Kategori
Society

TNI-Polri Bersih Sampah Sungai Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

TNI-Polri Bersih Sampah Sungai Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

TNI-Polri Bersih Sampah Sungai Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan – Mengajak masyarakat peduli lingkungan, TNI-Polri bersih-bersih sungai. Sasaran yang menjadi fokus kegiatan ini adalah Sungai Bedadung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.

“Ada sekitar 200 personel yang kita kerahkan dalam kegiatan ini. Selain dari personel TNI dan Polri, juga ada dari Satpol PP dan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember. Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-72,” kata Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf. Rudianto.

Menurut Rudianto, kegiatan itu merupakan langkah konkret memotivasi masyarakat peduli akan kebersihan. Apalagi persoalan sampah di Jember menjadi salah satu fokus pemerintah kabupaten Jember.

“Ini salah satu bentuk partisipasi TNI, untuk mengajak masyarakat peduli pada lingkungan. Namun begitu, ini bukan berarti langkah yang akan merubah secara drastis. Ini hanya sebuah awal untuk langkah-langkah Download IDN Poker berikutnya,” kata Rudianto.

Dalam kurun waktu 2 jam, tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang sungai Bedadung berhasil dikumpulkan. Selanjutnya, tumpukan sampah itu diangkut kendaraan untuk dibawa Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Jumlahnya cukup banyak, tapi rinciannya beratnya berapa saya belum dapat datanya. Yang jelas, dengan banyaknya tumpukan sampah yang terkumpul, ini menunjukkan persoalan sampah harus menjadi perhatian serius,” kata Rudianto.

Oleh karena itu, Rudianto mendesak agar Pemkab Jember segera membuat Peraturan Daerah (Perda) yang melarang warga untuk membuang sampah sembarangan. Selain itu, mendorong Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup membuat tempat sampah sebanyak-banyaknya.

“Sehingga saat kita melarang orang buang sampah sembarangan, sudah ada solusinya, ada tempat (sampah)-nya. Lha kalau saya melarang jangan buang sampah tapi tempatnya tidak ada, kan gimana,” tandas Rudianto.

Dia menegaskan, pihaknya siap membantu Pemkab Jember untuk membuat tempat sampah di sepanjang tepi jalan di Jember. “Utamanya di Jembatan-jembatan. Agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai,” tandas Rudianto.

Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menegaskan, pihaknya sangat mendukung kegiatan TNI melakukan bersih-bersih sungai. Oleh karena itu, pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk bergabung. Bahkan Kusworo juga ikut terjun langsung mengumpulkan sampah di sungai Bedadung.

“Kami dukung kegiatan ini karena TNI-Polri satu visi dalam rangka peduli terhadap lingkungan. Kita akan terus bahu membahu untuk menciptakan kondisi Jember yang bersih dan bebas sampah,” tandasnya.

Dia berharap, ke depan kegiatan ini bisa dilakukan secara kontinyu dengan melibatkan personel yang lebih banyak. “Kita libatkan masyarakat dan stakeholder yang lebih besar. Demi kebersihan lingkungan kabupaten Jember,” ujar Kusworo.

Kategori
Society

Indahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTT

Indahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTT

jk9Q7ocgA7Dgt6w G HaF9dD7rQFg82XPYUhgN58Pkw5OzePv1qZkRaqFHk01wA0NQOfg74TH5fYwzVxQx3yx9Af 5EoRGHtFNeAvMTgQWic5zUxJMmvz CAoAiE2Ovdclv0fmxkQFbsBh lMzW2i  kELpGT2iNJl165oY - Indahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTTIndahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTT – Tradisi gotong royong merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang senantiasa dilestarikan dari generasi ke generasi. Desa Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga masih mengedepankan semangat gotong royong dalam membangun desanya. 

Dikutip dari situs resmi desa ini, bagi mereka gotong-royong adalah pola hidup bersama yang menjunjung tinggi asas solidaritas dan fraternitas, serta musyawarah sebagai model komunike partisipatif yang membantu semua golongan masyarakat dalam Daftar Sbobet88 perencanaan dan bantuan pembangunan. 

Gotong royong merupakan salah satu budaya masyarakat Desa, yang seiring berjalannnya waktu budaya ini hampir luntur, masyarakat desa sudah mulai terpengaruhi budaya modern, tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap budaya ini semakin berkurang. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat untuk mempertahankan budaya ini dengan cara menumbuhkan kembali semangat gotong royong dengan mengajak seluruh warga masyarakat untuk selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

Pola hidup gotong royong dan musyawarah di Desa Nita dapat dilihat dari: 

1.Kebiasaan gotong royong dalam pengerjaan kebun dan penggarapan lahan, kegiatan bhakti desa, pembangunan rumah desa atau prasarana prasarana umum yang dikenal dengan menggunakan ‘Sako Seng’ atau ‘Lahi Lekang’

2.Kebiasaan partisipatif dalam komunitas adat dan kehidupan bersama kompilasi peristiwa kematian, kelahiran, perkawinan dan musibah melalui cara dan perjuangan saling mengundang atau ‘Gaging Gatang’, saling terkait atau ‘Dulu Dalang’ dan dalam hubungan persahabatan atau ‘Imung Deung’

3.Kebijakan melalui musyawarah mufakat untukpengambilan keputusan dalam pelbagai kegiatan bersama serta penyelesaian masalah publik lainnya melalui komunike ‘Kula Babong’ atau ‘Bibo Babong’ bersama.

Tradisi gotong royong

Sejarah pembangunan desa dari masa depan melalui program pelaksanaan dan kegiatan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta bantuan sosial lainnya senantiasa diupayakan untuk memberdayakan masyarakat berdasarkan prinsip keutamaan gotong royong dan musyawarah bersama. 

Melalui penerapan prinsip gotong royong dan musyawarah tersebut, pemerintah dan masyarakat dapat berdikari untuk membangun desa secara swadaya, swakelola, swakarsa dan mandiri. Desa swadaya dan swakelola dapat menggambarkan kehidupan desa yang dinamis dan berkembang. 

Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada bantuan dan perhatian pemerintah, tetapi juga di sisi lain masyarakat dibor untuk mengembangkan dan memberdayakan segala sumber daya dan potensi desa baik secara fisik maupun fisik demi kesejahteraan bersama.