, lukisan yang kabarnya punya unsur magis dan menakutkan ini adalah sosok Putri Oei Hui Lan. Ia merupakan anak juragan gula yang merupakan kenalan pemilik hotel tersebut.

Ada pun keberadaan lukisan tersebut memang atas permintaan sang putri untuk membuatkan ruangan khusus untuk barang milik dirinya, termasuk lukisan itu.

Director of Communications Hotel Tugu Malang, Pratiwi Sasotya, membantah kabar tersebut. Ia menegaskan kejadian berbau mistis tidak pernah terjadi di hotelnya. “Lukisannya juga lama tidak terpasang, serta tidak mengandung unsur mistis apa pun,” ujar Pratiwi.

Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon

Keraton Kasepuhan berlokasi di Jalan Kasepuhan Nomor 43, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Di Keraton nan megah ini terdapat lukisan Prabu Siliwangi, yang merupakan Raja Padjajaran sejak tahun 1482 hingga 1521.

Prabu Siliwangi dianggap sebagai salah satu raja besar yang sukses menyatukan wilayah Jawa Barat pada masanya. Tak heran kalau sosoknya yang gagah diabadikan dalam karya seni, salah satunya lukisan.

Potret sang raja ini diletakkan di Keraton Kasepuhan. Para pengunjung yang datang mengatakan lukisan tersebut punya aura tersendiri.

Kalau dilihat, mata dan jari kakinya bisa mengikuti ke arah mana pun kamu berdiri. Ada yang percaya bahwa hal tersebut merupakan efek dari lukisan, ada pula yang mengatakan itulah bentuk pengawasan sang prabu kepada pengunjung.

Kategori
Society

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu. Monumen Nasional (Monas) hanya akan membuka dua pintu saat kembali beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada 20 Juni 2020.

Di pintu masuk, pengunjung bakal melalui pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan yang sudah tersedia di arena.

Pengunjung juga harus bisa mengikuti rute jalur yang telah disediakan di kawasan halaman Monas, sehingga tidak ada yang langsung berpapasan.

Saat berada di dalam kawasan Monas, pengunjung wajib mengenakan masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak sosial.

“Cairannya sudah sesuai standar Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup DKI, dan Kementerian Kesehatan RI. Jadi aman karena sudah sesuai ambang batas,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat ditemui di lokasi.

Sebanyak 81 personel diturunkan langsung untuk melakukan penyemprotan disinfektan guna memastikan kawasan tersebut sudah steril dari virus ataupun bakteri.

Dalam penyemprotan itu cairan disinfektan yang digunakan berbahan dasar klorin dan kaporit 60 persen.

Selama PSBB transisi Monas tetap buka setiap hari, namun jam operasional hanya dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Seperti diketahui, Monas sudah termasuk dalam salah satu kawasan wisata yang direncanakan dan dapat mulai beroperasi pada 20 Juni 2020 di masa fase pertama PSBB transisi di Ibu Kota Jakarta.

Kepala Seksi Ketertiban Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Deddy Nurahmat, mengatakan bahwa layanan mobil wisata untuk sementara ditiadakan.

Menyambut pembukaan kawasan Cagar Budaya itu, Dinas Penyelamatan Kebakaran dan Penanggulangan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Monas.

Pengunjung bisa mendatangi Monas melalui pintu barat daya (pintu dekat Patung Kuda) dan pintu timur (pintu dekat Stasiun Gambir).

Pembatasan Jumlah Pengunjung Monas Hanya Dilakukan di Tugu

Kepala Seksi Ketertiban Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Deddy Nurahmat mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen di Monumen Nasional (Monas) hanya dilakukan di kawasan tugu Monas pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Deddy juga mengatakan, pengetatan protokol kesehatan saat akan masuk ke kawasan Monas sebelum masuk ke kawasan tugu, penjagaan jarak untuk membeli tiket di loket masuk ke tugu, hingga pembatasan durasi saat berada di dalam tugu.

Nantinya setiap lima belas menit, pengunjung yang telah naik ke atas tugu akan diminta untuk turun bergantian dengan orang lain yang sudah mengantre di bawah.

“Kapasitas kami 1.250, kami perkirakan 50 orang dalam waktu satu jam,” kata Deddy seperti dikutip Antara.

Hanya ada dua pintu masuk yang akan dibuka yaitu di Pintu Barat Daya dan Pintu Timur Monas, sedangkan dua pintu lainnya di sisi utara dan tenggara akan difungsikan sebagai akses pengunjung untuk keluar dari kawasan Monas.

Monas termasuk dalam salah satu kawasan wisata yang direncanakan dapat mulai beroperasi pada 20 Juni 2020 di masa fase pertama PSBB transisi di Ibu Kota.

Meski demikian untuk di kawasan halaman Monas, Deddy mengatakan pembatasan dilakukan dengan pembatasan akses keluar masuk.

 

Kategori
Spiritual

Gua Rancang Kencono DiJadikan Objek Wisata

Gua Rancang Kencono DiJadikan Objek Wisata Sejarah

Gua Rancang Kencono DiJadikan Objek Wisata Sejarah – Pihak Pengelola Desa Wisata Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan Gua Rancang Kencono sebagai salah satu objek wisata sejarah.

“Gua ini sudah dihuni sejak 3.000 tahun yang lalu dengan temuan bukti tulang manusia oleh arkeolog dari Poker IDN Deposit Pulsa UGM,” kata Winarsih, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu.

“Di mulut gua yang terdapat banyak stalaktit dan stalakmit, diduga menjadi tempat tinggal manusia dalam waktu yang cukup lama,” kata Tri.

Ruangan kedua, Trimanambahkan, merupakan ruangan berukuran 3 x 3 meter yang menurut kisah turun temurun pernah digunakan sebagai tempat bersembunyi prajurit Kerajaan Mataram Islam saat berperang melawan Belanda.

Selain itu, di ruangan ini terdapat bongkahan batu berbentuk seperti meja yang digunakan sebagai tempat bersemedi.

Ruangan terakhir terdapat prasasti di bagian dinding gua bertuliskan isi janji prajurit. Janji prajurit yang tertulis dalam prasasti Prasetya Bhinnekaku ini dicetak dengan latar warna hitam dengan tulisan berwarna putih dan simbol merah putih di bagian tengah.

Menurut legenda, penamaan Gua Rancang Kencono berasal dari kisah Kiai Putut Linggabawa, Kiai Sorengpati, dan Kiai Kromowongso dari Mataram yang menggunakan tempat ini untuk mengatur serangan ke Belanda. Dalam bahasa jawa, ‘Rancang’ berarti perencanaan dan ‘Kencono’ memiliki arti emas.

Ia menyebutkan beberapa puluh tahun yang lalu saat warga menemukan gua tersebut ada beberapa fosil tulang belulang manusia dan beberapa artefak batu berbentuk arca macan dan arca nandhi (sapi).

Berasal dari kisah Kiai Putut Linggabawa

Rancang Kencono Cave is located not far from the Sri Gethuk Waterfall area. This cave is safe to be explored even by children without any special equipment or caving advance techniques.

Saat ini, Winarsih menambahkan, penemuan tersebut disimpan di Situs Bleberan dan sebagian lagi disimpan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.

When entering the mouth of the cave, I found a giant tree that is hundreds of years old, namely Klumpit Trees. There are some officers who offer services to explore the cave room, we can give tips for them.

Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Desa Bleberan, Tri Harjono, mengatakan gua itu terbagi menjadi tiga ruangan utama. Ruangan pertama berupa mulut gua, ruangan kedua berupa ruangan dengan luas sedang, dan ruangan ketiga merupakan ruangan paling dalam dan paling sempit.

Untuk menikmati keindahan gua dan air terjun Sri Getuk, pengunjung cukup membayar Rp15 ribu. Harga itu sudah termasuk parkir dan toilet.

“Sebagian hasil retribusi untuk membayar retribusi pemkab, dan pengembangan kawasan wisata Sri Getuk. Ke depan, kami berharap pengunjung bisa belajar sejarah di Gua Rancang Kencana,” ujar Tri.

Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Gunung Kidul, Winarsih, mengatakan gua itu telah digunakan oleh manusia dari tiga zaman yang berbeda. Mulai zaman prasejarah hingga manusia modern.