Kategori
Spiritual

Punya Keistimewaan, Nabi & Rasul Bisa Bicara Langsung dengan Allah

Hak Istimewah

Allah – Dapat berdialok dengan Allah SWT adalah dambaan bagi setiap umat muslim di dunia. satu cara yang dapat dilakukan untuk berkeluh kesah dan memanjatkan harapan kepada Allah SWT adalah dengan berdoa.

Baca juga : Didi Riyadi hijrah Jelang Bulan Ramadhan

Namun, tidak dengan beberapa orang di muka bumi ini yang dijuluki dengan nabi dan rasul. Seorang nabi dan rasul ialah seorang manusia yang ditunjuk oleh Allah SWT untuk mengemban amanah yang mulia bagi umat manusia dengan diberikannya beberapa keistimewaan.

QS Al-Baqarah : 253

Di dalam Alquran, dijelaskan bahwa terdapat beberapa rasul yang diberi kelebihan untuk menunjukkan kepada manusia jalan kebenaran sesuai perintah Allah SWT. Ayat yang menjelaskan lebih lanjut mengenai keistimewaan tersebut adalah pada QS Al-Baqarah ayat 253 yang berbunyi:

“Tilkarrusulu fadh-dhalnaa ba’dhadum ‘ala ba’dhin minhum man kallamallahu warafa’a ba’dhahum darajaatin waaatainaa ‘iisaabna maryamal bai-yinaati wa-ai-yadnaahu biruuhil qudusi walau syaa-allahu maaqtatalal-ladzina min ba’dihim min ba’di maa jaa-athumul nai-yinaatu walakiniikhtalafuu faminhum man aamana waminhum man kafara walu syaa-allahu maaqtataluu walakinnallaha yaf’alu maa yuriid(u)”

Artinya:
“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus.

Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman da nada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya”.

Tafsir QS Al Baqarah : 253

Dikutip dari Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa di antara para rasul yang dipilih untuk memberikan jalan kebenaran di muka bumi, Allah membukakan kesempatan untuk berbicara langsung kepada-Nya tanpa perantara apapun termasuk malaikat Jibril.

Rasul yang dimaksud ini adalah Nabi Musa AS. Maka dari itu, Nabi Musa di sini dijuluki sebagai Kalimullah yang bermakna, Nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah SWT.

Selain itu, dalam ayat ini juga dijelaskan beberapa keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Isa AS dan Muhammad SAW untuk menyampaikan ajaran dan jalan kebenaran bagi umat manusia pada kala itu.

Nabi Muhammad SAW

Dalam Alquran telah banyak disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul Allah yang terakhir untuk seluruh umat manusia, tidak seperti rasul-rasul sebelumnya yang hanya diutus Allah untuk suatu kaum tertentu.

Alquran menjadi mukjizat terbesarnya sekaligus pedoman yang sempurna bagi umat manusia pada kala itu hingga akhir zaman nanti. Nabi Muhammad SAW juga diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat berbicara langsung tanpa melalui malaikat Jibril atau yang lainnya.

Dilansir dari akun Youtube Al-Bahjah TV, seperti yang dikatakan oleh Imam Nawawi, Imam Farrow, Imam Baqowi, dan Imam Qodiyat bahwasanya Nabi Muhammad SAW melihat dan berbicara kepada Allah SWT dengan mata kepala beliau yang suci.

Rasulullah berdialog dengan  secara langung pada saat peristiwa Isra Miraj yakni peristiwa perjalanan malam Rasulullah dari Mekah ke Masjid Aqsa dan naik ke arsy (langit ke tujuh). Diketahui bahwa pada peristiwa tersebut, Rasulullah mendapatkan perintah untuk shalat 50 waktu.

Kemudian, saat Rasulullah turun dari Arsy dia berdialog dengan Nabi Musa terkait dengan hal tersebut. Nabi Musa lantas memberikan pendapat agar Rasulullah meminta kepada Allah SWT agar jumlah waktu salat bagi umat manusia dikurangi. Kemudian Rasulullah kembali naik untuk berdialog dengan Allah SWT di Sidrotulmuntaha, tempat yang telah dipersiapkan khusus untuk Rasulullah SAW. Alhasil, mengabulkan permohonan Rasulullah, dari salat 50 waktu menjadi lima waktu.

Nabi Musa AS

Sama halnya dengan Rasulullah SAW, Nabi Musa AS juga mendapat keistimewaan untuk berdialog dengan Allah SWT secara langsung. Namun lain halnya dengan Rasulullah, Nabi Musa yakni berdialog dengan ketika Nabi Musa sedang berada di Bukit Tursina.

Dikutip dari dream, Nabi Musa pada saat itu naik ke Bukit Tursina setelah menyempurnakan 40 malam dengan berpuasa dan beribadah di atas bukit tersebut.

Pada peristiwa inilah Allah SWT berfirman dan menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa AS.

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhannya telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah musa, ‘Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau..” (QS Al-A’raf: 143).

Nabi Adam AS

Nabi Adam AS juga merupakan salah satu nabi yang diberi keistimewaan untuk berbicara langsung kepada Allah SWT. Hal ini lantaran Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan  dan ditempatkan di surga bersama Hawa.

Setelah terusir dari surga dan diturunkan ke bumi karena godaan iblis. Nabi Adam AS pun mendapatkan pesan secara langsung dari Allah SWT. Dikutip dari Dream, Imam Ar Razi dalam kitab Tafsir Ar Razi menjelaskan bahwa berpesan kepada Nabi Adam AS untuk selalu menyembah-Nya, adanya pembalasan di setiap perbuatannya dan keturunannya, perintah untuk berdoa, dan anjuran untuk berbuat baik kepada sesama.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *