Kategori
Spiritual

Amalan Sunah yang Baik Dilakukan Pada Saat Hari Raya Idul Fitri

Amalan Sunah yang Baik Dilakukan

Amalan Sunah yang Baik DilakukanIdul Fitri merupakan hari kemenangan yang banyak ditunggu oleh umat Islam setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Banyak keutamaan yang bisa diraih di hari raya umat muslim itu.

Baca juga : WNI di AS Hina Nabi Muhammad, Ustaz Adi Hidayat Beraksi

Meski berlangsung di tengah pandemi virus corona Covid-19, perayaan hari Raya Idul Fitri diharapkan tidak kehilangan maknanya. Umat Islam juga diharapkan live22 deposit pulsa tidak kehilangan keutamaan Idul Fitri dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Fatwa tersebut menjelaskan tentang dasar dan tata cara melaksanakan salat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona. Masyarakat yang berada di zona merah penyebaran virus corona diimbau melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing untuk mencegah penularan.

Baca juga : Pemkot Makasar Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid

Dalam Fatwa MUI No 28 Tahun 2020 juga disampaikan amalan sunah yang dapat dikerjakan selain Salat Idul Fitri.

  • Mandi dan Potong Kuku
  • Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian
  • Makan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri
  • Mengumandangkan takbir hingga menjelang salat Idul Fitri
  • Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang salat Idul Fitri
  • Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id)

Waktu Manusia Bagaikan Rembulan

Rembulan membesar hingga menjadi purnama, mengecil, lalu akhirnya menghilang dari pandangan. Lantas, pelajaran apa yang dapat dipetik dari sana? Menurut cendikiawan muslim Quraish Shihab, jawaban pertanyaan itu ada dalam Alquran.

“Alquran menjawab, itulah waktu-waktu manusia. Demikian perjalanan hidup manusia, dari janin yang tak nampak,” kata Quraish Shihab.

Berawal dari bayi, remaja, lalu dewasa dan sempurna umur bagai purnama. Hingga pada satu titik, mulai melemah, menurun dan akhirnya menghilang dari pentas bumi.

“Itulah pelajaran dari rembulan yang harus menyadarkan kita semua. Semoga kita semua dapat sadar,” tutup Quraish Shihab di akhir renungannya.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri di Rumah, Dicatat

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul FitriSalat Idul Fitri pada tahun ini dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah saja karena diakibatkan oleh pandemi virus corona. Hal ini seperti imbauan yang disampaikan oleh pemerintah melalui Menteri Agam Fachrul Razi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Baca juga : Niat Mandi Sunnah Idul Fitri Lengkap dengan Caranya Sesuai Ajaran Islam

Panduan Khotbah Dirumah

Dikutip Liputan6.com dari laman resmi MUI, www.mui.or.id, Sabtu (16/5/2020), fatwa tersebut di antaranya berisi niat serta tata cara pelaksanaan Idul Fitri di rumah, baik berjemaah maupun sendiri.

Baca juga :Kota Besar di Dunia Tempat Orang Penganut Aliran Sesat

Tak hanya itu, MUI juga mengeluarkan panduan khotbah Idul Fitri, mengingat salat Idul Fitri pada tahun ini yang dilakukan di rumah.

“Khotbah Id hukumnya sunah yang merupakan kesempurnaan salat Idul Fitri. Khotbah Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak,” tulis fatwa MUI.

Cara Khotbah Idul Fitri

1. Khotbah Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan salat Idul Fitri.

2. Khotbah Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri, dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

Baca juga : Jenis-jenis Sedekah Sebagai Ladang Pahala Bulan Ramadhan

3. Khotbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
  • Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Membaca ayat Alquran.

4. Khotbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
  • Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Mendoakan kaum muslimin.

Sumber : liputan6.com