Kategori
Society

Indahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTT

Indahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTT

jk9Q7ocgA7Dgt6w G HaF9dD7rQFg82XPYUhgN58Pkw5OzePv1qZkRaqFHk01wA0NQOfg74TH5fYwzVxQx3yx9Af 5EoRGHtFNeAvMTgQWic5zUxJMmvz CAoAiE2Ovdclv0fmxkQFbsBh lMzW2i  kELpGT2iNJl165oY - Indahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTTIndahnya Gotong Royong di Desa Nita Kabupaten Sikka, NTT – Tradisi gotong royong merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang senantiasa dilestarikan dari generasi ke generasi. Desa Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga masih mengedepankan semangat gotong royong dalam membangun desanya. 

Dikutip dari situs resmi desa ini, bagi mereka gotong-royong adalah pola hidup bersama yang menjunjung tinggi asas solidaritas dan fraternitas, serta musyawarah sebagai model komunike partisipatif yang membantu semua golongan masyarakat dalam Daftar Sbobet88 perencanaan dan bantuan pembangunan. 

Gotong royong merupakan salah satu budaya masyarakat Desa, yang seiring berjalannnya waktu budaya ini hampir luntur, masyarakat desa sudah mulai terpengaruhi budaya modern, tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap budaya ini semakin berkurang. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat untuk mempertahankan budaya ini dengan cara menumbuhkan kembali semangat gotong royong dengan mengajak seluruh warga masyarakat untuk selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

Pola hidup gotong royong dan musyawarah di Desa Nita dapat dilihat dari: 

1.Kebiasaan gotong royong dalam pengerjaan kebun dan penggarapan lahan, kegiatan bhakti desa, pembangunan rumah desa atau prasarana prasarana umum yang dikenal dengan menggunakan ‘Sako Seng’ atau ‘Lahi Lekang’

2.Kebiasaan partisipatif dalam komunitas adat dan kehidupan bersama kompilasi peristiwa kematian, kelahiran, perkawinan dan musibah melalui cara dan perjuangan saling mengundang atau ‘Gaging Gatang’, saling terkait atau ‘Dulu Dalang’ dan dalam hubungan persahabatan atau ‘Imung Deung’

3.Kebijakan melalui musyawarah mufakat untukpengambilan keputusan dalam pelbagai kegiatan bersama serta penyelesaian masalah publik lainnya melalui komunike ‘Kula Babong’ atau ‘Bibo Babong’ bersama.

Tradisi gotong royong

Sejarah pembangunan desa dari masa depan melalui program pelaksanaan dan kegiatan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta bantuan sosial lainnya senantiasa diupayakan untuk memberdayakan masyarakat berdasarkan prinsip keutamaan gotong royong dan musyawarah bersama. 

Melalui penerapan prinsip gotong royong dan musyawarah tersebut, pemerintah dan masyarakat dapat berdikari untuk membangun desa secara swadaya, swakelola, swakarsa dan mandiri. Desa swadaya dan swakelola dapat menggambarkan kehidupan desa yang dinamis dan berkembang. 

Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada bantuan dan perhatian pemerintah, tetapi juga di sisi lain masyarakat dibor untuk mengembangkan dan memberdayakan segala sumber daya dan potensi desa baik secara fisik maupun fisik demi kesejahteraan bersama.