Kategori
Spiritual

Mengenal Mumi Papua yang Belum Banyak Orang Tahu

Mengenal Mumi Papua yang Belum Banyak Orang Tahu

Mengenal Mumi Papua yang Belum Banyak Orang Tahu – Mungkin belum banyak orang yang tahu, Papua memiliki Mumi.

Warisan dari leluhur ini menjadi salah satu bukti betapa kayanya budaya Papua.

“Ada 5 suku di Papua yang punya tradisi kematian berupa jenazah dijadikan mumi yaitu suku Mek di Pegunungan Bintang, suku Dani di Lembah Baliem, suku Moni di Intan Jaya, suku Yali di Kurima dan suku Mee di Dogiyai,” ungkapnya peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada Media, Senin.

Hari menerangkan, jenazah yang dijadikan mumi bukanlah jenazah orang sembarangan.

Biasanya, adalah jenazah seseorang yang dinilai berjasa bagi sukunya, baik itu adalah kepala suku, panglima perang atau orang yang sangat dihormati.

“Ada tahapan-tahapan dalam mempersiapkan dan menangani mumi, yaitu menunjuk anggota suku yang bertugas mengerjakan proses pemumian, menyiapkan kayu bakar, dan menyiapkan honai sebagai tempat pelaksanaan pemumian,” jelasnya.

Proses Pengerjaan Mumi

Dalam proses pengerjaan mumi, terlebih dahulu mayatnya diasap dengan kayu bakar.

Sebelum pengasapan dilakukan, dipersiapkan babi yang baru lahir sebagai tanda waktu.

Waktu pengasapan berlangsung ialah ketika babi lahir sampai babi tersebut mempunyai taring yang panjang.

Setelah selesai pengasapan, lalu dilakukan upacara-upacara untuk memandikan para petugas, pelepasan mumi dengan memotong babi yang dipakai sebagai tanda waktu dan mengalungkan ekor babi yang dipotong itu ke leher mumi.

Setelah semua proses pengerjaan mumi rampung, maka diakhiri dengan pesta bakar batu.

Menariknya, ada satu proses lain dalam pemumian di Papua.

Suku Mek, menaruh jenazah di atas pohon selama satu tahun sehingga menjadi mumi secara alami.

“Cuaca yang dingin di atas pohon menjadikan jenazah terawetkan secara alami.

Baru setelah itu, diturunkan dan ditaruh di dalam gua,” kata Hari.

Jadi ada dua metode pemumian di Papua, yaitu diasapi dan ditaruh di atas pohon.

Lalu, muminya ada yang ditaruh di dalam honai (rumah tradisional Papua) dan ada di dalam gua.

“Kalau dilihat, mumi-mumi di Papua itu posisinya duduk. Alasannya dalam konsep prasejarah, penguburan dalam posisi duduk ibarat bayi dalam kandungan,” ujar Hari.

Biasanya, yang dijadikan mumi merupakan seorang laki-laki.

Tetapi, ada juga mumi perempuan di Papua yang rupanya tidak sengaja terbentuk karena cuaca dingin dan ditemukan di dalam gua.

“Mumi perempuan hanya satu, yakni mumi Yamen Silok di Kurima,” jelas Hari.

Sejauh ini, sudah terdata 6 mumi di Papua yakni 4 di suku Dani, 1 di suku Yali dan 1 di suku Moni.

Tiap suku, memiliki masing-masing nama sebutan untuk muminya. Misal di suku Dani di Wamena, mumi-mumi di sana disebut mumi Kurulu, mumi Pumo, mumi Araboda dan mumi Jiwika.