Kategori
Spiritual

Tipe Wanita Idaman yang Layak Dinikahi Menurut Islam, Semoga Terbaik!

Wanita Idaman yang Layak Dinikahi Menurut Islam

Wanita Idaman yang Layak Dinikahi Menurut Islam – Bila berbicara untuk memilih pasangan hidup, bagi pria atau wanita boleh saja memiliki tipe idamannya sendiri. Ada yang mendahulukan keindahan paras daripada kekayaan. Sebagian lain mementingkan nasab atau garis keturuan. Semua itu memang berpulang kepada masing-masing individu. Tapi setiap pria pasti memiliki impian untuk mempunyai istri yang baik untuk menjalani sisa hidupnya.

Baca juga : Pengeran Arab: Insyaallah Pandemi Corona COVID-19 Berakhir

Bukan hal yang mengherankan apabila para pria berlomba-lomba mendapatkan wanita yang baik untuk dijadikan istri. Sayangnya banyak Kaum Adam yang lupa atau tidak mengetahui kriteria yang harusnya dimiliki oleh calon pasangan kita yang cocok diajak melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan.

Di dalam banyak kitab fiqih, para ulama menulis beberapa anjuran yang seharusnya juga daftar s128 pulsa menjadi bahan pertimbangan laki-laki dalam memilih pasangan atau calon istrinya.

Untuk itu, setidaknya ada 10 kriteria wanita baik yang layak untuk dijadikan seorang istri berikut ini, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Taat Beragama

Rasulullah SAW bersabda :

“Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kriteria yang harus menjadi bahan pertimbangan seorang lelaki saat memilih calon istri. Kriteria-kriteria tersebut adalah kecantikan, keturunan, kekayaan, dan agamanya. Yang patut dicatat, lelaki yang mengutamakan kriteria agama akan mendapat jaminan dari Allah SWT untuk memperoleh kebahagiaan dalam berkeluarga.

Dalam memilih seorang perempuan untuk dijadikan istri, pertama kali hendaklah kita menilai ketaatannya dalam beragama seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam Hadits di atas.

Tanda utama seseorang dikatakan taat beragama yaitu bila ia dapat menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar. Tentunya juga menjauhi segala larangan yang telah diperintahkan kepadanya.

Berasal dari Keluarga yang Baik

Kriteria kedua ialah berasal dari keluarga yang baik. Tentunya yang dimaksud di sini adalah bagaimana keadaan silsilah keturunannya.

Di samping itu, seorang wanita yang berasal dari keturunan atau keluarga yang baik biasanya juga berasal dari lingkungan yang baik. Sama seperti lelaki, wanita juga lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik.

Lingkungan yang tidak baik ialah kebiasaan, tradisi, dan perilaku yang bertentangan dengan syari’at Islam. Lingkungan masyarakat yang mempunyai tradisi berjudi, membuka praktik pelacuran, gemar minum minuman keras, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya merupakan contoh lingkungan yang tidak baik. Meski bisa saja ada seorang wanita yang tetap menjadi sosok terpuji meski hidup di lingkungan tersebut.

Memang tidak bisa dijadikan sebagai satu kepastian untuk menyimpulkan bahwa setiap perempuan yang tinggal di lingkungan yang buruk otomatis berakhlaq tidak baik. Namun alangkah lebih baiknya untuk memiliki yang berasal dari lingkungan yang baik.

Perawan

Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa:

Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqa’:

“Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Saya menjawab: ” Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: ” Dengan janda atau perawan?” Saya menjawab: ” Janda.” Sabdanya: ” Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?” menjawab: ” Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang ‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut memberikan dorongan kepada kaum laki-laki untuk memilih calon istri yang perawan, yaitu perempuan yang belum pernah bersetubuh atau belum pernah menikah. Perempuan-perempuan yang masih perawan belum pernah mengenal kemesraan dengan laki-laki sehingga hatinya masih polos dan bersih.

Tapi bukan berarti seorang laki-laki muslim tidak boleh memperistri perempuan janda. Sebab keutamaan wanita solehah ada pada ketaatannya beragama.

Penyabar

Kriteria selanjutnya ialah penyabar. Kriteria ini juga sangat logis untuk dipertimbangkan. Apabila laki-laki ditanya, “Apakah tidak mau memiliki istri yang penyabar?”. Jawabannya pasti “ mau” tentunya.

Dalam kisah Asiyah binti Muzaahim radhiyallahu ‘anha, ia beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam hingga akhirnya ia disiksa oleh Fir’aun.

Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:

“Ya Allah, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.

Maka Allah mengabulkan doanya, ia pun hidup di atas keimanan yang sempurna, keteguhan yang sempurna dan keselamatan dari segala fitnah (cobaan).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ كَمَلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ ، وَمَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

“Laki-laki yang sempurna banyak, sedangkan wanita yang sempurna hanyalah Asiyah istri Fira’un dan Maryam bintu Imran, dan sesungguhnya kelebihan Aisyah daripada wanita lain adalah seperti kelebihan makanan tsarid (roti yang direndam dalam kuah) di atas makanan yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabar dalam bahasa Arab artinya lapang dada menerima kepahitan, kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah dan jengkel. Bila seseorang menggerutu menghadapi kesulitan, jengkel dan marah menghadapi rintangan. Dia dikatakan tidak sabar.

Istri yang sabar tidak hanya memberikan semangat dan dorongan hidup kepada suaminya dalam menghadapi segala macam tantangan dan rintangan, ia juga dapat menjaga kehormatan suami di hadapan anak-anak dan orang lain.

Setiap laki-laki perlu memperhatikan sifat calon istrinya. Apakah dia penyabar atau pemarah, tabah menempuh kesulitan atau manja. Hal ini perlu diketahui sebab sifat-sifat buruk banyak berpengaruh dalam hidup berumah tangga. Bukankah tidak ada orang yang mau membangun rumah tangga dengan suasana penuh pertentangan, perselisihan dan permusuhan yang hanya akan menciptakan hidup penuh derita dan nestapa.

Memikat Hati

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 3 :

“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, …”

Ayat tersebut menyebutkan agar laki-laki memilih perempuan yang memikat atau menyenangkan hatinya sebagai istri. Kata-kata yang dipergunakan pada ayat di atas yaitu “thaaba” . Kata ini berarti sifat baik hati, akhlaq dan kepribadian perempuan yang membuat calon suaminya merasa tertarik dan senang.

Tanpa adanya faktor-faktor tadi, rasa tertarik, senang dan terpikat tidak akan muncul. Daya tarik yang utama dan bertahan lama, bahkan sampai akhir hayat, adalah akhlaq dan ketaatan perempuan yang bersangkutan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Istri yang bisa membuat suaminya merasa senang dan tertarik akan semangat untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang sakinah dan damai. Tanpa rasa senang dan terpikat sulit akan tercipta kemesraan dan keintiman dalam hidup berumah tangga.

Setiap laki-laki yang hendak memilih seorang perempuan sebagai calon istri harus bertanya kepada dirinya sendiri apakah hatinya benar-benar merasa senang dan terpikat kepada perempuan tersebut atau tidak. Ia harus jujur menghayati perasaannya sendiri dalam memperhatikan hal-ihwal perempuan yang diminati sebelum melamarnya, apalagi menikahinya.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Tata Cara Berwudu yang Tepat Beserta Niat dan Doa

Cara Tepat dan Niat Doanya

Tata Cara Berwudu – Sebagai umat muslim, kita diwajibkan untuk salat lima waktu. Sebelum salat, kita harus berwudu. Wudu adalah cara membersihkan beberapa anggota badan, Tujuannya supaya kita bisa beribadah dalam keadaan yang suci.

Baca juga : Tingkatan Puasa Menurut Imam Ghazali

Tak asal membersihkan, wudu memiliki urutan yang harus dipatuhi. Berikut ini adalah tata cara, niat dan doa berwudu yang benar.

Membaca Niat

Hal pertama yang dilakukan adalah membaca niat. Niat diartikan sebagai kesungguhan untuk menjalankan wudu karena perintah Allah SWT semata. Ini juga merupakan ajaran dari Rasulullah SAW. Bacalah niat ini dalam hati:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى

“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Saya niat berwudu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah.”

Mencuci Kedua Telapak Tangan

Gerakan pertama adalah mencuci kedua telapak tanganmu. Bersihkan hingga ke sela-sela jari, dimulai dari tangan yang kanan. Lakukan gerakan ini sebanyak tiga kali.

Beberapa orang mengucapkan Basmallah sembari membasuh tangannya. Namun tidak perlu khawatir jika terlupa karena wudumu akan tetap dianggap sah.

Berkumur

Gerakan berikutnya adalah berkumur. Tadahlah tanganmu dan ambil air, kemudian masukkan airnya ke mulutmu. Berkumurlah hingga sisa-sisa kotoran di gigimu hilang! Lakukan kumur-kumur ini sebanyak tiga kali. Buang air kumurnya ke sebelah kiri

Bersihkan Hidung

Basuhlah hidung secara menyeluruh hingga pada bagian dalamnya. Tjuannya adalah untuk menghhilangkan kotoran yang ada didalamnya.

Sebagian orang memilih untuk mengusap bagian dalam dengan jarinya. Sementara sebagian lagi menghirup air kemudian mengeluarkan air di dalam dengan cara memencet hidung. Lakukan sebanyak tiga kali!

Bersihkan Wajah

Ambil air dari keran dengan mengatupkan kedua tanganmu sebagai wadah, kemudian bilaskan ke seluruh wajahmu. Basuhlah wajah dengan gerakan memutar dari tengah ke ujung kepala di mana rambut tumbuh!

Lalu, basuh mengarah ke luar seperti pipi dan terakhir ke bawah dagu. Lakukan gerakan ini sebanyak tiga kali.

Basahkan Tangan Hingga ke Siku

Basuh tanganmu, mulai dari sela jari hingga siku sebanyak tiga kali, masing-masing kanan dan kiri. Basuhlah dengan gerakan memutar hingga keseluruhan tangan terkena air dan mulailah dari tangan kanan! Lakukan gerakan ini sebanyak tiga kali.

Mengusap Kepala

Gerakan berikutnya adalah membasuh kepala. Membasuh yang dimaksud itu bukan diguyur seperti keramas, namun basuhlah dengan sedikit air mulai dari dahi, ujung dahi hingga membasahi sebagian kepala.

Usahakan untuk mengenai kulit kepala. Lakukan hal ini sebanyak tiga kali. Namun, ada juga yang mengusapnya hanya satu kali hingga ke belakang kepala.

Basuh Telinga

Cara membasuhnya adalah dengan memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, sementara ibu jari membasuh daun telinga. Ketika membersihkan, lakukan dengan gerakan memutar, dimulai dari dalam hingga ke luar telinga (daun telinga).

Jangan membasuh dengan air yang terlalu banyak supaya tidak masuk ke dalam telinga dan justru menyebabkan telinga menjadi buntu. Lakukan secara bersamaan antara kanan dan kiri, sebanyak tiga kali.

Membasuh Kedua Kaki

Gerakan terakhir adalah membasuh kaki. Basahi kaki mulai dari telapak hingga pada mata kaki.

Jangan malas untuk mengangkat kakimu dan memasukkan jari tanganmu ke sela-sela jari kaki. Usahakan semua area kaki terkena air dan lakukan gerakan ini sebanyak tiga kali, dimulai dari kaki kanan.

Tertib

Hal terakhir adalah tertib, yaitu kamu melakukan wudu dengan berurutan tanpa ada yang tertinggal. Sama seperti ketika mengawali wudu, maka kamu juga harus menutupnya dengan doa. Bacalah doa berikut ini:

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّالله وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَ الرَّسُولُ الله اَللهُمَّ جْعَلْنِى مِنَ التَّوَّبِيْنَ وَجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِرِ يْنْ وَجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّلِحِيْنْ

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”

Demikianlah tata cara, niat dan doa wudu yang benar untuk panduanmu berwudu. Ayo, coba dicek lagi wudunya! Sudah benar, kah?

Sumber : idntimes.com