Kategori
Spiritual

Gua Rancang Kencono DiJadikan Objek Wisata

Gua Rancang Kencono DiJadikan Objek Wisata Sejarah

Gua Rancang Kencono DiJadikan Objek Wisata Sejarah – Pihak Pengelola Desa Wisata Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan Gua Rancang Kencono sebagai salah satu objek wisata sejarah.

“Gua ini sudah dihuni sejak 3.000 tahun yang lalu dengan temuan bukti tulang manusia oleh arkeolog dari Poker IDN Deposit Pulsa UGM,” kata Winarsih, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu.

“Di mulut gua yang terdapat banyak stalaktit dan stalakmit, diduga menjadi tempat tinggal manusia dalam waktu yang cukup lama,” kata Tri.

Ruangan kedua, Trimanambahkan, merupakan ruangan berukuran 3 x 3 meter yang menurut kisah turun temurun pernah digunakan sebagai tempat bersembunyi prajurit Kerajaan Mataram Islam saat berperang melawan Belanda.

Selain itu, di ruangan ini terdapat bongkahan batu berbentuk seperti meja yang digunakan sebagai tempat bersemedi.

Ruangan terakhir terdapat prasasti di bagian dinding gua bertuliskan isi janji prajurit. Janji prajurit yang tertulis dalam prasasti Prasetya Bhinnekaku ini dicetak dengan latar warna hitam dengan tulisan berwarna putih dan simbol merah putih di bagian tengah.

Menurut legenda, penamaan Gua Rancang Kencono berasal dari kisah Kiai Putut Linggabawa, Kiai Sorengpati, dan Kiai Kromowongso dari Mataram yang menggunakan tempat ini untuk mengatur serangan ke Belanda. Dalam bahasa jawa, ‘Rancang’ berarti perencanaan dan ‘Kencono’ memiliki arti emas.

Ia menyebutkan beberapa puluh tahun yang lalu saat warga menemukan gua tersebut ada beberapa fosil tulang belulang manusia dan beberapa artefak batu berbentuk arca macan dan arca nandhi (sapi).

Berasal dari kisah Kiai Putut Linggabawa

Rancang Kencono Cave is located not far from the Sri Gethuk Waterfall area. This cave is safe to be explored even by children without any special equipment or caving advance techniques.

Saat ini, Winarsih menambahkan, penemuan tersebut disimpan di Situs Bleberan dan sebagian lagi disimpan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.

When entering the mouth of the cave, I found a giant tree that is hundreds of years old, namely Klumpit Trees. There are some officers who offer services to explore the cave room, we can give tips for them.

Sementara itu, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Desa Bleberan, Tri Harjono, mengatakan gua itu terbagi menjadi tiga ruangan utama. Ruangan pertama berupa mulut gua, ruangan kedua berupa ruangan dengan luas sedang, dan ruangan ketiga merupakan ruangan paling dalam dan paling sempit.

Untuk menikmati keindahan gua dan air terjun Sri Getuk, pengunjung cukup membayar Rp15 ribu. Harga itu sudah termasuk parkir dan toilet.

“Sebagian hasil retribusi untuk membayar retribusi pemkab, dan pengembangan kawasan wisata Sri Getuk. Ke depan, kami berharap pengunjung bisa belajar sejarah di Gua Rancang Kencana,” ujar Tri.

Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayaan Gunung Kidul, Winarsih, mengatakan gua itu telah digunakan oleh manusia dari tiga zaman yang berbeda. Mulai zaman prasejarah hingga manusia modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *