Kategori
Spiritual

Doa Niat Zakat Fitrah Sendiri dan Keluarga yang Diwakilkan

Doa Niat Zakat Fitrah Sendiri dan Keluarga

Doa Niat Zakat Fitrah Sendiri dan Keluarga – Membayar zakat fitrah merupakan penyempurnaan ibadah puasa Ramadhan. Zakat fitrah juga masuk ke dalam salah satu dari limu rukun islam. Tidak heran, di penghujung Ramadhan ini banyak sekali umat Islam yang mencari doa niat zakat ftrah.

Baca juga : Rahasia Ritual Kawalu Masyarakat Badui, Jaminan Bebas Pandemi COVID-19

Seluruh amal ibadah memang wajib melibatkan niat. Tidak hanya pada ibadah wajib saja, ibadah sunnah juga harus melibatkan niat. Begitu pula pada pelaksanaan zakat fitrah bagi seluruh orang muslim dan muslimah.

Niat Zakat Sendiri

Adapun doa niat zakat fitrah untuk diri sendiri sebagai berikut:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Seluruh Keluarga

Sementara, doa niat zakat fitrah untuk semua anggota keluarga termasuk diri sendiri yakni sebagai berikut:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

Zakat Fitrah untuk Istri dan Anak

Berbeda lagi dengan bacaan niat seorang suami membayar zakat fitrah istri dan anaknya. Berikut niat zakat fitrah untuk istri dan anaknya:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Untuk Anak Laki-laki

Adapun saat seorang seorang ayah membayarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakinya. Berikut doa niat zakat fitrah untuk anak laki-laki yang bisa dilafalkan:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi (…..) fardhan lillahi ta’ala”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Anak Perempuan

Begitu pula dengan anak perempuan. Seorang ayah harus melafalkan doa niat zakat fitrah sebagai berikut:

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti (…..) fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

Orang Lain yang Diwakilkan

Berbeda lagi dengan seseorang yang membayarkan zakat untuk orang lain yang diwakilkan. Berikut doa niat zakat fitrah untuk orang lain yang diwakilkan.

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk … (sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

Orang yang Menerima Zakat Fitrah

Ada beberapa kategori seseorang yang berhak menerima zakat fitrah.

Al-Masakin: Diterjemahkan sebagai ‘orang miskin’, di mana mereka merupakan orang-orang yang sangat miskin dan tidak memiliki harta kekayaan sama sekali. Mereka bahkan perlu meminta makanan, tempat tinggal hingga pakaian ke orang lain.

Fuqara’: Diterjemahkan sebagai ‘miskin’, di mana orang-orang ini memiliki sejumlah uang namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Ar-Riqaab: Ini merupakan budak yang tuannya sudah menyetujui untuk membebaskan mereka dengan pembayaran dalam jumlah tetap. Zakat bisa digunakan untuk membeli kebebasan mereka.

Amil Zakat: Ini merupakan orang-orang yang ditunjuk oleh Kepala Negara Islam atau pemerintah untuk mengumpulkan zakat. Otoritas memberikan mereka bayaran sebagai imbalan pekerjaan mereka dalam mengumpulkan, mencatat, menjaga, membagikan hingga distribusi zakat.

Mu’allaf: Diterjemahkan sebagai seseorang yang baru saja menjadi seorang muslim atau muslimah. Selain itu, bisa juga mereka yang dalam keadaan begitu putus asa dan mereka takut beralih ke kejahatan bila tidak membantu.

Ibnus-Sabeel: Diterjemahkan sebagai ‘musafir’. Ini merupakan para pelancong yang terdampar di tanah asing dan membutuhkan uang. Orang-orang ini bisa menerima zakat bila tujuan berpergian mereka sah.

Fi Sabeelillah: Ini merupakan orang-orang yang jauh dari rumah karena berada di jalan Allah SWT. Mulai dari jihad, terdampar dalam haji hingga mencari ilmu bisa mendapatkan bantuan zakat bila memang membutuhkan.

Al Ghaarimeen: Ini merupakan para pengutang. Di mana orang-orang terbebani oleh utang karena kebutuhan sosial ataupun pribadinya. Orang-orang ini bisa mendapatkan zakat fitrah bila mereka memang tidak memiliki cukup uang di luar kebutuhan dasar untuk membayar utang. Bantuan diberikan pada mereka yang mungkin sudah mendapatkan utang akibat dari kewajiban sosial berupa mendukung anak yatim ataupun merenovasi sekolah. Namun, dengan syarat utang tersebut tidak diciptakan untuk tujuan yang berdosa atau tidak Islami.

Besaran Zakat Fitrah yang Dikeluarkan

Menurut para ulama sesuai dengan penafsiran hadits, besaran zakat fitrah yang dikeluarkan yakni satu sha’ (1 sha’ = 4 mud, 1 mud = 675 gram). Sederhananya, satu sha’ setara dengan sekitar 3,5 liter atau 2,7 kg makanan pokok. Bisa memberikan makanan pokok berupa tepung, gandum, kurma aqith atau makanan pokok yang kerap dikonsumsi di wilayah bersangkutan (Mazhab syafi’i dan Maliki).

Melansir dari Badan Amil Zakat Nasional, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk makanan pokok atau beras sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter tiap orang. Kualitas makanan pokok itu juga harus disesuaikan dengan kualitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Bila tidak ingin dengan makanan pokok, kalian bisa membayarnya dalam bentuk uang tunai senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *