Kategori
Spiritual

Muslimah Super Cantik di Negara Minoritas Islam

Muslimah Super Cantik

Muslimah Super Cantik – Merupakan salah satu anugrah tersendiri bagi mereka yang beragama Islam bisa lahir di tempat ramah Muslim seperti Indonesia. Ya, di negara ini mayoritas penduduknya beragama Islam dan siapa pun bisa menunjukkan identitas keislamannya. Bebas dan tanpa ada tekanan apa pun dalam melakukan syariat. Sayangnya, hal-hal seperti ini takkan mudah ditemui di negara-negara lain. Apalagi yang minoritas Muslim.

https://www.instagram.com/p/B8n98ZbFR8g/?utm_source=ig_web_copy_link

Baca juga : Artis Indonesia yang Hijrah dan Tinggalkan Dunia yang Besarkan Namanya

Misalnya seperti di Perancis yang dikenal sebagai negara paling tidak menghormati Islam. Di sana para Muslimah akan dipaksa untuk melepas hijab-hijab mereka. Belum lagi kasus Charlie Hebdo yang sangat bikin geram umat Islam. Kita yang beragama Islam tentu harus prihatin dengan keadaan saudara seagama. Tak hanya di Perancis, lebih-lebih di semua tempat yang masih belum terbiasa dengan agama ini

Ayana Jihe Moon – Korea Selatan

https://www.instagram.com/p/CBNseGPlX7I/?utm_source=ig_web_copy_link

Ayana adalah satu-satunya Muslimah di keluarganya. Meskipun demikian, ia bisa menjalankan syariat Islam dengan nyaman. Mengenai Islam di Korea Selatan, Ayana mengaku jika masyarakat tak begitu mempedulikannya. Meskipun ada pula yang membenci Islam. Namun pada dasarnya orang-orang Korea sangat menghormati privasi lebih-lebih terhadap kepercayaan seseorang. Sekedar info tambahan, Ayana mengaku sama sekali tak melakukan operasi seperti remaja Korea lainnya. Meskipun begitu, dengan berhijab ia terlihat sangat menawan.

Camila Leyland – Inggris

camilla leyland  120909203341 332 - Muslimah Super Cantik di Negara Minoritas Islam

Inggris sebenarnya bukan negara yang menentang eksistensi Islam di tengah-tengah mereka. Namun tetap saja keberadaan para muslim adalah hal yang janggal di sana. Meskipun demikian, bukan berarti hidayah tidak diturunkan kepada orang-orang Inggris. Seperti yang dialami oleh seorang mualaf cantik bernama Camilla Leyland ini. Wanita cantik ini menemukan Islam di tengah-tengah keluarganya yang beragama non Muslim.

Camilla lahir sebagai gadis terpadang terutama melihat pekerjaan ayahnya yang seorang direktur universitas dan ibunya yang seorang guru besar. Tentang Islam, Camilla masih percaya kepada pengaruh buruk yang sering digambarkan banyak orang. Arogansi, kekerasan dan mengekang kaum wanitanya. Namun, perlahan Camilla menemukan jika Islam tidaklah seburuk apa yang dipikirkannya.

Hal tersebut berlanjut hingga akhirnya wanita yang bekerja sebagai instruktur yoga tersebut melanjut studi pasca sarjana di bidang Timur Tengah. Ia juga pernah bekerja di Suriah dan hal tersebut makin membuka matanya lebar-lebar. Hingga akhirnya, ia pun masuk Islam dengan keyakinan hati penuh. Camilla merasa sangat bersyukur untuk itu. Meskipun kini masih belum berhijab, tapi wanita cantik ini mengatakan tak pernah lalai dalam melakukan kewajibannya.

Aida Hadzialic – Swedia

Hanya sekitar 450 ribu dari 9 juta warga Swedia yang beragama Muslim. Sehingga bisa dibilang jika di negara ini pemeluk Islam jadi minoritas. Namun hebatnya, di negara tersebut sama sekali tidak memandang perbedaan khususnya agama. Ya, umat Muslim bisa hidup dengan aman dan nyaman di sini. Bahkan pemerintah sendiri melakukan gebrakan besar yang jadi tanda kalau Muslim sendiri mulai diterima dengan baik di sini.

View this post on Instagram

Jag har en riktigt intensiv tid bakom mig med rekordvarslet på Karolinska och andra problem med ekonomin i Region Stockholm • Det är mycket som pekar på att varslet på Karolinska enbart är början på den varselvåg som är att vänta inom sjukvården i Stockholmsregionen • Detta trots landets i särklass bästa förutsättningar att också bygga den starkaste sjukvården • Som socialdemokrat vill jag i kontrast till nedskärningar och varsel bygga en trygg och tillgänglig sjukvård och välfärd • Som är gemensamt finansierad, finns där i ur och skur, och är i världsklass • Det handlar helt enkelt om att bygga vidare på den framgångsrika svenska modellen • Trevlig helg!

A post shared by Aida Hadžialić (@aidahadzialic) on

Aida Hadzialic, wanita 27 tahun yang cantik ini sekarang menempati posisi Menteri Pendidikan di bawah Perdana Menteri Stefan Lofven. Hebatnya, Aida adalah seorang muslimah tulen. Ya, wanita ini jadi warga Muslim Swedia pertama yang duduk di kementrian sekaligus menjadi yang paling muda dalam sejarah negara itu.

Aida sendiri sebenarnya bukan benar-benar lahir di Swedia. Ia berasal dari Bosnia-Herzegovina yang pindah ke Swedia di tahun 1992. Seperti yang kamu tahu, di tahun tersebut Bosnia tengah bergolak hebat. Hampir puluhan ribu orang kala itu mencari suaka ke negara lain, termasuk juga Aida. Untungnya, keluarganya diterima dengan baik di negara tersebut. Mungkin keterlibatan wanita cantik ini dalam parlemen adalah sebagai balas jasa karena pemerintah Swedia pernah begitu baik terhadap dirinya serta keluarganya. Niat baik ini pun juga berimbas dengan makin diterimanya Muslim di sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *