Kategori
Spiritual

Mengenal Malam Lailatul Qadar, Lebih Mulia dari Seribu Bulan

Malam yang Lebih Mulia dari Seribu Bulan

Mengenal Malam Lailatul Qadar – Salah satu keistimewaan yang terdapat hanya pada bulan Ramadhan adalah adanya sebuah malam yang penuh dengan kemuliaan, yakni malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar merupakan malam dimana seorang muslim berkesempatan mendapatkan keberkahan dan pahala bernilai seribu bulan. Pada saat itu, sipa yang berdoa dan meminta pada Allah SWT akan dikabulkan permintaanya. tentunya dengan bersungguh-sungguh.

Baca juga : Ilmuwan Inggris Temukan Manfaat Gerakan Salat untuk Nyeri Punggung

Malam Lailatul Qadar juga dipercaya sebagian ulama sebagai waktu pertama kali Al-Quran diturunkan. Dalam Al-Quran sendiri, Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Itu artinya, Lailatul Qadar merupakan satu malam penting yang hanya terjadi pada bulan Ramadan.

Menurut sebagian besar ulama, malam Lailatul Qadar biasanya jatuh di malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan malam Lailatul Qadar datang di malam-malam genap.

Dosanya Akan Diampuni

Para ahli agama beserta sejumlah periwayat hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Abdullah Bin Umar, hingga Abu Malik menyebutkan, penulisan takdir di lauhul mahfudz dalam setahun akan dirinci di malam Lailatul Qadar.

Tidak hanya itu, ketentuan ajal dan rezeki juga akan ditetapkan serta dicatat. Allah SWT pun akan live22 android menjamin pengampunan bagi siapa saja yang mendirikan salat malam dengan bersungguh-sungguh di malam itu. Allah SWT bahkan akan menggugurkan segala dosa yang pernah dibuatnya selama ini.

” Barang siapa melaksanakan salat malam di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).

Hadis Terkait Malam Lailatul Qadar

Berikut beberapa hadis yang terkait dengan tanda-tanda adanya malam Lailatul Qadar.

Hadis Riwayat Imam Muslim:

“Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Imam Muslim, 762).

Hadis riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda,

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan.” (HR. Al Baihaqi).

Pada sebuah hadis riwayat Muslim juga dijelaskan:”Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lainnya. (HR. Muslim).

Kutamaan

Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan. Pada malam itu, para malaikat akan turun ke bumi untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang senantiasa menghidupkan Lailatul Qadar. Allah SWT juga akan melapangkan rezeki bagi mereka yang senantiasa meminta dengan tulus serta dikehendaki-Nya.

Di malam Lailatul Qadar, segala amal baik akan diberikan pahala berlipat ganda. Malam Lailatul Qadar tidak bisa disamakan dengan malam-malam lainnya. Imam Mujahid, qotadah serta ulama besar lainnya berpendapat, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang begitu mulia dan utama.

Bagi siapa saja yang senantiasa beribadah dengan tulus, mendirikan salat baik salat wajib maupun sunah, membaca Al-Quran, berzikir dan melakukan kebaikan lainnya akan mendapatkan kesejahteraan dan ketenangan. Mereka yang senantiasa menghidupkan malam Lailatul Qadar juga akan dijaga oleh para malaikat yang turun ke bumi.

Tanda-tanda Lailatul Qadar

Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan persisnya waktu Lailatul Qadar turun. Sejumlah hadis pun hanya menyebutkan malam Lailatul Qadar jatuh di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Untuk itu, dianjurkan bagi setiap umat Islam agar meningkatkan ibadah dan amal soleh di waktu tersebut. Tujuannya agar tidak kehilangan malam Lailatul Qadar.

Adapun tanda-tanda Lailatul Qadar malam seribu bulan adalah:

Esok hari, matahari akan terbit dalam keadaan teduh, jernih dan seperti tidak ada sinar matahari pagi. Cuaca tidak begitu cerah, namun teduh serta menenangkan. Udara tidak panas maupun dingin, tidak berawan dan tidak badai di malam Lailatul Qadar. Keadaan menjadi sangat tenang, nyaman, dan umat Islam akan merasakan kenikmatan tersendiri saat beribadah dengan sungguh-sungguh. Hal ini lantaran malaikat turun ke Bumi.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *