Kategori
Society

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu. Monumen Nasional (Monas) hanya akan membuka dua pintu saat kembali beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada 20 Juni 2020.

Di pintu masuk, pengunjung bakal melalui pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan yang sudah tersedia di arena.

Pengunjung juga harus bisa mengikuti rute jalur yang telah disediakan di kawasan halaman Monas, sehingga tidak ada yang langsung berpapasan.

Saat berada di dalam kawasan Monas, pengunjung wajib mengenakan masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak sosial.

“Cairannya sudah sesuai standar Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup DKI, dan Kementerian Kesehatan RI. Jadi aman karena sudah sesuai ambang batas,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat ditemui di lokasi.

Sebanyak 81 personel diturunkan langsung untuk melakukan penyemprotan disinfektan guna memastikan kawasan tersebut sudah steril dari virus ataupun bakteri.

Dalam penyemprotan itu cairan disinfektan yang digunakan berbahan dasar klorin dan kaporit 60 persen.

Selama PSBB transisi Monas tetap buka setiap hari, namun jam operasional hanya dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Seperti diketahui, Monas sudah termasuk dalam salah satu kawasan wisata yang direncanakan dan dapat mulai beroperasi pada 20 Juni 2020 di masa fase pertama PSBB transisi di Ibu Kota Jakarta.

Kepala Seksi Ketertiban Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Deddy Nurahmat, mengatakan bahwa layanan mobil wisata untuk sementara ditiadakan.

Menyambut pembukaan kawasan Cagar Budaya itu, Dinas Penyelamatan Kebakaran dan Penanggulangan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Monas.

Pengunjung bisa mendatangi Monas melalui pintu barat daya (pintu dekat Patung Kuda) dan pintu timur (pintu dekat Stasiun Gambir).

Pembatasan Jumlah Pengunjung Monas Hanya Dilakukan di Tugu

Kepala Seksi Ketertiban Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Deddy Nurahmat mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen di Monumen Nasional (Monas) hanya dilakukan di kawasan tugu Monas pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Deddy juga mengatakan, pengetatan protokol kesehatan saat akan masuk ke kawasan Monas sebelum masuk ke kawasan tugu, penjagaan jarak untuk membeli tiket di loket masuk ke tugu, hingga pembatasan durasi saat berada di dalam tugu.

Nantinya setiap lima belas menit, pengunjung yang telah naik ke atas tugu akan diminta untuk turun bergantian dengan orang lain yang sudah mengantre di bawah.

“Kapasitas kami 1.250, kami perkirakan 50 orang dalam waktu satu jam,” kata Deddy seperti dikutip Antara.

Hanya ada dua pintu masuk yang akan dibuka yaitu di Pintu Barat Daya dan Pintu Timur Monas, sedangkan dua pintu lainnya di sisi utara dan tenggara akan difungsikan sebagai akses pengunjung untuk keluar dari kawasan Monas.

Monas termasuk dalam salah satu kawasan wisata yang direncanakan dapat mulai beroperasi pada 20 Juni 2020 di masa fase pertama PSBB transisi di Ibu Kota.

Meski demikian untuk di kawasan halaman Monas, Deddy mengatakan pembatasan dilakukan dengan pembatasan akses keluar masuk.