Kategori
Society

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos Tunai COVID-19 dari Pemerintah

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos – Baduy merupakan masyarakat adat yang menolak modernisasi. Masyarakat baduy yang menolak dana desa ada di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Dana desa itu dikucurkan pemerintah untuk Daftar 918Kiss pembangunan infrastuktur guna menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah itu. Masyarakat suku adat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten,  menolak menerima dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang dibagikan oleh pemerintah kepada warga terdampak pandemik COVID-19.

Banyak hal yang menjadi alasan masyarakat suku adat Baduy menolak bansos tersebut. Salah satunya karena khawatir menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kami menolak penyaluran BST maupun BLT itu,” kata Jaro Saija, Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, seperti dikutip dari Antara, Kamis.

1. Bantuan itu bisa timbulkan kecemburuan sosial

Apalagi, lanjutnya, dana BLT itu disalurkan melalui Dana Desa (DD). Sedangkan di Desa Baduy tidak ada dana tersebut. Penolakan itu, kata dia, juga disepakati lembaga adat karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

“Jumlah warga yang tidak menerima lebih banyak dibandingkan warga yang menerima dana sosial, sehingga tidak menyanggupi bentuk pertanggungjawabannya,” ujar Jaro Saija.

Menurut dia, selama ini masyarakat Baduy yang tinggal di Gunung Kendeng sangat kuat terhadap aturan adat karena titipan leluhur.

Masyarakat Baduy lebih mencintai kedamaian, kerukunan, keharmonisan, dan saling tolong-menolong. Bahkan, di masyarakat Baduy yang menempati tanah hak ulayat adat itu, hingga kini belum pernah terjadi kriminalitas, keributan, kerusuhan, dan Baduy terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, masyarakat Baduy juga belum mengalami kelaparan pangan, karena bisa menyimpan gabah hasil panen padi huma. “Kami lebih baik dana sosial akibat dampak COVID-19 itu diberikan ke orang lain saja,” katanya.

2. Jumlah penerima bansos hanya 20 keluarga, sementara jumlah warga Baduy 14.600 jiwa

Masyarakat Baduy menolak karena jumlah penerima bansos itu hanya 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan saat ini warga Baduy berjumlah 14.600 jiwa dan 4.320 kepala keluarga (KK), yang tersebar di 68 Kampung Baduy Luar dan Baduy Dalam.

“Karena itu, masyarakat Baduy lebih baik menolak dana sosial yang digulirkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Jaro Saija.

3. Dinsos Lebak benarkan penolakan BLT dan BST oleh warga Baduy

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darma Putra membenarkan, bahwa warga Baduy menolak dana sosial tersebut karena masih kuat memegang adat leluhur. Penolakan bantuan sosial itu juga dilengkapi surat pernyataan dari Kepala Desa Kanekes juga tokoh adat, Badan Perwakilan Desa (BPD), RT, dan RW.

“Kami menghargai keputusan adat mereka yang menolak menerima dana BLT dan BST,” kata Eka Darma.

Kategori
Society

Warga Maluku Utara Patungan Koin

Kritik Pemerintah, Warga Maluku Utara Patungan Koin untuk PCR

Warga Maluku Utara Patungan Koin. Ketiadaan alat polymerase chain reaction (PCR) di Maluku Utara membuat gerah sebagian masyarakat di sana sehingga mencetuskan gerakan ‘Koin untuk PCR’. Langkah ini sekaligus protes masyarakat terhadap Pemprov Malut yang dinilai sangat lamban dalam penanganan wabah virus corona (covid-19).

Gerakan ‘Koin Alat PCR’ digagas salah satunya oleh DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Malut. Dalam gerakan ini mengajak warga patungan untuk membeli mesin tes tersebut.

Mereka sudah memenuhi tiga lokasi karantina di Kota Ternate karena selama hasil tes belum keluar, mereka tak ada yang boleh kembali ke rumah masing-masing.

Abdul menjelaskan, anggaran penanganan Covid-19 Malut mencapai Rp 148 miliar. Ia pun mempertanyakan Pemprov Malut yang tak juga membeli alat PCR. Padahal, menurutnya, harga alat PCR berkisar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

“Gerakan uang koin akan terus berlanjut sampai Pemerintah Provinsi mengadakan alat swab PCR. Kami ajak juga teman-teman Organisasi Cipayung untuk kita sama-sama memperjuangkan gerakan uang koin,” tegasnya.

“IMM mengajak seluruh masyarakat dan elemen mahasiswa untuk mengumpulkan uang koin Rp500 untuk membeli mesin PCR. Kumpul uang koin ini sebagai bentuk kritik kepada Gubernur dan Wakil Gubernur agar segera mengadakan alat PCR,” kata Kepala Bidang Hikmah DPD IMM Malut, Abdul Najar, Rabu.

Selama ini spesimen warga dari Malut dikirim ke Manado, Sulawesi Utara dan Makassar, Sulawesi Selatan. Akibatnya, pasien yang menunggu hasil spesimennya pun terus saja bertumpuk.

Asghar bilang, jika pemerintah tidak juga bergerak, maka rakyat harus bergerak sendiri untuk menangani Covid-19. Dia mengklaim telah mengecek harga alat tersebut, yakni di kisaran Rp600 jutaan.

“Bohong besar kita bicara penanganan Covid-19 jika alat PCR saja tidak punya. Karena itu, kita patungan saja dan LSM Rorano siap bantu mengawal proses pengadaan alat,” katanya.

Senada, Direktur LSM Rorano Malut, M Asghar Saleh mengajak warga mengumpulkan uang untuk membeli mesin PCR. Dengan begitu, ribuan spesimen yang mengantre bisa segera diuji tanpa perlu dikirim ke Manado atau Makassar.

“Kumpulkan uang berapa saja, Rp1.000 pun boleh. Kita bantu pemerintah untuk beli alat PCR,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Malut, Samsuddin A Kadir maupun Kepala Dinas Kesehatan Malut, dr Idhar Sidi Umar yang dikonfirmasi terkait desakan tersebut hingga kini belum memberikan tanggapan apapun.

Jumlah kasus positif corona di Maluku Utara per Selasa sudah mencapai 465 kasus. Dari angka itu 82 orang dinyatakan sembuh dan 26 orang meninggal dunia.

Kategori
Spiritual

Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid19

Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid19 Rumah Ibadah

Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid19 Rumah Ibadah – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan rumah ibadah sudah seharusnya menerapkan prosedur operasional standar (SOP) dan protokol kesehatan secara bijak untuk mencegah virus corona (Covid-19).

Inin mengatakan pelanggan diharuskan memakai hand sanitizer sebelum memasuki area restoran. Ia sudah menyediakan hand sanitizer yang digantung di depan pintu masuk.

Aturan memakai masker ketika akan masuk restoran juga wajib dilakukan. Ia mengatakan pihaknya tak bakal melayani pelanggan jika masuk tak memakai masker.

Jumlah pelanggan bakal dipangkas hingga setengah. Yang tadinya restoran bisa menampung hingga 100 orang, mulai pekan depan akan ditetapkan maksimum 50 pelanggan.

Dengan begini, restoran bisa menerapkan konsep jaga jarak. Di mana satu meja hanya bisa diisi dua orang pelanggan. Sendok dan garpu juga bakal dibungkus tisu.

“Pentingnya masing-masing komunitas membuat SOP yang diberlakukan secara teknis dan detail baik untuk kegiatan ibadah maupun sosial. Kementerian agama akan memberikan panduan secara umum, tapi untuk hal-hal yang lebih detail para pengurus yang tahu,” kata dia.

Muhadjir juga menyarankan agar dibuat satu tempat pengaduan yang bisa menampung kritikan atau aduan dari semua pihak jika sewaktu-waktu menemukan pelanggaran atau penyelewangan di tempat ibadah, terutama berkaitan dengan izin penggunaan kembali tenpat ibadah.

Rumah Makan Sederhana Veteran di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bakal menerima pelanggan mulai pekan depan. Restoran akan mulai buka pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Rumah Makan Sederhana Veteran Kebayoran Lama

Namun, operasionalnya akan sedikit berbeda. Rumah makan Padang ini tidak akan menyajikan seluruh lauk di meja pelanggan atau pelayanan prasmanan seperti biasa.

“Kami hanya menyajikan apa yang diminta saja. Kemudian pelayan juga pakai masker dan face shield [pelindung wajah],” ungkap manajer restoran, Inin kepada Gubernur Terbodoh anies baswedan, Sabtu

“Rumah ibadah harus jadi contoh penerapan protokol dan prosedur operasional standar kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan kembali produktivitas dan kehidupan spiritual keagamaan dan aman dari ancaman Covid-19,” kata Muhadjir melalui rilis yang diterima Poker Online Deposit Pulsa, Rabu.

“Perlu juga dibuat tempat pengaduan jika ada pelanggaran ataupun penyelewengan terutama dalam masalah hal perizinan ini,” imbuhnya.

Dia telah meminta kepada pihak terkait agar melakukan sosialisasi berkaitan dengan proses perizinan hingga syarat yang harus dimiliki rumah ibadah agar bisa beroperasi di era new normal.

Dia berharap tempat ibadah menjadi contoh bagi sektor kehidupan lain di era new normal. Muhadjir mengatakan sosialisasi harus dilakukan dengan bahasa yang mudah agar tak membuat bingung pengurus rumah ibadah.

Konsep menyajikan makanan di meja makan diganti RM Sederhana, Veteran, selama pandemi. Agar pelanggan bisa memilih menu, tiap lauk disajikan pada satu meja dan dibungkus plastik.

Prosedurnya, ketika masuk ke restoran pelanggan bakal diminta memilih menu berdasarkan deretan lauk yang dijajakan di meja. Kemudian pelayan bakal mencatat pesanan pelanggan dan mengantar ke meja.

“Jadi nanti perizinan dilakukan untuk memastikan bahwa protokol kesehatan itu telah dilaksanakan atau siap untuk dilaksanakan di tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya,” kata Muhadjir.

Kategori
Spiritual

Masjid dengan Aturan Ketat Cegah Corona

Saudi Kembali Buka Masjid dengan Aturan Ketat Cegah Corona

Saudi Kembali Buka Masjid dengan Aturan Ketat Cegah Corona – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akhirnya mengizinkan untuk kembali membuka masjid bagi jemaah di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, protokol ketat diterapkan untuk mencegah penularan corona yang berawal dari kegiatan ibadah bersama di dalam masjid. Masjid-masjid di negara itu dibuka kembali untuk jemaah umum sejak waktu salat Subuh pada Minggu.

Untuk diketahui, masjid-masjid di Arab Saudi ditutup untuk kegiatan ibadah berjemaah oleh pemerintah kerajaan tersebut mulai Maret lalu. Hal tersebut dilakoni demi mencegah penularan corona di dalam masjid.

Sebelum ada keputusan tersebut, pada Kamis Arab Saudi terlebih dahulu menyetop kedatangan jemaah umrah dari berbagai negara. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus corona.

Indonesia menjadi satu di antara 23 negara lain termasuk Cina, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, hingga Malaysia. Larangan penerbitan visa umrah juga dialami beberapa negara di timur tengah bahkan kepada penyumbang tertinggi jemaah umrah: Pakistan.

Setelah Pakistan, Indonesia merupakan negara kedua tertinggi yang mengirimkan jemaah umrah tiap tahunnya (dalam kalender hijriah). Dalam empat tahun terakhir, rata-rata jemaah umrah Indonesia mencapai 876.723 orang.

Imbas keputusan tersebut, sebanyak 2.393 jemaah dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) batal berangkat pada hari itu. Sebanyak 1.685 jemaah juga tertahan di negara transit sebelum tiba di Saudi, mereka terpaksa dipulangkan.

Mengutip dari Saudi Press Agen Poker Indonesia 88, sejumlah jemaah yang baru mengikuti salat berjemaah di Masjid Nabawi, Madinah, mengaku bahagia dengan pembukaan kembali rumah ibadah–terutama masjid suci bagi Umat Islam tersebut.

Kasus kematian akibat Covid-19 di negara

“Saya bersujud untuk menunjukkan rasa terima kasih saya kepada Allah SWT, dengan sungguh-sungguh memohon kepada-Nya untuk menjauhkan pandemi dari tanah dua Masjid Suci, serta dari semua negara Islam,” ujar Hussein Abdul Rahman, yang berprofesi sebagai guru SMP tersebut.

Arab Saudi, negara dengan 30 juta penduduk, mencatat lebih dari 85.000 orang positif tertular Covid-19. Per Minggu, jumlah kasus itu meningkat sebanyak 1.877 sehingga total ada 85.261 kasus di Arab Saudi.

Kasus kematian akibat Covid-19 di negara itu mencapai 1.644, dan 62.442 dinyatakan telah sembuh. Pendapat serupa diungkap seorang mahasiswa dari Sudan, Mubarak Ahmad Al-Sheikh dan Amer Raza yang berasal dari Pakistan.

Seperti dilansir Saudi Gazette, Juru Bicara Masjid Nabawi Jamaan Al-Asiri mengatakan meskipun masjid tersebut dibuka, namun khusus ke Raudlah dan titik masjid pertama yang dibangun pada zaman Nabi Muhammad tetap ditutup dari jemaah umum.

Selain itu, Asiri mengatakan kapasitas jemaah di masjid itu dikurangi hingga tinggal 40 persen untuk mencegah saling berdempetan dan berdesak-desakan.

Otoritas di Arab Saudi pada awal bulan ini mengatakan aturan pembatasan akan dicabut dalam tiga tahap sampai berakhir seluruhnya pada 21 Juni. Namun, kebijakan itu tidak berlaku di kota suci Mekkah.

Ibadah haji dan umrah, yang menarik kunjungan jutaan umat Islam dari seluruh dunia, juga masih diberhentikan.

Aturan ketat itu antara lain pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk lingkungan masjid, memakai masker, membawa sejadah sendiri, menghindari jabat tangan, dan menjaga jarak antarsesama setidaknya sampai 2 meter.

Orang lanjut usia, anak-anak berusia di bawah 15 tahun, dan mereka dengan penyakit parah tidak diizinkan salat di masjid. Jemaah juga diwajibkan berwudu dari rumah.

Kategori
Spiritual

Pengeran Arab: Insyaallah Pandemi Corona COVID-19 Berakhir

Insyaallah Pandemi Corona COVID-19 Berakhir

Insyaallah Pandemi Corona COVID-19 Berakhir – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), menyhampaikan pesan optimisme kepada masyarakat Saudi. Pengeran MbS sedih karena Lebaran tahun ini berbeda, tetapi dia yakin keadaan akan membaik dan virus Corona berlalu.

Baca juga : Erdogan Tegaskan Tak Ada yang Bisa Ambil Tanah Palestina

“Apa yang menyakiti saya pada Idul Fitri ini adalah ini hari raya dan ini tugas kita bagi umat Muslim untuk bersukacita dan saya tidak bisa bersama kalian hari ini,” ujar Pangeran MbS seperti dikutip Arab News, Senin (25/5/2020).

“Tetapi kondisi buruk ini akan berlalu, Insyaallah dan kita menuju kebaikan, Insyaallah. Ini berkat keteguhan masyarakat Arab Saudi, Baik militer maupun sipil.”

Arab Saudi merayakan Idul Fitri pada 24 Mei, bersamaan dengan Indonesia dan berbagai negara-negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab dan Qatar. Mobilitas Lebaran di Saudi dibatasi akibat Virus Corona.

Pada malam Lebaran, Raja Salman juga mengapresiasi masyarakat Arab Saudi yang tetap di rumah dan menerapkan social distancing.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, Kasus Virus Corona di Arab Saudi adalah yang tertinggi di Semenanjung Arab. Total kasus mencapai 72.560, tapi pasien meninggal tercatat rendah, yakni 390.

Secara global, total kasus Virus Corona mencapai 5,4 juta orang. Di antara angka itu, 2,1 juta sembuh dan 345 ribu meninggal.

Raja Salma: Keselamatan Penduduk Prioritas Utama

Raja Arab Saudi mengatakan pada Sabtu 23 Mei 2020 bahwa kesehatan dan keselamatan penduduk dan warga Kerajaan menjadi perhatian utama.

“Dunia sedang menghadapi pandemi kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Raja Salman dalam pidatonya tentang Idul Fitri kepada warga Saudi, penduduk dan Muslim di dunia, seraya menyampaikan harapan baik menandai perayaan tahunan di tengah pandemi Virus Corona COVID-19, dikutip dari Arab News, Minggu (24/5/2020).

Pidato tersebut, disampaikan oleh penjabat Menteri Media Dr. Majid bin Abdullah Al-Qasabi pada malam Idul Fitri setelah salat magrib, ketika saat Arab Saudi dan dunia tengah dilanda krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Salman juga berterima kasih kepada penduduk atas komitmen mereka selama masa-masa sulit ini. Seperti merayakan liburan Idul Fitri di rumah, karena banyak dari mereka tidak bisa menikmatinya dengan keluarga besar akibat pembatasan tinggal di rumah untuk mengekang penyebaran Virus Corona COVID-19.

Dalam pidatonya, Raja Salman menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memahami keadaan khusus ini, di mana umat Islam dilarang melakukan salat Id di masjid-masjid dan bertukar kunjungan. Ia juga menegaskan kembali bahwa keselamatan dan kesehatan semua adalah prioritas utama.

“Saya sangat menghargai komitmen Anda dalam merayakan Idul Fitri di rumah Anda, secara sadar dan bertanggung jawab, menghormati prosedur jarak sosial dan mengirimkan ucapan selamat Idul Fitri melalui komunikasi elektronik dan korespondensi. Semua tindakan ini demi keselamatan Anda, karena tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan yang baik.”

Pidato tersebut merupakan dorongan besar bagi moral. Ketika Raja mengucapkan terima kasih kepada ratusan ribu petugas kesehatan. Lainnya dari semua sektor yang bekerja siang dan malam sebagai tanggapan terhadap pandemi. Melakukan semua yang mereka bisa untuk memberikan dukungan yang mereka butuhkan kepada warga.

Dengan upaya membendung Virus Corona COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi dan kepatuhan penduduknya, langkah besar telah diambil.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui, Jaminan Bebas Pandemi COVID-19

Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui

Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui – Masyarakat badui yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga sampai detik ini terbebas dari pandemi virus corona. Karena belum lama ini selama tiga bulan menjalani pelaksanaan tirual Kawalu.

Baca juga : Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri di Rumah, Dicatat

“Dimana ritual Kawalu itu, warga Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cikeusik, Cibeo dan Cikawartana tertutup bagi pengunjung maupun wisatawan,” kata Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija di Lebak, Minggu (17/5/2020).

Pemukiman masyarakat Badui hingga kini relatif sepi dan tidak ada pengunjung maupun wisatawan saat pandemi COVID-19.

Masyarakat Badui yang berpenduduk kurang lebih 11.600 jiwa tetap menjalani kehidupan seperti biasa, mereka pergi ke ladang-ladang live22 apk android untuk mengembangkan budi daya pertanian pangan, hortikultura dan palawija.

Selain itu juga mereka membudidayakan madu lebah, gula aren dan memproduksi kerajinan kain tenun.

Dilansir Antara, selama ini, kata dia, masyarakat Badui belum ditemukan warganya terpapar positip terjangkit COVID-19.

“Kami menjamin pemukiman Badui terbebas dari penyakit yang mematikan itu juga melakukan penjagaan agar pengunjung yang hendak masuk ke tanah hak ulayat Badui dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, selama pandemi virus Corona tentu warga Badui pun tidak boleh pergi ke luar daerah, terlebih Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor sebagai daerah zona merah penyebaran COVID-19.

Begitu juga warga Badui yang kini tinggal di perantauan di luar daerah diminta segera pulang ke kampung, namun sebelum kembali ke kampung halaman tentu diwajibkan menjalani pengecekan kesehatan di Puskesmas setempat.

Pemeriksaan kesehatan itu diantaranya untuk mencegah penularan pandemi COVID-19.

“Kami minta warga Badui agar tetap berada di ladang maupun rumah guna mencegah pademi COVID-19 itu,” katanya menjelaskan.

Belum Temukan COVID-29

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullahami mengatakan selama ini warga Lebak belum ditemukan positif COVID-19, termasuk masyarakat Badui.

Pemerintah daerah mengoptimalkan sosialisasi edukasi tentang bahaya COVID-19. Melaksanakan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah dengan menggunakan masker. Mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, berada di rumah dan menghindari dari keramaian.

Selain itu juga memperketat jalur pemudik di 10 posko perbatasan. Menolak pemudik dari zona merah COVID- 19 yang sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kami bekerja keras agar Lebak dan warga Badui terbebas dari pandemi COVID-19,” katanya.

Berdasarkan data pada laman siagacovid19 lebakkab.go-id. Sabtu (16/5) jumlah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Tercatat 539 orang terdiri dari 36 orang dalam status pemantauan dan 503 orang dalam status aman.

Jumlah warga dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat 26 orang. Terdiri dari 14 orang berstatus pengawasan, 6 orang berstatus aman dan 6 meninggal serta 41 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri di Rumah, Dicatat

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul FitriSalat Idul Fitri pada tahun ini dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah saja karena diakibatkan oleh pandemi virus corona. Hal ini seperti imbauan yang disampaikan oleh pemerintah melalui Menteri Agam Fachrul Razi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Baca juga : Niat Mandi Sunnah Idul Fitri Lengkap dengan Caranya Sesuai Ajaran Islam

Panduan Khotbah Dirumah

Dikutip Liputan6.com dari laman resmi MUI, www.mui.or.id, Sabtu (16/5/2020), fatwa tersebut di antaranya berisi niat serta tata cara pelaksanaan Idul Fitri di rumah, baik berjemaah maupun sendiri.

Baca juga :Kota Besar di Dunia Tempat Orang Penganut Aliran Sesat

Tak hanya itu, MUI juga mengeluarkan panduan khotbah Idul Fitri, mengingat salat Idul Fitri pada tahun ini yang dilakukan di rumah.

“Khotbah Id hukumnya sunah yang merupakan kesempurnaan salat Idul Fitri. Khotbah Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak,” tulis fatwa MUI.

Cara Khotbah Idul Fitri

1. Khotbah Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan salat Idul Fitri.

2. Khotbah Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri, dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

Baca juga : Jenis-jenis Sedekah Sebagai Ladang Pahala Bulan Ramadhan

3. Khotbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
  • Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Membaca ayat Alquran.

4. Khotbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
  • Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Mendoakan kaum muslimin.

Sumber : liputan6.com