Kategori
Spiritual

7 Keunggulan dari Ajaran Agama Buddha, Belas Kasih Universal

Keunggulan dari Ajaran Agama Buddha

Keunggulan dari Ajaran Agama Buddha – Buddha diagungkan bukan karena kekayaannya, keindahannya ataupun lainnya. Beliau diagungkan karena kebaikan, kebijaksanaan, dan pencerahannya. Inilah alasan dari mengapa kita, seorang Buddhis, menganggap ajaran Buddha sebagai ajaran hidup tertinggi.

Baca juga : Amalan Sunah yang Baik Dilakukan Pada Saat Hari Raya Idul Fitri

Apa sajakah keunggulan-keunggulan yang menumbuhkan kekaguman kita terhadap ajaran Buddha?

Tidak Ada Perbedaan Kasta

Buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik atau jahat bukan karena kasta atau status sosial, bukan pula karena percaya atau menganut suatu kepercayaan. Seseorang baik atau jahat karena perbuatannya. Dengan berbuat jahat, seseorang menjadi jahat, dan dengan berbuat baik, seseorang menjadi baik. Setiap orang, apakah ia raja, orang miskin atau pun orang kaya, bisa masuk surga atau neraka, atau mencapai Nibbana, dan hal itu bukan karena kelas atau pun kepercayaannya.

Mengajarkan Belas Kasih yang Universal

Buddha mengajarkan kita untuk memancarkan metta (kasih sayang dan cinta kasih) kepada semua makhluk tanpa kecuali. Terhadap manusia, janganlah membedakan bangsa. Terhadap hewan, janganlah membedakan jenisnya. Metta harus dipancarkan kepada semua hewan termasuk yang terkecil seperti serangga.

Tidak Sorangpun Diperintahkan untuk Percaya

Sang Buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk mempercayai ajaranNya. Semua adalah pilihan sendiri, tergantung pada hasil kajian masing-masing individu. Buddha bahkan menyarankan, “Jangan percaya apa yang Kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan kebijaksanaanmu sendiri secara cermat dan teliti apa yang Kukatakan.” Ajaran Buddha tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan dan kritik-kritik terhadap ajaranNya. Jelaslah bagi kita bahwa ajaran Buddha memberikan kemerdekaan atau kebebasan berpikir.

Diri Sendiri Sabagai Pelindung

Buddha bersabda, “Jadikanlah dirimu pelindung bagi dirimu sendiri. Siapa lagi yang menjadi pelindungmu? Bagi orang yang telah berlatih dengan sempurna, maka dia telah mencapai perlindungan terbaik.”

Ini bisa dibandingkan dengan pepatah bahasa Inggris, “God helps those who help themselves” –Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri. Inilah ajaran Buddha yang menyebabkan umat Buddha mencintai kebebasan dan kemerdekaan, dan menentang segala bentuk perbudakan dan penjajahan.

Buddha tidak pernah mengutuk seseorang ke neraka atau pun menjanjikan seseorang ke surga, atau Nibbana; karena semua itu tergantung akibat dari perbuatan tiap-tiap orang, sementara Buddha hanyalah guru atau pemimpin. Seperti tertulis dalam Dhammapada, “Semua Buddha, termasuk Saya, hanyalah penunjuk jalan.” Pilihan untuk mengikuti jalanNya atau tidak, tergantung pada orang yang bersangkutan.

Ajaran yang Suci

Yang dimaksudkan di sini adalah ajaran tanpa pertumpahan darah. Dari awal perkembangannya sampai sekarang, lebih dari 2500 tahun –ajaran Buddha tidak pernah menyebabkan peperangan. Bahkan, Buddha sendiri melarang penyebaran ajaranNya melalui senjata dan kekerasan.

Ajaran yang Damai Tanpa Memonopoli Kedudukan

Dalam Dhammapada, Buddha bersabda, “Seseorang yang membuang pikiran untuk menaklukkan orang lain akan merasakan kedamaian.” Pada saat yang sama, Beliau memuji upaya menaklukkan diri sendiri. Beliau berkata, “Seseorang yang menaklukkan ribuan orang dalam perang bukanlah penakluk sejati. Tetapi seseorang yang hanya menaklukkan seorang saja yaitu dirinya sendiri, dialah pemenang tertinggi.”

Di sini, menaklukkan diri sendiri terletak pada bagaimana mengatasi kilesa (kekotoran batin). Andaikan semua orang menjadi umat Buddha, maka diharapkan manusia akan beroleh perdamaian dan kebahagiaan. Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus dianggap sebagai sahabat atau saudara dalam kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian. Beliau juga mengajarkan semua umat Buddha untuk tidak menjadi musuh orang-orang tidak satu keyakinan atau pun menganggap mereka sebagai orang yang berdosa. Beliau mengatakan bahwa siapa saja yang hidup dengan benar, tak peduli kepercayaan apapun yang dianutnya, mempunyai harapan yang sama untuk memperoleh kebahagiaan di kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang. Sebaliknya, siapapun yang menganut ajaran Buddha tetapi tidak mempraktikkannya, hanya akan memperoleh sedikit harapan akan pembebasan dan kebahagiaan.

Dalam ajaran Buddha, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencapai kedudukan yang tinggi. Dengan kata lain, setiap orang dapat mencapai Kebuddhaan.

Hukum Sebab dan Akibat

Buddha mengajarkan bahwa segala sesuatu muncul dari suatu sebab. Tiada suatu apapun yang muncul tanpa alasan.

Kebodohan, ketamakan, keuntungan, kedudukan, pujian, kegembiraan, kerugian, penghinaan, celaan, penderitaan –semua adalah akibat dari keadaan-keadaan yang memiliki sebab.

Akibat-akibat baik muncul dari keadaan-keadaan yang baik, dan akibat buruk muncul dari penyebab-penyebab buruk pula. Kita sendiri yang menyebabkan keberuntungan dan ketidakberuntungan kita sendiri. Tidak ada Tuhan atau siapapun yang dapat melakukannya untuk kita. Oleh karena itu, kita harus mencari keberuntungan kita sendiri, bukan membuang-buang waktu menunggu orang lain melakukannya untuk kita. Jika seseorang mengharapkan kebaikan, maka dia hanya akan berbuat kebaikan dan berusaha menghindari pikiran dan perbuatan jahat.

Prinsip-prinsip sebab dan akibat; suatu kondisi yang pada mulanya sebagai akibat akan menjadi sebab dari kondisi yang lain, dan seterusnya seperti mata rantai. Prinsip ini sejalan dengan pengetahuan modern yang membuat ajaran Buddha tidak ketinggalan zaman daripada kepercayaan-kepercayaan lain di dunia.

Sumber : indonesianbuddhistsociety.wordpress.com

Kategori
Spiritual

Amalan Sunah yang Baik Dilakukan Pada Saat Hari Raya Idul Fitri

Amalan Sunah yang Baik Dilakukan

Amalan Sunah yang Baik DilakukanIdul Fitri merupakan hari kemenangan yang banyak ditunggu oleh umat Islam setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Banyak keutamaan yang bisa diraih di hari raya umat muslim itu.

Baca juga : WNI di AS Hina Nabi Muhammad, Ustaz Adi Hidayat Beraksi

Meski berlangsung di tengah pandemi virus corona Covid-19, perayaan hari Raya Idul Fitri diharapkan tidak kehilangan maknanya. Umat Islam juga diharapkan live22 deposit pulsa tidak kehilangan keutamaan Idul Fitri dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Fatwa tersebut menjelaskan tentang dasar dan tata cara melaksanakan salat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona. Masyarakat yang berada di zona merah penyebaran virus corona diimbau melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing untuk mencegah penularan.

Baca juga : Pemkot Makasar Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid

Dalam Fatwa MUI No 28 Tahun 2020 juga disampaikan amalan sunah yang dapat dikerjakan selain Salat Idul Fitri.

  • Mandi dan Potong Kuku
  • Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian
  • Makan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri
  • Mengumandangkan takbir hingga menjelang salat Idul Fitri
  • Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang salat Idul Fitri
  • Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id)

Waktu Manusia Bagaikan Rembulan

Rembulan membesar hingga menjadi purnama, mengecil, lalu akhirnya menghilang dari pandangan. Lantas, pelajaran apa yang dapat dipetik dari sana? Menurut cendikiawan muslim Quraish Shihab, jawaban pertanyaan itu ada dalam Alquran.

“Alquran menjawab, itulah waktu-waktu manusia. Demikian perjalanan hidup manusia, dari janin yang tak nampak,” kata Quraish Shihab.

Berawal dari bayi, remaja, lalu dewasa dan sempurna umur bagai purnama. Hingga pada satu titik, mulai melemah, menurun dan akhirnya menghilang dari pentas bumi.

“Itulah pelajaran dari rembulan yang harus menyadarkan kita semua. Semoga kita semua dapat sadar,” tutup Quraish Shihab di akhir renungannya.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

WNI di AS Hina Nabi Muhammad, Ustaz Adi Hidayat Beraksi

WNI di AS Hina Nabi Muhammad

WNI di AS Hina Nabi MuhammadRasulullah SAW merupakan junjungan untuk umat beragam Islam yang sangat diagungkan. Pribadi dan aklaknya dikatakan sebagai cerminan dari AL-Quran. Namun, hal ini justru menjadi hak yang dianggao berbeda bagi sebagian orang.

Baca juga : Pemkot Makasar Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid

Tidak hanya berbeda pendapat, seorang perempuan membuat pernyataan yang tidak baik terkait Rasulullah SAW dan istrinya Siti Aisyah.

Hinaan kepada Nabi Muhammad dan Aisyah ini dilontarkan dari seorang perempuan yang diketahui bernama Julie Chaniago. Julie merupakan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Amerika Serikat.

Dalam video yang beredar luas di masyarakat tersebut, ia mengungkapkan rasa heran atas dipilihnya Aisyah menjadi istri Rasulullah pada usia yang masih belia. Menurut dia, yang terjadi adalah pernikahan antara orang dewasa dan anak-anak.

“Itu kan kenapa Allah memberikan bocah menikmati pria dewasa. Itu ya karena Allah-nya ya Muhammad. Hanya cerita Muhammad aja,” ungkapnya sembari tertawa.

Penjelasn dari Ustaz Adi Hidayat

Mengetahui hal ini, seketika Ustaz Adi Hidayat langsung menanggapi hinaan kepada Rasulullah tersebut. Dalam video tanggapan yang beredar luas, Ustaz Adi Hidayat memberikan contoh RA. Kartini yang usianya juga tergolong masih muda pada saat menjadi seorang istri.

“Saya tanya begini deh, di zaman-zaman dulu ya RA. Kartini berapa usia saat dipingit? Masih belia. Masih belia, kan? Dipingit kemudian baru lantas dinikahi saat usia balig. Sekarang Anda dengan manusia biasa saja tidak bincangkan karena takut dengan manusia. Kenapa Anda berani mencela Rasulullah SAW dengan Sayyidah Aisyah,” jelasnya heran.

Ustaz Adi Hidayat juga meminta kepada semua orang agar berhati-hati dalam berbicara apabila tidak mengetahui ilmu atau kisah yang ada di balik sesuatu yang terjadi.

“Kalau enggak paham ilmunya belajar dulu. Khawatir salah ucap, karena itu jangan sembarangan mengatakan sesuatu,” tambah Ustaz Adi Hidayat.

Hikmah Kisah Nabi Muhammad dan Aisyah

Selain itu, Ustaz Adi Hidayat juga memberikan nasihat terkait dengan kisah Rasulullah dengan istrinya Aisyah. Ustaz menjelaskan, bahwasannya Rasulullah menikahi Aisyah sebagai istrinya pada saat usianya yang telah baligh.

Tidak hanya itu, beberapa tindakan Rasulullah yang kini menjadi sunah yang diturunkan melalui hadis tidak lain lantaran Aisyah seorang istri yang cerdas untuk mengetahui dan meriwayatkan sunah Rasulullah atas hal-hal yang berada di dalam rumahnya.

“Ternyata Aisyah anak yang cerdas. Setelah dewasa, disampaikanlah semua itu. Jadi guru, meriwayatkan hadis-hadis Nabi yang jarang didapatkan di luar rumah, sebab enggak semua orang bisa masuk rumah,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa sikap tegas merupakan salah satu tanggapan ketika ada seseorang yang menghina Rasulullah, terlebih Allah. Kendati demikian, doa juga menjadi salah satu hal yang dipanjatkan agar seseorang tersebut dapat diampuni dosanya dan mendapatkan hikmah dari tindakan yang dilakukannya. Karena itu, ia mendoakan orang yang menghina Rasulullah dan Sayyidah Aisyah tersebut agar menyadari kekhilafannya.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Pemkot Makasar Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid

Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid

Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid – Pemerintah Kota Makasar membolehkan warganya untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di Masjid. izin itu diberikan dengan berbagai syarat dan ketentuan, meski saat ini berada di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga : Doa Niat Zakat Fitrah Sendiri dan Keluarga yang Diwakilkan

“Bisa semua di masjid dan di masjid masing-masing. Kenapa bukan di lapangan? Dikhawatirkan datang dari berbagai orang, nah ini yang kita tidak ingin kan ada ‘cross contact’,” ucap Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf, Senin (18/5/2020).

Syarat dan ketentuan itu adalah menjalankan protokol kesehatan yakni jaga jarak, mengenakan masker dan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk masjid. Jika syarat itu tidak dipenuhi maka masjid tersebut tidak diizinkan menggelar salat Id.

Sagala Syarat dan Ketentuan

“Salat Id juga seperti itu. Kita mungkin akan putuskan sebentar, tapi intinya kita akan daftar idn poker lakukan protokol kesehatan. Dan satu hari sebelumnya kita melakukan sosialisasi SOP-nya. Masing-masing masjid harus ada pemeriksaan suhu tubuh,” kata Yusran.

Yusran menjelaskan bahwa syarat lainnya adalah jemaah masjid yang diperbolehkan menggelar salat Idul Fitri hanya boleh salat Id di masjid yang berada di dekat rumahnya masing-masing. Alasannya adalah masjid yang berada di pemukiman warga termasuk wilayah kompleks atau perumahan, warganya sudah mengenal satu sama lain.

“Masjid masing-masing relatif orang sudah saling kenal, dan kita sudah pantau ternyata masjid kompleks itu sudah menerapkan (protokol kesehatan), mereka menjamin dan bertanggung jawab disitu,” papar dia.

Yusran juga menuturkan bahwa jika ternyata masjid tidak cukup menampung jemaah, maka salat Id juga boleh dilakukan di pekarangan masjid tersebut. Namun sebelum shalat, seluruh jamaah harus dites suhu tubuhnya.

“Di masjid dan perkarangannya bisa digunakan dan kita berharap penanganan kesehatan bisa maksimalkan, kita berdoa semoga segera diangkat ini virus,” ujarnya.

Keputusan Pemkot Maksar

Keputusan izin salat Idul Fitri di Masjid itu diambil oleh Pemkot Makasar setelah melakukan rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar yang melibatkan unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan, dan MUI. Pertemuan yang digelar di Ruang Sipakatau. Kantor Wali Kota Makassar menghasilkan beberapa poin penting yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pada rapat selanjutnya.

“Pada umumnya para ulama mengatakan telah rindu dengan masjid, namun pada dasarnya akan tetap mengikuti instruksi pemerintah,” kata Yusran.

Berdasarkan data yang diterima Liputan6.com, provinsi Sulawesi Selatan hingga kini menjadi pemuncak kasus positif Covid-19. Pulau Jawa per tanggal 17 Mei 2020, dengan jumlah 951 kasus terkonfirmasi positif, 1.467 PDP dan 4.693 ODP. Semantara jumlah kasus terbesar di Sulawesi Selatan terjadi di Kota Makassar yang mencapai 599 kasus. Rincian 313 orang masih dirawat, 243 sembuh dan 43 lainnya meninggal dunia. Sementara Pasen Dalam Pengawasan atau PDP mencapai 825 kasus dan Orang Dalam Pemantauan atau ODP mencapai 931 kasus.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Doa Niat Zakat Fitrah Sendiri dan Keluarga yang Diwakilkan

Doa Niat Zakat Fitrah Sendiri dan Keluarga

Doa Niat Zakat Fitrah Sendiri dan Keluarga – Membayar zakat fitrah merupakan penyempurnaan ibadah puasa Ramadhan. Zakat fitrah juga masuk ke dalam salah satu dari limu rukun islam. Tidak heran, di penghujung Ramadhan ini banyak sekali umat Islam yang mencari doa niat zakat ftrah.

Baca juga : Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui, Jaminan Bebas Pandemi COVID-19

Seluruh amal ibadah memang wajib melibatkan niat. Tidak hanya pada ibadah wajib saja, ibadah sunnah juga harus melibatkan niat. Begitu pula pada pelaksanaan zakat fitrah bagi seluruh orang muslim dan muslimah.

Niat Zakat Sendiri

Adapun doa niat zakat fitrah untuk diri sendiri sebagai berikut:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Seluruh Keluarga

Sementara, doa niat zakat fitrah untuk semua anggota keluarga termasuk diri sendiri yakni sebagai berikut:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

Zakat Fitrah untuk Istri dan Anak

Berbeda lagi dengan bacaan niat seorang suami membayar zakat fitrah istri dan anaknya. Berikut niat zakat fitrah untuk istri dan anaknya:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Untuk Anak Laki-laki

Adapun saat seorang seorang ayah membayarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakinya. Berikut doa niat zakat fitrah untuk anak laki-laki yang bisa dilafalkan:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi (…..) fardhan lillahi ta’ala”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Anak Perempuan

Begitu pula dengan anak perempuan. Seorang ayah harus melafalkan doa niat zakat fitrah sebagai berikut:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti (…..) fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Orang Lain yang Diwakilkan

Berbeda lagi dengan seseorang yang membayarkan zakat untuk orang lain yang diwakilkan. Berikut doa niat zakat fitrah untuk orang lain yang diwakilkan.

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk … (sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Orang yang Menerima Zakat Fitrah

Ada beberapa kategori seseorang yang berhak menerima zakat fitrah.

Al-Masakin: Diterjemahkan sebagai ‘orang miskin’, di mana mereka merupakan orang-orang yang sangat miskin dan tidak memiliki harta kekayaan sama sekali. Mereka bahkan perlu meminta makanan, tempat tinggal hingga pakaian ke orang lain.

Fuqara’: Diterjemahkan sebagai ‘miskin’, di mana orang-orang ini memiliki sejumlah uang namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Ar-Riqaab: Ini merupakan budak yang tuannya sudah menyetujui untuk membebaskan mereka dengan pembayaran dalam jumlah tetap. Zakat bisa digunakan untuk membeli kebebasan mereka.

Amil Zakat: Ini merupakan orang-orang yang ditunjuk oleh Kepala Negara Islam atau pemerintah untuk mengumpulkan zakat. Otoritas memberikan mereka bayaran sebagai imbalan pekerjaan mereka dalam mengumpulkan, mencatat, menjaga, membagikan hingga distribusi zakat.

Mu’allaf: Diterjemahkan sebagai seseorang yang baru saja menjadi seorang muslim atau muslimah. Selain itu, bisa juga mereka yang dalam keadaan begitu putus asa dan mereka takut beralih ke kejahatan bila tidak membantu.

Ibnus-Sabeel: Diterjemahkan sebagai ‘musafir’. Ini merupakan para pelancong yang terdampar di tanah asing dan membutuhkan uang. Orang-orang ini bisa menerima zakat bila tujuan berpergian mereka sah.

Fi Sabeelillah: Ini merupakan orang-orang yang jauh dari rumah karena berada di jalan Allah SWT. Mulai dari jihad, terdampar dalam haji hingga mencari ilmu bisa mendapatkan bantuan zakat bila memang membutuhkan.

Al Ghaarimeen: Ini merupakan para pengutang. Di mana orang-orang terbebani oleh utang karena kebutuhan sosial ataupun pribadinya. Orang-orang ini bisa mendapatkan zakat fitrah bila mereka memang tidak memiliki cukup uang di luar kebutuhan dasar untuk membayar utang. Bantuan diberikan pada mereka yang mungkin sudah mendapatkan utang akibat dari kewajiban sosial berupa mendukung anak yatim ataupun merenovasi sekolah. Namun, dengan syarat utang tersebut tidak diciptakan untuk tujuan yang berdosa atau tidak Islami.

Besaran Zakat Fitrah yang Dikeluarkan

Menurut para ulama sesuai dengan penafsiran hadits, besaran zakat fitrah yang dikeluarkan yakni satu sha’ (1 sha’ = 4 mud, 1 mud = 675 gram). Sederhananya, satu sha’ setara dengan sekitar 3,5 liter atau 2,7 kg makanan pokok. Bisa memberikan makanan pokok berupa tepung, gandum, kurma aqith atau makanan pokok yang kerap dikonsumsi di wilayah bersangkutan (Mazhab syafi’i dan Maliki).

Melansir dari Badan Amil Zakat Nasional, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk makanan pokok atau beras sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter tiap orang. Kualitas makanan pokok itu juga harus disesuaikan dengan kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Bila tidak ingin dengan makanan pokok, kalian bisa membayarnya dalam bentuk uang tunai senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Sumber : merdeka.com

Kategori
Spiritual

Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui, Jaminan Bebas Pandemi COVID-19

Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui

Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui – Masyarakat badui yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga sampai detik ini terbebas dari pandemi virus corona. Karena belum lama ini selama tiga bulan menjalani pelaksanaan tirual Kawalu.

Baca juga : Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri di Rumah, Dicatat

“Dimana ritual Kawalu itu, warga Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cikeusik, Cibeo dan Cikawartana tertutup bagi pengunjung maupun wisatawan,” kata Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija di Lebak, Minggu (17/5/2020).

Pemukiman masyarakat Badui hingga kini relatif sepi dan tidak ada pengunjung maupun wisatawan saat pandemi COVID-19.

Masyarakat Badui yang berpenduduk kurang lebih 11.600 jiwa tetap menjalani kehidupan seperti biasa, mereka pergi ke ladang-ladang live22 apk android untuk mengembangkan budi daya pertanian pangan, hortikultura dan palawija.

Selain itu juga mereka membudidayakan madu lebah, gula aren dan memproduksi kerajinan kain tenun.

Dilansir Antara, selama ini, kata dia, masyarakat Badui belum ditemukan warganya terpapar positip terjangkit COVID-19.

“Kami menjamin pemukiman Badui terbebas dari penyakit yang mematikan itu juga melakukan penjagaan agar pengunjung yang hendak masuk ke tanah hak ulayat Badui dilakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, selama pandemi virus Corona tentu warga Badui pun tidak boleh pergi ke luar daerah, terlebih Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor sebagai daerah zona merah penyebaran COVID-19.

Begitu juga warga Badui yang kini tinggal di perantauan di luar daerah diminta segera pulang ke kampung, namun sebelum kembali ke kampung halaman tentu diwajibkan menjalani pengecekan kesehatan di Puskesmas setempat.

Pemeriksaan kesehatan itu diantaranya untuk mencegah penularan pandemi COVID-19.

“Kami minta warga Badui agar tetap berada di ladang maupun rumah guna mencegah pademi COVID-19 itu,” katanya menjelaskan.

Belum Temukan COVID-29

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullahami mengatakan selama ini warga Lebak belum ditemukan positif COVID-19, termasuk masyarakat Badui.

Pemerintah daerah mengoptimalkan sosialisasi edukasi tentang bahaya COVID-19. Melaksanakan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah dengan menggunakan masker. Mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, berada di rumah dan menghindari dari keramaian.

Selain itu juga memperketat jalur pemudik di 10 posko perbatasan. Menolak pemudik dari zona merah COVID- 19 yang sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kami bekerja keras agar Lebak dan warga Badui terbebas dari pandemi COVID-19,” katanya.

Berdasarkan data pada laman siagacovid19 lebakkab.go-id. Sabtu (16/5) jumlah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Tercatat 539 orang terdiri dari 36 orang dalam status pemantauan dan 503 orang dalam status aman.

Jumlah warga dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat 26 orang. Terdiri dari 14 orang berstatus pengawasan, 6 orang berstatus aman dan 6 meninggal serta 41 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri di Rumah, Dicatat

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul Fitri

Tata Cara Khotbah Usai salat Idul FitriSalat Idul Fitri pada tahun ini dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah saja karena diakibatkan oleh pandemi virus corona. Hal ini seperti imbauan yang disampaikan oleh pemerintah melalui Menteri Agam Fachrul Razi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Baca juga : Niat Mandi Sunnah Idul Fitri Lengkap dengan Caranya Sesuai Ajaran Islam

Panduan Khotbah Dirumah

Dikutip Liputan6.com dari laman resmi MUI, www.mui.or.id, Sabtu (16/5/2020), fatwa tersebut di antaranya berisi niat serta tata cara pelaksanaan Idul Fitri di rumah, baik berjemaah maupun sendiri.

Baca juga :Kota Besar di Dunia Tempat Orang Penganut Aliran Sesat

Tak hanya itu, MUI juga mengeluarkan panduan khotbah Idul Fitri, mengingat salat Idul Fitri pada tahun ini yang dilakukan di rumah.

“Khotbah Id hukumnya sunah yang merupakan kesempurnaan salat Idul Fitri. Khotbah Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak,” tulis fatwa MUI.

Cara Khotbah Idul Fitri

1. Khotbah Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan salat Idul Fitri.

2. Khotbah Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilaksanakan dengan berdiri, dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

Baca juga : Jenis-jenis Sedekah Sebagai Ladang Pahala Bulan Ramadhan

3. Khotbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
  • Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Membaca ayat Alquran.

4. Khotbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
  • Membaca salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad”.
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Mendoakan kaum muslimin.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Niat Mandi Sunnah Idul Fitri Lengkap dengan Caranya Sesuai Ajaran Islam

Niat Mandi Sunnah Idul Fitri

Niat Mandi Sunnah Idul FitriIdul Fitri merupakan salah satu hari raya yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia ini. Sudah sepantasnya umat Islam menyambut hari raya ini dengan suka cita dan perasaan yang bahagia.

Baca juga : Kota Besar di Dunia Tempat Orang Penganut Aliran Sesat

Salah satu hal yang dapat dilakukan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah mandi yang disunnahkan untuk membersihkan diri dan tampil secara maksimal di hadapan Allah SWT. Simak ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Salat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam untuk merayakan hari kemenangan setelah berhasil melawan hawa nafsu melalui berpuasa selama satu bulan penuh.

Ibadah ini termasuk salah satu ibadah sunnah muakad yang berarti apabila dikerjakan akan menambah pahala. Sebaliknya, apabila tidak dikerjakan maka seorang muslim juga tidak akan mendapatkan dosa.

Kendati demikian, hukum sunnah muakad juga berarti merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan agar mendapatkan kebaikan serta meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Hukum Mandi Sunnah Idul Fitri

Mandi sebelum shalat Idul Fitri tidak diwajibkan untuk dilakukan. Namun, hal ini akan menjadi tambahan pahala apabila dilaksanakan dengan niat yang sungguh-sungguh. Kendati demikian, apabila hal ini tidak dilakukan juga tidak akan menimbulkan dosa.

Sesuai dengan hadist terkait mandi sunnah Idul Fitri, dijelaskan bahwa Rasulullah daftar s128 pulsa melakukan mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat dua rakaat pada Hari Raya Idul Fitri sebagaimana berikut ini.

“Bahwasannya Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ibnu Majah)

Sementara itu, waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri adalah sebelum ataupun setelah dikerjakannya shalat Subuh di pagi hari. Namun sesuai ajaran agama Islam, mandi sunnah sebelum shalat Idul Fitri ini dapat dikerjakan mulai tengah malam. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan Syekh al-Baijuri berikut ini.

“Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) pada tengah malam.” (Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja dalam al-Ilmiyyah, 1999).

Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Fitri

Sebelum mengetahui tata cara mandi Idul Fitri sesuai sunnah, maka yang patut diketahui terlebih dahulu adalah bacaan niatnya. Berikut bacaan niat mandi sunnah Idul Fitri.

“Nawaitul ghusla li ‘idil fithri sunnatan lillahi ta’alaa.”

Artinya:
“Saya niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Sunnah

Sama halnya dengan tata cara mandi wajib pada umumnya, tata cara mandi sunnah Idul Fitri ini yaitu siram seluruh tubuh menggunakan air bersih.

Sebelum mengguyurkan air ke seluruh tubuh, maka langkah pertama yang dilakukan adalah membaca niat mandi sunnah shalat Idul Fitri dengan sungguh-sungguh untuk mengharap berkah dari Allah SWT.

Setelah itu, siram seluruh tubuh menggunakan air bersih yang mengalir mulai dari atas ke bawah. Lalu setelah itu, dimulai kembali dari kanan hingga anggota badan yang berada di sebelah kiri. Setelah selesai, kemudian dapat dilanjutkan dengan mandi seperti biasa.

Sunnah Lain Sebelum Sholat Idul Fitri

Selain mandi, sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum berangkat shalat Idul Fitri yakni meliputi:

  • Memakai wewangian bagi laki-laki.
  • Mengumandangkan takbir.
  • Mengenakan pakaian terbaik untuk shalat Idul Fitri.
  • Makan sebelum berangkat shalat Idul Fitri ataupun sebelum mandi sunnah.
  • Berjalan kaki bersama keluarga menuju lokasi shalat Idul Fitri berjama’ah.
  • Melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan atau semacamnya.
  • Mengajak semua anggota keluarga ke lokasi shalat Idul Fitri.

Sumber : merdeka.com

Kategori
Spiritual

Kota Besar di Dunia Tempat Orang Penganut Aliran Sesat

Tempat Orang Penganut Aliran Sesat

Tempat Orang Penganut Aliran Sesat – Aliran sesat atau sekte kini telah banyak dijalani oleh masyarakat. Berbagai hal yang menjadi alasan untuk mempercayai apa yang mereka anut.

Mereka menganggap apa yang terjadi di dunia ini tak bisa dijembatani oleh hadirnya agama tertentu. Kemudian mereka membuat sebuah agama tersendiri yang dirasa sudah sesuai dengan pemikiran mereka.

Baca juga : Jenis-jenis Sedekah Sebagai Ladang Pahala Bulan Ramadhan

Sayangnya, beberapa dari penganut sekte tersebut tidak memiliki pemikiran yang sangat baik. Bahkan banyak dari ajaran mereka yang cenderung ke arah sesat. Bahkan bisa membahayakan nyawa pengikutnya sendiri.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kota di dunia ini yang menganut aliran sesat:

Pergamon, Turki

Di Turki terdapat sebuah kota hilang bernama Pergamon yang memiliki kuil besar. Pada era Judeo-Christian, orang Pagan -masyrakat saat waktu itu mempercayai kuil besar tersebut adalah tempat untuk melakukan beberapa ritual memanggil setan.

Di sanalah, mereka menyembah para dewa-dewi yang dianggap sebagai jelmaan setan. Orang lain juga beranggapan bahwa kuil Pegamon adalah tempat dewa-dewi berkumpul.

Kepercayaan ini juga telah ditulis oleh John Patmos pada bukunya yang yang mengatakan kuil Pergamon merupakan kerjaan setan.

Amityville, New York

Pasti Anda tidak asing lagi dengan kota yang terletak di Long Islan New York ini. Seperti kisahnya yang nyata dan telah diangkat di beberapa film, hingga saat ini tempat tersebut masih mistis karena dipercayai ada aliran sesat oleh orang-orang di Amityville.

Pada tahun 1974, Ronald DeFeo yang mengaku dirasuki setan dan membunuh keluarga dengan senapan di kediamannya. Di tempat yang sama, ada cerita lain yang memiliki kisah sama dengan keluarga DeFeo.

Kasus yang terjadi ialah pembunuhan dimana seorang pria membunuh temannya gracegospelwa.org dengan sadis dan kerabat temannyya. Menurut kabar beredar, pria pembunuh tersebut merupakan penganut dari aliran sesat.

Bolsevor, Inggris

Di kota Bolsevor terkenal dengan restoran, tempat minum dan perpustakaannya yang bagus. Namun, di balik kelebihan indahnya kota tersebut ternyata memiliki komunitas penganut setan yang terbesar di Inggris.

Pada sensus yang dilakukan pada 2011, tercatat sebanyak 76.000 penduduk kota merupakan penganut satanisme. Meskipun banyak yang mengaku satanism adalah agama mereka, penduduk di luar kota Bolsevor menganggap agama mereka hanya main-main saja.

Akhirnya penganut agama itu menjadi aliran sesat tersendiri yang tidak banyak diketahui oleh penganut satanisme lain.

St.James, New York

Memang sudah lama kota St. James yang berada di Long Island, New York dikaitkan dengan adanya kegiatan aliran sesat. Masyarakat di Massapequa gereja yang didirikan di sana menjadi tempat untuk menyembah setan dan melakukan kegiatan aliran sesat.

Terdapat sebuah cerita yang fenomenal mengenai seorang anak perempuan bernama Christina. Ia memiliki buku diary yang menceritakan mengenai pengalaman mengerikan mengenai ritual sesat yang pernah dilakukan di sana.

Di mana dalam ritual tersebut melibatkan hewan kurban dan juga kekerasan seksual sebagai tanda pemuja terhadap setan.

Los Angeles, USA

Siapa sangka, kota dengan julukan City of Angeles ini ternyata memiliki banyak sekali kegiatan aliran sesat yang dilakukan.

Banyak komunitas aktif sesat yang menyebarkan ajarannya di sana. Mereka sangat tertarik dengan segala macam hal yang berhubungan dengan satanism, chaos magic, blood magic.

Diketahui, beberapa komunitas telah terbentuk dari 2004 dan juga berteman dengan beberapa komunitas yang lebih besar dan lebih sering melakukan ritual.

Victoria, Kanada

Tahun 1980 adalah tahun kepercayaan aliran sesat ditemukan di mana-mana. Orang-orang pun juga mengaku sebagai pemuja setan di acara televisi dan membuat industri pertelivisian menggali lebih dalam mengenai aliran sesat.

Sementara itu, seorang gadis muda dan psikiater menulis menulis yang berjudul Michelle Remembers dengan mengisahkan kehidupan kelam yang ia alami ketika berada di Victoria, Kanada. Banyak anak perempuan dan juga termasuk dirinya yang menjadi objek kekerasan seksuat sebagai ritual yang dilakukan pengikut aliran sesat yang aneh.

Akhirnya penganut agama itu menjadi aliran sesat tersendiri yang tidak banyak diketahui oleh penganut satanisme lain.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Jenis-jenis Sedekah Sebagai Ladang Pahala Bulan Ramadhan

Jenis Sedekah Sebagai Ladang Pahala

Jenis Sedekah Sebagai Ladang PahalaSedekah merupakan salah satu ajaran dalam agama Islam yang sejatinya dapat dilakukan kapan saja. Tidak banyak diketahui bahwa amalan ini sebenarnya sangatlah ringan untuk dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Terlebih lagi Di Bulan Suci Ramadhan ini, Allah SWT akan menambahkan pahala bagi hamba-nya yang melakukan kebaikan.

Baca juga : 25 Ucapan Idul Fitri dalam Bahasa Inggris dan Terjemahannya

Dapat membuat hati lebih tenang dan damai, berikut jenis-jenis sedekah yang dapat dilakukan untuk menambah pahala di bulan Ramadhan.

Sedekah dalam Alquran dan Hadist

Tidak hanya selama bulan Ramadhan, melakukan sedekah juga akan menambah pahala dan membuat hati tenteram. Allah SWT akan selalu mempertimbangkan setiap amalan dan perbuatan baik manusia serta membalasnya kelak di hari akhir. Berikut firman Allah SWT mengenai kemuliaan sedekah.

“Fa may ya’mal misqala zarratin khairay yarah.”

Artinya:
“Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarrah, niscaya dia akan melihatnya (balasan)”.

Sedekah Senyum

Tidak melulu tentang materi, sedekah juga bisa dilakukan dengan memberikan senyum kepada sesama. Selain berpahala, memberikan senyum juga dapat mempererat tali silaturahmi dengan sanak, saudara, kerabat, bahkan orang baru.

Jenis sedekah ini juga dianjurkan dalam hadist sebagi berikut.

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu hanya berupa wajah ceria di hadapan saudaramu.” (HR. Muslim).

Menyingkirkan Gangguan Jalan

Jenis sedekah yang berikutnya ini juga termasuk mudah untuk dilakukan. Selain berpahala, kita juga dapat menolong orang lain agar terhindar dari berbagai hal buruk yang dapat terjadi.

Rasulullah bersabda,

“Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, kamu mendamaikan di antar dua orang adalah sedekah, kamu membantu orang untuk menaikkannya di atas kendaraannya adalah sedekah, kalimat cs live22 yang baik adalah sedekah, tiap langkah menuju shalat adalah sedekah, dan membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Al Bukhari).

Dalam Bentuk Salam

Memberikan salam kepada orang lain juga dianggap sedekah dan berpahala bagi siapapun yang melakukannya. Sebab, salam adalah doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT terhadap orang yang ditemui.

Mendirikan Masjid

Jenis sedekah yang dapat dilakukan selanjutnya adalah mendirikan masjid atau memberikan sebagian tanah untuk diwakafkan menjadi masjid. Tidak hanya berpahala pada saat melakukannya, sedekah ini akan bernilai pahala secara terus-menerus selama masjid tersebut digunakan untuk beribadah.

Hal ini disebut dengan amal jariyah atau amalan yang terus mengalir meskipun seseorang tersebut telah meninggal dunia.

Mencetak Buku Bermanfaat

Membuat buku yang terutama berisi ajaran agama Islam dan kebaikan merupakan salah satu jenis sedekah yang dapat dilakukan. Sebab, hal ini juga dapat disebut dengan memberikan ilmu yang dimiliki kepada banyak orang.

Dalam Bentuk Sedekah Ilmu

Mengajarkan apa yang telah diketahui mengenai kebaikan ataupun ilmu pengetahuan juga termasuk salah satu jenis sedekah yang dapat menjadi sumber pahala. Hal ini dikarenakan dengan mengajarkan ilmu akan membuat orang lain menjadi bermanfaat pula bagi orang lain dan seterusnya.

Mushaf Alquran yang Diwariskan

Sedekah ini merupakan jenis sedekah yang ada di zaman Rasulullah SAW. Namun, Anda juga tetap dapat melakukan jenis sedekah yang satu ini dengan memberikan Alquran kepada orang yang membutuhkan ataupun masjid terdekat Anda. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut ini.

“Sesungguhnya termasuk amalan dan kebaikan orang mukmin yang masih mengalir setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, atau anak salih yang ditinggalkannya, atau mushaf Alquran yang diwariskannya, atau masjid yang dibangunnya, atau rumah singgah bagi para musafir yang dibangunnya, atau sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkan dari hartanya saat sehatnya dan di masa hidupnya, (semua itu) masih mengalir kepadanya setelah kematiannya.” (HR. Ibnu Majah).

Sumber : merdeka.com