Kategori
Spiritual

Makanan Tradisional Khas Ramadhan Cocok untuk Berbuka Puasa

Khas Pada Bulan Suci Ramadhan

KhasRamadhan adalah bulan yang penuh akan rahmat dan berkah yang selalu dinantikan oleh umat muslim di dunia. Berbagai tradisi hingga pada kuliner khasnya pun tersaji hanya saat bulan suci ini tiba.

Baca juga : Minta Tips ke Netizen Karena Puasa 16 Jam

Tidak sedikit yang kemudian berburu makanan tradisional yang khas di bulan Ramadhan ini sebagai takjil berbuka puasa. Dirangkum dari berbagai sumber, simak makanan tradisional yang khas ketika Ramadhan tiba berikut ini.

Bangka Kopyor

Makanan tradisional yang satu ini dapat menjadi andalan ketika berbuka puasa. Berbahan baku buah nangka, Bangka kopyor adalah singkatan dari bubur nangka dan kelapa kopyor. Pada umumnya, makanan tradisional ini dijajakan oleh pedagang yang berada di sekitaran pantai Gresik. Anda juga dapat mencoba resepnya.

Bahan-bahan:

  • 4 biji nangka
  • 3 lembar roti tawar
  • 30 gr mutiara
  • 2 buah pisang
  • 50 gr kelapa muda
  • 150 ml santan
  • 1,5 sdm gula
  • Garam secukupnya
  • 1 lembar daun pandan
  • Daun pisang
  • Tusuk gigi

Cara membuat:

  • Potong dadu roti tawar dan nangka.
  • Masak mutiara hingga matang, sisihkan.
  • Masak santan, gula, dan garam di tempat yang lain, aduk hingga rata.
  • Masukkan mutiara jika sudah mendidih.
  • Biarkan hingga setengah dingin, lalu masukkan ke dalam daun pisang yang telah dibentuk.
  • Tambahkan roti dan nangka.
  • Bungkus
  • Siap untuk disajikan.

Lemang

Makanan tradisional yang berikutnya ini biasanya sering ditemui di daerah Aceh. Aroma ketan yang menggoda membuat harga dari makanan ini cukup mahal yakni berkisar hingga 50 ribu rupiah.

Tidak perlu sedih, Anda juga dapat mencobanya di rumah.

Bahan-bahan:

  • Santan dan garam secukupnya
  • 1 kg beras ketan, cuci dan tiriskan
  • 2 lembar daun pandan
  • Daun pisang
  • Tusuk gigi

Cara membuat:

  • Rebus santan dengan daun pandan dan garam.
  • Masukkan beras ketan ke dalam santan yang mendidih.
  • Aduk hingga merata dan mengering.
  • Matikan kompor.
  • Masukkan ke dalam daun pisang dan bentuk secara memanjang.
  • Tutup dengan daun pisang.
  • Kukus selama 30 menit.
  • Bakar hingga daun berubah warna.
  • Siap disajikan.

Sotong PangKong

Sotong pangkong adalah makanan tradisional yang biasa disajikan ketika bulan Ramadhan di daerah Pontianak. Daging yang digunakan ini bukanlah daging sapi, melainkan daging cumi kering yang menambah rasanya kian menarik.

Anda dapat mencobanya sebagai sajian berbuka puasa Anda.

Bahan-bahan:

  • Cumi kering
  • 2 siung bawang putih
  • 1 sdt cuka
  • Cabai secukupnya
  • 1,5 sdt gula
  • Air secukupnya
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  • Cuci cumi hingga bersih dan keringkan.
  • Masukkan semua bumbu dan aduk hingga merata ke dalam sebuah mangkuk.
  • Panggang cumi kering hingga matang.
  • Angkat dan sajikan dengan bumbu.

Mie Glosor

Mie glosor adalah makanan tradisional yang khas dari daerah Bogor, Jawa Barat ketika bulan Ramadhan. Glosor diambil dari bahasa Sunda yang berarti mudah untuk ditelan.

Anda dapat mencoba resepnya berikut ini.

Bahan:

  • 2 bungkus mie, rendam pada air dan sisihkan.
  • 5 buah bakso
  • Cabai secukupnya
  • Daun bawang
  • Minyak
  • 3 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 2 buah kemiri
  • Garam, kaldu, dan kecap manis secukupnya

Cara membuat:

  • Tumis bumbu hingga harum.
  • Beri sedikit air dan tambahkan bakso, kecap manis, dan kaldu.
  • Masukkan mie dalam kuah.
  • Masak hingga air menguap dan tambahkan kecap manis kembali.
  • Angkat dan sajikan.

Kicak

Kicak adalah makanan tradisional khas dari Yogyakarta. Pada umumnya, makanan ini hanya dapat ditemui ketika menjelang berbuka puasa di Pasar Sore Kauman. Terbuat dari singkong yang dikukus, membuat makanan ini cocok menjadi hidangan berbuka Anda.

Anda dapat mencoba resepnya berikut ini.

Bahan-bahan:

  • 800 gr singkong parut
  • ½ butir kelapa parut
  • 2 lembar daun pandan
  • Minyak secukupnya
  • Garam dan gula secukupnya
  • 100 ml air

Cara membuat:

  • Masukkan singkong dan garam pada wadah.
  • Kukus selama 20 menit.
  • Selagi panas, haluskan kembali dan beri minyak agar tidak lengket.
  • Tuang ke loyang dan biarkan hingga dingin.
  • Potong-potong dengan bentuk kotak.
  • Untuk topping, rebus gula merah, gula pasir, dan daun pandan hingga mendidih.
  • Aduk hingga menjadi caramel.
  • Tuang di atas singkong.
  • Siap disajikan.

Asida

Makanan tradisional yang satu ini hanya ada pada saat Ramadhan di daerah Maluku. Terbuat dari tepung terigu, gula merah, kapulaga, daun pandan, dan kayu manis membuat makanan ini memiliki rasa yang khas dan legit.
Anda dapat mencoba resepnya berikut ini.

Bahan:

  • 250 gr tepung
  • 250 gr gula merah
  • 2 cm kayu manis
  • 1 lembar daun pandan
  • 150 ml air
  • 3 biji kapulaga
  • Margarin dan garam secukupnya

Cara membuat:

  • Sangrai tepung dengan daun pandan, sisihkan.
  • Buat gula merah dengan air dan daun pandan, kapulaga, dan garam.
  • Saring dan dinginkan.
  • Ambil kapulaga dan masukkan kembali ke dalam wajan bersama air gula.
  • Campur gula dan tepung, aduk hingga merata dan dinginkan.
  • Sajikan dengan ambil satu sendok dan tekan tengah adonan.
  • Masukkan margarin ke tengah asida.

Gulai Siput

Makanan tradisional yang terakhir ini adalah makanan yang khas di daerah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ketika Ramadhan tiba. Gulai ini menggunakan daging siput untuk bahan bakunya.

Bahan-bahan:

  • ½ kg daging siput
  • Satu bungkus santan instan
  • 1 batang serai
  • Sebatang ruas jahe
  • Secinti kunyit
  • 7 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 lembar daun jeruk

Cara membuat:

  • Cuci dan buang ujung siput.
  • Lumuri dengan daun jeruk, sisihkan.
  • Tumis bumbu hingga harum.
  • Masukkan santan.
  • Setelah mendidih, masukkan daging siput.
  • Masak dengan api sedang selama 15 menit.
  • Siap disajikan.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *