Kategori
Misteri

Tempat Angker Malaysia yang Tidak Kalah Seram

Tempat Angker Malaysia yang Tidak Kalah Seram

Tempat Angker Malaysia yang Tidak Kalah Seram, – Kebiasaan mempercayai hal-hal mistis belum bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia. Terbukti masih ada sebagian masyarakat yang kerap menghubungkan keberadaan tempat-tempat tertentu dengan kisah-kisah menyeramkan.

Contohnya, cerita mengenai keberadaan pasar gubrah atau pasar gaib di Gunung Merapi, Jawa Tengah yang dipercaya sebagai pasarnya makhluk halus. Atau cerita tentang Lawang Sewu yang kerap menimbulkan berbagai spekulasi mistis di masyarakat.

Ada juga cerita tentang Tongkonan, tradisi pemakaman masyarakat Toraja yang esktrem dan meninggalkan kesan ngeri. Cerita-cerita mistis tersebut telah ada sejak berpuluh bahkan beratus-ratus tahun lalu dan tersiar secara turun temurun hingga bertahan sampai sekarang.

Menariknya, kepercayaan pada hal-hal mistis yang dikaitkan dengan keberadaan suatu tempat ini tak hanya terjadi di Indonesia lho. Fenomena sosial semacam ini pun terjadi dalam masyarakat di berbagai belahan dunia.

Kalau kita mau mencermati, di luar negeri pun banyak tempat wisata yang dikaitkan dengan keberadaan makhluk gaib atau hal-hal mistis. Seperti salah satu tempat di Negeri Jiran ini.

Kalau kamu cukup bernyali dengan tempat-tempat angker di Indonesia, mungkin itu pertanda bahwa sudah waktunya melancong ke Malaysia. Sama seperti Indonesia, Malaysia juga memiliki banyak lokasi angker yang menjadi perbincangan masyarakatnya.

Karak Highway

Jalan raya Karak atau Karak Highway adalah salah satu tempat berhantu paling terkenal di Malaysia. Jalan ini menghubungkan Genting Highlands dengan Cameron Highlands, dua tujuan wisata paling terkenal.

Jalan yang panjang dan berliku ini menjadi saksi banyaknya kecelakaan. Beberapa orang menyebutkan di sini kerap muncul penampakan sosok bocah lelaki yang mencari ibunya. Selain itu, ada pula mobil Volkswagen kuning tanpa sopir yang terus-terusan berbaris di jalanan.

Pudu Jail

Penjara memiliki sejarah tersendiri, begitu pula roh yang terjebak dan tidak bisa ke mana-mana. Penjara ini dibangun pada masa penjajahan Inggris yang mengurung lebih dari 2.000 tahanan perang selama Perang Dunia II.

Beberapa pengunjung mengaku mengalami hawa panas dan dingin yang tidak wajar saat berada di penjara ini. Ruang eksekusi seolah-olah terdengar suara orang menjerit padahal kosong.

Shih Chung Branch School

Bangunan bekas sekolah ini “ternoda” oleh sisa-sisa penyiksaan yang ditimbulkan selama Perang Dunia II. Berubah menjadi gedung administrasi militer oleh Jepang, tempat ini malah menjadi rumah jagal.

Kini bangunan ini terbengkalai dan membuat ngeri ketika kita mengunjunginya. Beberapa pengunjung mengaku mendengar suara histeris yang tak tahu dari mana dan melihat penampakan tentara Jepang.

99-Door Mansion

Bangunan ini memang mirip rumah horor terkenal Winchester House di Amerika. Setelah ditempati keluarga kaya, rumah besar ini ditinggalkan selama 50 tahun terakhir sejak terjadi pembunuhan yang mengerikan.

Dikabarkan seorang dukun menggunakan rumah tua ini menjadi tempat ritualnya. Bangunan ini terletak di tengah-tengah perkebunan sawit dan disebut-sebut telah dikutuk.

Villa Nabila

Buat kamu yang suka nonton film horor, lokasi ini sempat diangkat ke layar lebar dengan judul Villa Nabila pada 2015. Menurut legenda, seorang pembantu membunuh semua anggota keluarga yang tinggal di vila ini karena merasa cemburu.

Pelaku kemudian mengubur tubuh para anggota keluarga di vila ini. Namun, para penyidik tidak menemukan mayatnya hingga saat ini. Vila ini kembali ramai diperbincangkan pada 2013 karena sekitar 23 remaja dilaporkan hilang di sini.

Kategori
Society

Perkawinan Gadis Berumur 11 Tahun di Malaysia

Masyarakat Murka, Ada Perkawinan Gadis Berumur 11 Tahun di Malaysia

Perkawinan Gadis Berumur 11 Tahun di Malaysia – Pernikahan seorang gadis berusia 11 tahun telah menyebabkan kegemparan di Malaysia dan memicu kemarahan internasional.

Che Abdul Karim Che Abdul Hamid, seorang penjual karet bekas dari Malaysia diam-diam menikahi gadis berusia 30 tahun lebih muda darinya sebagai istri ketiga di Thailand. Pernikahan tersebut diketahui oleh masyarakat sekitar, setelah satu dari istrinya mengajukan pengaduan ke polisi dan serta merta memicu kemarahan publik.

Otoritas Malaysia dengan segera menyelidiki perkawinan antara gadis berumur 11 tahun dengan Che Abdul Karim yang berumur 41 tahun. Terutama dalam hukum syariah seorang pria muslim hanya dapat menikahi empat istri dan calon pengantin perempuan haruslah berumur 16 tahun sebelum menikah, dilansir dari gracegospelwa.org.

Masyarakat meminta pemerintah untuk menaikkan umur calon pengantin perempuan

Wan Azizah mengatakan kepada media setempat, bahwa otoritas sedang menyelidiki apakah pernikahan tersebut terjadi karena faktor kemiskinan. Penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa sang gadis tersebut tidak bersekolah dan telah dua kali dirayu untuk menikahi Che Abdul Karim.

Namun ibu sang gadis menolak karena umur anaknya masihlah sangat muda untuk menjadi seorang istri. Dan meminta Che Abdul Karim menunggunya hingga ia berusa 16 tahun.

“Pedofilia, eksploitasi anak, pornografi anak… Kita harus tegakkan masalah ini karena anak-anak adalah tanggung jawab kita,” katanya.

Perwakilan UNICEF di Malaysia,  Mengungkapkan Bahwa Pernikahan Tersebut Tak Dapat diterima

Foto pernikahan mereka berdua menjadi viral di sosial media

Foto sang pengantin pria memegang tangan sang gadis setelah upacara pernikahan menjadi viral di media sosial. Para masyarakat setempat melaporkan, bahwa Che Abdul Karim Che Abdul Hamid yang juga seorang imam di pedesaan di bagian Kelantan timur laut telah memiliki dua istri dan enam anak berusia dari 5 hingga 18 tahun. Namun entah mengapa ia masih ingin menikahi anak gadis tersebut.

Walaupun wakil perdana menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail menekankan bahwa pernikahan mereka adalah ilegal, Che Abdul Karim tidak menyetujui hal tersebut dan telah disetujui oleh kedua orangtua sang gadis.

Dia akan meresmikan pernikahan mereka di Malaysia ketika gadis tersebut berusia 16 tahun, dan ia akan tinggal bersama orangtuanya hingga saat itu tiba. Sang gadis juga mengatakan bahwa ia tidak mengerti keributan yang terjadi, karena ia mencintai Che Abdul Karim.

Wan Aziza tidak ingin terjadi eksploitasi anak di bawah umur dengan mengatasnamakan agama

Setelah terjadinya kejadian ini, para aktivis telah mendesak pemerintah untuk menaikkan usia minimum untuk menikah menjadi 18 tahun.

Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia menyatakan keprihatinan mereka akan kemungkinan terjadinya eksploitasi anak-anak yang mengatasnamakan agama. Sehingga ia berharap agar dapat memberikan perlindungan kepada anak-anak ini dari paedofil dan predator seksual.

Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia mencatat sekitar 15 ribu pengantin anak-anak terjadi di Malaysia pada tahun 2010.

Mereka mendesak untuk mengkriminalisasikan pernikahan anak di bawah umur agar dapat melindungi mereka.