Kategori
Spiritual

Kisah Gua Misteri Sumatera Utara

Kisah Gua Misteri Sumatera Utara

Kisah Gua Misteri Sumatera Utara, – Ada yang pernah dengar nama Gua Kembar? Kami akan menjelaskan gua misteri yang ada pada Sumatera Utara bahkan ujungnya tidak ketahuan seberapa panjang, ada patung-patung dan ritual tertentu.

Melansir dari http://aeacap.org, Tidak seperti kebanyakan desa pada wilayahnya, Desa Adin Tengah mempunyai patung-patung batu sebagai bagian dari sejarah pendirian desa. Warga kerap menggelar ritual kecil. Dan kini patung-patung itu seperti memanggil wisatawan untuk datang.

Patung-patung itu terpahat pada dinding batu yang berada pada pintu masuk Gua Kembar, yakni dua gua dengan pintu masuk yang seperti mirip satu sama lain. Lokasinya berada pada pinggiran hutan Dusun Tambak Tajoh, Desa Adin Tengah, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sekitar 80 kilometer dari Medan.

Dari ujung desa, harus berjalan kaki sekitar lima belas menit, melewati jalur menurun hingga tiba kolam aliran anak sungai yang jatuhan airnya membentuk air terjun mini. Dari sini, lanjut melewati jalan setapak, menanjak sejauh dua puluh meter dan nampaklah jejeran patung-patung itu, seperti yang terlihat, Sabtu.

Ada sepuluh patung pada komplek itu. Sebagian besar masih berselimut lumut. Patung-patung itu terutama mendeskripsikan tentang sosok pendiri kampung atau simantek kuta, dan sistem kekerabatan yang ada pada desa itu. Patung pertama adalah patung pria yang merupakan patung Toga Sembiring Brahmana, sang pendiri desa. Sosoknya terlihat mengenakan peci. Pada samping kiri patung utama, ada patung ibu dan anaknya, kemudian beberapa patung anak.

Patung yang memiliki daya tarik sendiri

Berbeda dengan patung utama yang terkesan mengenakan pakaian karena menggunakan peci, patung si ibu terlihat tidak mengenakan pakaian. Selain itu ada beberapa patung lagi, juga relief kapak dan kepala banteng, serta tulisan ‘MEN’ dan tulisan ‘1971’ yang menjelaskan waktu pembuatan patung-patung itu.

Terpisah dari dinding utama, ada beberapa patung lagi, persis pada bawah mulut gua. Namun identitas kelamin pada patung itu tidak bisa pastikan karena bagian kepala sudah hilang. Satu patung dinding utama juga sudah hilang bagian kepalanya.

Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU) menyatakan, sebagai bagian dari sejarah berdirinya desa, maka patung-patung batu itu tentu memiliki daya tarik sendiri. Apalagi posisinya yang berada pada bentang alam yang hijau.

“Ini tentu menarik untuk dikunjungi. Selain kondisi alam yang baik, ada gua pada sekitarnya yang juga masih misteri, karena tembus hingga ke wilayah Kabupaten Karo,” kata Suprayetno.

Suprayetno katakan, bisa jadi dahulu gua-gua ini merupakan jalur migrasi penduduk dari dataran tinggi Karo menuju kawasan Langkat ini, termasuk pendiri desa. Sebab itu, harus penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan kepastian, termasuk kebenaran gua bisa tembus hingga ke Desa Penampen, Kecamatan Tiganderket, Karo.

Ihwal pembuatan patung-patung batu itu, salah seorang keturunan pendiri desa, Edi Usaharaskita Tarigan (33) menyatakan, salah satu pembuat patung itu adalah pamannya.

“Paman saya itu memang bisa membuat gambar maupun patung yang sangat mirip dengan aslinya. Selain paman saya, ada beberapa orang lain yang membuat patung-patung ini,” kata Tarigan.

Setelah puluhan tahun, areal patung-patung itu, terkadang ada warga yang melakukan ritual kecil, ritual yang bersifat perorangan. Menyalakan sebatang rokok letakkan pada ranting kayu. Saat asap rokok itu meliuk ke atas dan lenyap disesap hutan, saat bersamaan permohonan disampaikan.

Kedatangan sejarawan ke situs desa itu, membuat masyarakat terkena antusias. Ada harapan perkembangan ekonomi dari kunjungan wisatawan. banyak objek wisata lain yang masih menarik untuk dikembangkan. Termasuk Gua Kembar yang juga ada sebutan Gua Seribu Lorong, saking banyaknya cabang lorong dalamnya.

Gua itu belum exploration. Kondisinya gelap dan banyak kelewar yang menghuni. Warga desa juga menyebut gua ini sebagai Gua Umang, yang bermakna gua hantu. Ada banyak cerita magis yang melingkupinya.

Kategori
Misteri Spiritual

Tempat Paling Angker di Medan

Tempat Paling Angker di Medan

Tempat Paling Angker di Medan – Medan dikenal sebagai salah satu kota paling besar di Indonesia. Di kota ini keragaman suku bangsa berbaur menjadi satu. Sebut saja suku Batak, Cina, Jawa, dan Melayu. Mereka tinggal berdampingan dan membangun Medan menjadi kota yang lebih baik.

Oh, ya ngomong-ngomong tentang Medan. Tak ada salahnya juga kita bahas tempat-tempat yang ngeri bin angker. Mari kita lupakan sejenak wisata kuliner dan alamnya. Mari menjelajah wisata mistik di Medan yang bisa bikin kita merinding. Mau coba?

1. Kampus USU Pintu IV

Kampus USU atau Universitas Sumatra Utara, adalah sebuah kampus negeri terbesar di provinsi ini. Banyak sekali mahasiswa dari penjuru Sumatra hingga beberapa wilayah Indonesia yang menimba ilmu di kampus yang konon juga serem dan banyak hantunya.

Pintu IV dikenal banyak sekali pohonnya. Banyak orang beranggapan jika pohon besar itu adalah sarang hantu. Jika habis magrib anda ke sana, maka suasana mencekam akan langsung terasa.

Jika anda pria maka hantu wanita berbaju merah kadang nampak. Bahkan kadang naik ke atas boncengan motor. Serem banget kan? Kalau enggak percaya boleh coba ke sana.

2. Kuburan Depan SMA Sutomo 1

Banyak orang yang mengatakan jika kuburan di depan SMA Sutomo 1 sangat angker. Sering sekali ada penampakan makhluk aneh di tempat ini.

Di malam hari suasana di area makam sangat mencekam meski berada di tengah kota. Saat ini kuburan ini masih menyimpan misteri meski tak sebanyak dahulu. Hal ini terjadi karena area kuburan adalah area macet. Mungkin hantunya sudah mengungsi, kata beberapa warga lokal.

Dahulu saat pagi hari, kuburan ini selalu mengeluarkan bau yang tidak sedap. Bukan bau wangi khas bunga yang ada banyak di setiap kuburan. Jika Anda penyuka wisata mistik, tak ada salahnya menengok ke tempat ini. Siapa tahu anda bisa bertemu dengan penghuninya.

3. Rumah Tjong A Fie

Tjong A Fie adalah seorang pedagang dari China yang membangun usaha di Medan. Ia membuat usaha perkebunan hingga memiliki 10.000 karyawan.

Kehebatan yang dimiliki oleh Tjong A Fie membuatnya sangat dihormati oleh orang Medan, Sultan Deli, hingga para petinggi Belanda yang kala itu masih berkuasa. Meski kaya raya dan punya kedudukan tinggi ternyata Tjong A Fie suka memberikan sebagian hartanya kepada masyarakat.

4. SUN Plaza

SUN Plaza adalah sebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar. Bangunan ini memiliki sekitar 6 lantai yang menjual aneka kebutuhan masyarakat. Usut punya usut ternyata mall yang banyak dikunjungi orang ini berhantu. Hal ini terjadi sejak ada peristiwa bunuh diri di tahun 2006 silam.

Seorang wanita nekat terjun dari lantai 4 dan akhirnya meninggal dunia di tempat. Selain itu pada tahun 2014 silam juga ada satpam yang tewas ditikam di dalam kamar mandi. Hal ini menambah sederetan cerita kelam di mall ini.

Saat malam hari banyak pengunjung atau pun satpam yang merasa diikuti seseorang. Selain itu juga sering terdengar suara-suara aneh seperti orang kesakitan.

Warga sekitar meyakini jika hantu yang sering mengganggu itu berasal dari korban bunuh diri. Ia bernama Rita Wongso yang rela terjun karena merasa depresi dengan nasib keluarganya.

5. Asrama Putri SMA Katolik Cahaya

SMA Katolik Cahaya adalah sebuah SMA yang terletak di Jalan Hayam Wuruk Medan ini ternyata juga dikenal angker. Bagian paling banyak penampakannya terletak di bagian Asrama Putri.

Di bangunan yang dikhususkan untuk tempat tinggal ini memiliki kisah yang ngeri dan sering dialami oleh siswi dan juga warga yang kebetulan lewat.

Dikabarkan sering ada penampakan anak kecil yang dengan baju putih berdiri di atap asrama. Kemungkinan anak ini berusia 7 tahun. Padahal asrama ini berisi anak SMA yang notabene sudah besar-besar.

Dan lagi anak itu sering muncul dan menghilang begitu saja. Cerita ini sering menyebar ke beberapa siswi dan orang yang sering lewat sana.