Kategori
Spiritual

Keadaan Jenazah Pasien Corona Disalatkan Tanpa Keluarga

Menyalatkan dan Memakamkan Jenazah Pasien Corona

Keadaan – Alat Pelindung Diri (APD) lengkap menjadi salah satu tahapan kesehatan bagi petugas medis yang menjelma sebagai garda terdepan dalam menangani pasien corona. Hal tersebut juga berlaku untuk mereka yang menangani jenazah meninggal akibat virus corona.

Baca juga : Jadwal Imsakiyah Hari Ini Sabtu 25 April 2020

Demi memutus mata rantai penyebaran yang begitu cepat, jenazah lantaran virus Corona hanya boleh ditangani oleh petugas medis dengan protokol kesehatan yang sudah ada. Jenazah tersebut akan dimandikan, disalatkan hingga dikuburkan tanpa boleh dihadiri oleh keluarga.

Belakangan terekam momen pilu saat jenazah pasien Corona sedang disalatkan oleh petugas medis di media sosial. Ingin tahu seperti apa? Berikut ulasannya dari berbagai sumber.

Jenazah Disalatkan

Beredar momen pilu jenazah pasien corona sedang disalatkan di media sosial. Seperti terlihat dalam video akun Instagram @dompetdhuafaorg yang diunggah pada Sabtu (28/3) lalu.

“Beginilah jika seorang jenazah yang sebelumnya merupakan pasien positif corona, saat dalam pelaksanaan shalat jenazah,” tulisnya sebagai keterangan.

Hanya Dokter dan Para Tim Medis

Dijelaskan dalam unggahan yang sama, para dokter dan tim medis tidak hanya merawat pasien. Namun merekalah yang memiliki wewenang untuk menyalatkan jenazah jika nyawa seseorang sudah tidak dapat diselamatkan akibat virus corona.

Demi memutus mata rantai penularan, tim medis diwajibkan untuk mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap saat menyalati jenazah.

Tanpa Kehadiran Keluarga

Sungguh pilu, bagi seseorang meninggal yang sebelumnya lantaran virus corona hanya akan disalati oleh tim medis. Bahkan sanak saudara atau keluarganya juga tidak diperbolehkan untuk melihat atau menemaninya.

“Tanpa keluarga yang bisa melihat dan menemani, hanya bersama para dokter dan tenaga medis rumah sakit,” tulis keterangan @dompetdhuafaorg.

Pemakaman Juga Hanya Oleh Tenaga Medis

Melansir dari laman resmi kemenag.go.id, Menteri Agama Fachrul Razi memaparkan, jenazah pasien positif corona akan diurus oleh tim medis dari rumah sakit rujukan. Tentu saja keadaan rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah sebelumnya.

“Petugas pemakaman tersebut harus memakai alat pelindung diri untuk petugas kesehatan, semacam jas hujan plastik, kemudian dimusnahkan selesai pemakaman,” ujar Menag di Jakarta, Sabtu (14/03).

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *