Kategori
Society

Penyebab Masyarakat Jarang Transaksi ke Bank

Ini Penyebab Masyarakat Makin Jarang Transaksi ke Kantor Bank

Penyebab Masyarakat Jarang Transaksi ke Bank – Meskipun produk jasa keuangan seperti produk perbankan sudah dinikmati oleh banyak masyarakat Indonesia, namun kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum mengenal apalagi menggunakannya.

Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia (BRI) Amam Sukriyanto mengungkapkan, faktor yang membuat masyarakat semakin jarang bertransaksi di kantor cabang BRI di antaranya karena pesatnya pertumbuhan transaksi menggunakan e-channel BRI, salah satunya melalui Agen BRILink yang mencapai 422.160 agen di seluruh Indonesia.

“Hingga akhir tahun 2019, jumlah transaksi finansial Agen BRILink mencapai 521 juta transaksi, atau tumbuh 37,6 persen year on year (yoy). Pertumbuhan yang pesat ini disebabkan pengembangan fitur secara terus-menerus sehingga masyarakat semakin dimudahkan dalam transaksi keuangan sehingga tidak perlu lagi datang ke kantor cabang konvensional,” tambahnya.

1. Agen BRILink mempunyai fleksibilitas terkait jam pelayanan ketimbang kantor cabang BRI

Amam menjelaskan beberapa alasan mengapa masyarakat mulai beralih bertransaksi melalui Agen BRILink ketimbang di kantor cabang konvensional.

“Yang pertama, tentunya akses atau faktor kedekatan dengan tempat tinggal berpengaruh. Di samping itu, apabila nasabah bertransaksi di Agen BRILink tidak perlu dandan atau berpakaian rapi, serta Agen BRILink mempunyai fleksibilitas dalam hal jam pelayanan dibandingkan dengan kantor cabang BRI,” tutur Amam.

2. Agen BRILink semakin mendekatkan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat

Agen BRILink menyediakan layanan keuangan tanpa kantor (branchless banking) yang terbukti mendukung keuangan inklusif di tengah masyarakat. Keberadaannya telah mengurangi transaksi di jaringan kantor konvensional milik BRI.

Hingga akhir tahun 2019, tercatat transaksi di kantor cabang BRI menjadi 10,1 persen dari seluruh total transaksi atau turun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 14,9 persen.

Perluasan cakupan wilayah juga memengaruhi pesatnya pertumbuhan transaksi finansial Agen BRILink. Saat ini Agen BRILink sudah terdapat di 51.661 desa di seluruh Indonesia yang tentunya semakin mendekatkan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.

3. Masyarakat semakin menggemari transaksi digital banking milik BRI

Faktor lain yang membuat nasabah BRI kian malas mendatangi kantor cabang ialah layanan digital banking milik BRI. Transaksi mobile banking BRI tercatat sebesar 370,5 juta. Transaksi atau tumbuh 16,7 persen yoy. Sedangkan internet banking BRI tercatat 1,1 miliar transaksi yang tumbuh 103,4 persen yoy hingga akhir tahun 2019.

Hal tersebut mencerminkan bahwa masyarakat semakin menggemari transaksi digital banking milik BRI yang menawarkan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan.