Kategori
Society

Jenis Cinta dari Masyarakat Yunani Kuno

Jenis Cinta dari Masyarakat Yunani Kuno yang Perlu Kamu Tahu

Jenis Cinta dari Masyarakat Yunani Kuno – Hubungan cinta ternyata memiliki berbagai jenisnya lo kalau dilihat dari kepercayaan Yunani Kuno. Menurut pakar hubungan, Carol Morgan, kunci utama dalam hubungan yang sehat adalah memahami berbagai jenis cinta.

Karena setiap orang pada dasarnya memberi dan menerima cinta secara berbeda-beda. Menurut kepercayaan orang Yunani Kuno ada delapan jenis cinta yang berbeda, itu mungkin bisa kamu temukan bersama pasanganmu saat ini.

Ketika bicara tentang cinta, apa yang terpikir olehmu? Kupu-kupu di perut dan kisah romansa? Hadiah-hadiah, cokelat dan bunga? Ataukah senyum orangtua? Semua orang bisa memiliki definisinya sendiri tentang cinta. Bisa mirip satu dengan lainnya atau sangat jauh berbeda, sebab masing-masing kita terbentuk dari pengalaman yang beragam pula tentunya.

Tapi tahukah kamu, bahwa masyarakat Yunani kuno pernah mengelompokkan cinta menjadi beberapa jenis. Apa saja sih, jenis-jenisnya? Yuk,  kita bahas bersama!

  • Storge

Jenis cinta yang satu ini bisa ditemui dalam hubungan orangtua dan anak, juga dalam hubungan dengan sahabat lama. Storge tidak memiliki batasan dan dibangun berdasarkan penerimaan serta pertalian emosional yang mendalam.

Storge dipicu oleh memori. Semakin banyak memori yang dibuat bersama-sama, maka hubungan tersebut akan semakin terasa bernilai. Memori-memori tersebutlah yang menciptakan ikatan kuat antar individu.

Untuk mengutarakan cinta berjenis Storge, sesekali kita perlu membuat pengorbanan. Misalnya, memaafkan tanpa syarat, serta merelakan kesenangan pribadi demi kebahagiaan bersama. Kita juga perlu berbagi momen-momen penting dan merayakannya bersama-sama.

  • Ludus

Ludus adalah jenis cinta yang kekanakan dan penuh rayu, yang umum ditemui pada tahap-tahap awal sebuah hubungan. Jenis cinta ini mencakup perbuatan saling goda, perbuatan-perbuatan yang sarat kebahagiaan, serta tawa di antara kedua pihak.

Ludus dipicu oleh emosi. Emosi tersebutlah yang membuat kamu merasa gugup, bersemangat, dan tertarik dengan orang lain. Pasangan yang telah bersama dalam waktu lama disarankan untuk menumbuhkan ludus dalam hubungan mereka, agar kebutuhan emosional mereka lebih terpenuhi.

Ludus dapat disampaikan melalui rayuan-rayuan verbal. Jika waktunya tepat, kamu juga dapat menunjukkan sisi kekanakanmu di hadapan pasangan. Sebaliknya, pasangan juga perlu merasa bebas menunjukkan sisi kekanakannya di hadapanmu. Habiskan waktu bersama untuk bersenang-senang dan tertawa.

  • Mania

Mania adalah jenis cinta yang penuh obsesi. Mania mendorong seseorang untuk merasakan kecemburuan dan sikap posesif yang tidak beralasan. Biasanya, mania tumbuh dalam sebuah hubungan yang mengalami ketidakseimbangan eros dan ludus.

Pemicu mania adalah insting bertahan hidup. Insting tersebut mendorong seseorang untuk mempertahankan hubungan. Orang tersebut bergantung pada pasangannya untuk bisa menghargai dirinya sendiri.

Mania perlu dihindari. Caranya antara lain dengan mengidentifikasi dorongan obsesif maupun posesif dalam diri, kemudian menahan diri agar tidak bertindak berdasarkan dorongan tersebut. Saat dorongan itu timbul, fokuslah untuk memberi perhatian pada dirimu sendiri. Yang terpenting, berikan kepercayaan pada hubungan yang sedang kamu jalani.

Setelah membaca beberapa jenis cinta menurut masyarakat Yunani di atas, dapatkah kamu mengidentifikasi cinta apa saja yang kamu miliki? Mudah-mudahan sekarang kamu bisa mengutarakan rasa cintamu dengan cara yang tepat, ya!

Kategori
Society

Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya, Aneh tapi Nyata!

Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya – Sebagian besar masyarakat Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur memiliki kebiasaan yang cukup unik, yakni meninggalkan sepeda motornya di tepi jalan atau di lokasi parkir dengan kunci masih tergantung pada lubang kunci.

Padahal, bagi sebagian besar orang, kendaraan bermotor termasuk salah satu benda berharga yang akan dijaga keamannya. Berbagai cara diupayakan agar kendaraan yang didapat tidak dengan harga murah itu tetap aman dari tangan pencuri.

Misalnya dengan memasukkannya ke dalam garasi rumah, atau mengunci stang saat akan meninggalkannya dalam jangka waktu yang cukup lama. Berbeda dengan pemilik kendaraan pada umumnya, masyarakat di Pulau Bawean justru terkesan abai dengan keamanan kendaraan terutama sepeda motor mereka.

Motor merupakan salah satu alat transportasi yang paling banyak dipakai masyarakat di jalan raya. Selain karena praktis, menggunakan motor ketika akan bepergian pun membuat perjalanan menjadi lebih singkat dan mudah.

Dalam kesehariannya, keberadaan motor terkadang tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi utama, namun sudah menjadi hiburan tersendiri bagi pemiliknya. Seperti pada potret berikut ini contohnya.

  • Benerin sih benerin, Pak! Tapi motornya jangan sampai dijungkirbalikin gitu juga kali!

wkwkland real 20200622 210144 0 d5fcf867882cfe4c631918fc30a3606b - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Lah, Bambang, bangga amat ya yang mukanya di bawah standar? #Dont Try This at Home!

wkwkland real 20200622 205851 0 109ec9cc060bee91905c12bc4eb2887d - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Coba tebak, itu motor benaran atau hanya bentuk motor-motoran penghias rumah?

wkwkland real 20200622 205442 0 eee043cf9173bc9b321c1707b3aa9970 - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Kalau ada jalan yang lebih sempit dan menantang, kenapa harus pilih jalanan yang lengang ya?

wkwkland real 20200622 205757 0 fe33bdf3c62cfe6014f079ec225ccb91 - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Mobil nabrak motor, eh malah mobilnya yang ringsek! Alamat keluar duit banyak nih!

wkwkland real 20200622 210107 0 f6368a717be5fbd02922c3e1971a92aa - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Maraknya pencurian motor membuat konsumen cukur rambut ini membawa motornya ke dalam barber shop

wkwkland real 20200622 210225 0 671db4e9ea30355d56aa87f7a8eccb39 - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Modifikasi ban motor semestinya harus juga dibarengi dengan modifikasi otak!
wkwkland real 20200622 211936 0 e844e049d72f04a66cd3baeda836d677 - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya
  • Perlu waktu lama untuk bisa ahli mengendarai 2 motor dalam waktu bersamaan

wkwkland real 20200622 205315 0 98d32d86a6be8d4e6a36c7c74b16d1c4 - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Namanya juga sultan! Bodi lecet dikit langsung dibuang ke gudang dan jadi barang rongsokan!

wkwkland real 20200622 205706 0 2925fab99bacca034361f9617f472c28 - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

  • Jualan siomay pake motor sultan, cari penghasilan atau cari perhatian, Bang?

wkwkland real 20200622 210016 0 56c4faaeed61edf9aae2979a0d99d586 - Kelakuan Unik Masyarakat dengan Motornya

Itulah beberapa potret unik masyarakat dengan motornya masing-masing yang bikin kamu mikir keras. Pergunakan motor dengan sewajarnya saja ya?

Kategori
Society

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos Tunai COVID-19 dari Pemerintah

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos – Baduy merupakan masyarakat adat yang menolak modernisasi. Masyarakat baduy yang menolak dana desa ada di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Dana desa itu dikucurkan pemerintah untuk Daftar 918Kiss pembangunan infrastuktur guna menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah itu. Masyarakat suku adat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten,  menolak menerima dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang dibagikan oleh pemerintah kepada warga terdampak pandemik COVID-19.

Banyak hal yang menjadi alasan masyarakat suku adat Baduy menolak bansos tersebut. Salah satunya karena khawatir menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kami menolak penyaluran BST maupun BLT itu,” kata Jaro Saija, Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, seperti dikutip dari Antara, Kamis.

1. Bantuan itu bisa timbulkan kecemburuan sosial

Apalagi, lanjutnya, dana BLT itu disalurkan melalui Dana Desa (DD). Sedangkan di Desa Baduy tidak ada dana tersebut. Penolakan itu, kata dia, juga disepakati lembaga adat karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

“Jumlah warga yang tidak menerima lebih banyak dibandingkan warga yang menerima dana sosial, sehingga tidak menyanggupi bentuk pertanggungjawabannya,” ujar Jaro Saija.

Menurut dia, selama ini masyarakat Baduy yang tinggal di Gunung Kendeng sangat kuat terhadap aturan adat karena titipan leluhur.

Masyarakat Baduy lebih mencintai kedamaian, kerukunan, keharmonisan, dan saling tolong-menolong. Bahkan, di masyarakat Baduy yang menempati tanah hak ulayat adat itu, hingga kini belum pernah terjadi kriminalitas, keributan, kerusuhan, dan Baduy terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, masyarakat Baduy juga belum mengalami kelaparan pangan, karena bisa menyimpan gabah hasil panen padi huma. “Kami lebih baik dana sosial akibat dampak COVID-19 itu diberikan ke orang lain saja,” katanya.

2. Jumlah penerima bansos hanya 20 keluarga, sementara jumlah warga Baduy 14.600 jiwa

Masyarakat Baduy menolak karena jumlah penerima bansos itu hanya 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan saat ini warga Baduy berjumlah 14.600 jiwa dan 4.320 kepala keluarga (KK), yang tersebar di 68 Kampung Baduy Luar dan Baduy Dalam.

“Karena itu, masyarakat Baduy lebih baik menolak dana sosial yang digulirkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Jaro Saija.

3. Dinsos Lebak benarkan penolakan BLT dan BST oleh warga Baduy

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darma Putra membenarkan, bahwa warga Baduy menolak dana sosial tersebut karena masih kuat memegang adat leluhur. Penolakan bantuan sosial itu juga dilengkapi surat pernyataan dari Kepala Desa Kanekes juga tokoh adat, Badan Perwakilan Desa (BPD), RT, dan RW.

“Kami menghargai keputusan adat mereka yang menolak menerima dana BLT dan BST,” kata Eka Darma.

Kategori
Society Spiritual

Begal Ini Membawa Jimat

Begal Ini Membawa Jimat

Begal Ini Membawa Jimat – Dua begal sadis yang meresahkan warga Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya , Kabupaten Ogan Ilir , Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya diambil Unit Reskrim Polsek Indralaya Kamis.

Kapolsek Indralaya AKP Helmy Ardiansyah mengatakan, dua begal sadis itu, satu di membuktikan masih di bawah umur. Uniknya, saat digeledah, polisi mendapati jumlah jimat dari salah satu korban.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti kejahatan berupa dua buah telepon selular dan senjata tajam yang digunakan saat melakukan aksinya.

Polisi menembak mati begal yang melakukan aksinya dengan kekerasan hingga mengakibatkan korbannya meninggal. Ternyata, pelaku bernama Samsul Huda (20) memiliki jimat agar lancar saat melakukan aksinya.

“Barang bukti dari SH satu buah kunci, dua celurit, HP, bondet, dua sugesti atau secara spiritual diyakini sebagai jimat pada badannya, ada pada dirinya ini,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin.

Truno menambahkan jimat ini seperti terbuat dari bulu binatang. Hal ini dipercaya membawa keberuntungan bagi tersangka saat melakukan aksinya.

“Kedua orang itu adalah bagian dari empat orang yang mendukung perampokan terhadap warga yang saat ini sedang berada di dekat Komplek Perkantoran Pemkab Ogan Ilir Tanjung Senai,” kata Helmy saat konsultasi persandingan pengajuan pengemis di Polsek Indralaya, Kamis.

Lokasi perjalanan pembegalan jauh dari objek wisata Danau Seruo. Kejadiannya beberapa waktu yang lalu.

“Bentuknya dari bulu binatang, ini seperti ekor. Ini satu benda yang diyakini tersangka menghindari sesuatu yang dianggap menghalangi pelaku berbuat tindak pidana,” imbuh Truno.

Selain itu, Truno menyebut sebelumnya pada Jumat, polisi telah menembak mati komplotan Samsul, Heru Kustiawan (25). Dari Samsul, didapati barang bukti celurit, dua buah kunci T, tiga buah mata kunci dan 4 buah bondet.

Tak hanya itu, Truno mengatakan pihaknya telah menerima 24 laporan polisi kasus pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan oleh komplotan ini.

Modus yang Melawan dengan Cara Melawan Korban lalu meminta Telepon Korban dengan Menyetujui Menggunakan Gerakan tajam.

Korban yang menantang tidak bisa melakukan apa-apa dan menyerahkan telepon penyedianya ke pembeli. Korban lalu melapor ke Polsek Indralaya.

“Ada 24 laporan polisi 24 laporan polisi sejak berkisar dari tahun 2019 dan tahun 2020 yaitu kejadian tindak pidana pencurian dengan kekerasan baik yang mengakibatkan korban yang luka sampai dengan meninggal dunia,” kata Truno.

Truno menambahkan jaringan ini kerap melakukan aksinya di Sidoarjo, Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan hingga Kabupaten Pasuruan. Sementara itu, pihaknya masih akan memburu jaringan ini.

“Ini kelompok atau jejaring ya. Tentu proses penyidikan tidak berhenti kita lengkapi dengan berkasnya apakah nanti ada kaitannya sama kelompok yang masih ada. Jaringan masih kita dalami dari alat bukti yang ada,” pungkasnya.

Kategori
Society

Warga Maluku Utara Patungan Koin

Kritik Pemerintah, Warga Maluku Utara Patungan Koin untuk PCR

Warga Maluku Utara Patungan Koin. Ketiadaan alat polymerase chain reaction (PCR) di Maluku Utara membuat gerah sebagian masyarakat di sana sehingga mencetuskan gerakan ‘Koin untuk PCR’. Langkah ini sekaligus protes masyarakat terhadap Pemprov Malut yang dinilai sangat lamban dalam penanganan wabah virus corona (covid-19).

Gerakan ‘Koin Alat PCR’ digagas salah satunya oleh DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Malut. Dalam gerakan ini mengajak warga patungan untuk membeli mesin tes tersebut.

Mereka sudah memenuhi tiga lokasi karantina di Kota Ternate karena selama hasil tes belum keluar, mereka tak ada yang boleh kembali ke rumah masing-masing.

Abdul menjelaskan, anggaran penanganan Covid-19 Malut mencapai Rp 148 miliar. Ia pun mempertanyakan Pemprov Malut yang tak juga membeli alat PCR. Padahal, menurutnya, harga alat PCR berkisar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

“Gerakan uang koin akan terus berlanjut sampai Pemerintah Provinsi mengadakan alat swab PCR. Kami ajak juga teman-teman Organisasi Cipayung untuk kita sama-sama memperjuangkan gerakan uang koin,” tegasnya.

“IMM mengajak seluruh masyarakat dan elemen mahasiswa untuk mengumpulkan uang koin Rp500 untuk membeli mesin PCR. Kumpul uang koin ini sebagai bentuk kritik kepada Gubernur dan Wakil Gubernur agar segera mengadakan alat PCR,” kata Kepala Bidang Hikmah DPD IMM Malut, Abdul Najar, Rabu.

Selama ini spesimen warga dari Malut dikirim ke Manado, Sulawesi Utara dan Makassar, Sulawesi Selatan. Akibatnya, pasien yang menunggu hasil spesimennya pun terus saja bertumpuk.

Asghar bilang, jika pemerintah tidak juga bergerak, maka rakyat harus bergerak sendiri untuk menangani Covid-19. Dia mengklaim telah mengecek harga alat tersebut, yakni di kisaran Rp600 jutaan.

“Bohong besar kita bicara penanganan Covid-19 jika alat PCR saja tidak punya. Karena itu, kita patungan saja dan LSM Rorano siap bantu mengawal proses pengadaan alat,” katanya.

Senada, Direktur LSM Rorano Malut, M Asghar Saleh mengajak warga mengumpulkan uang untuk membeli mesin PCR. Dengan begitu, ribuan spesimen yang mengantre bisa segera diuji tanpa perlu dikirim ke Manado atau Makassar.

“Kumpulkan uang berapa saja, Rp1.000 pun boleh. Kita bantu pemerintah untuk beli alat PCR,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Malut, Samsuddin A Kadir maupun Kepala Dinas Kesehatan Malut, dr Idhar Sidi Umar yang dikonfirmasi terkait desakan tersebut hingga kini belum memberikan tanggapan apapun.

Jumlah kasus positif corona di Maluku Utara per Selasa sudah mencapai 465 kasus. Dari angka itu 82 orang dinyatakan sembuh dan 26 orang meninggal dunia.

Kategori
Society

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu

Masuk Monas Bisa dari Dua Pintu. Monumen Nasional (Monas) hanya akan membuka dua pintu saat kembali beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada 20 Juni 2020.

Di pintu masuk, pengunjung bakal melalui pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan yang sudah tersedia di arena.

Pengunjung juga harus bisa mengikuti rute jalur yang telah disediakan di kawasan halaman Monas, sehingga tidak ada yang langsung berpapasan.

Saat berada di dalam kawasan Monas, pengunjung wajib mengenakan masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak sosial.

“Cairannya sudah sesuai standar Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup DKI, dan Kementerian Kesehatan RI. Jadi aman karena sudah sesuai ambang batas,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat ditemui di lokasi.

Sebanyak 81 personel diturunkan langsung untuk melakukan penyemprotan disinfektan guna memastikan kawasan tersebut sudah steril dari virus ataupun bakteri.

Dalam penyemprotan itu cairan disinfektan yang digunakan berbahan dasar klorin dan kaporit 60 persen.

Selama PSBB transisi Monas tetap buka setiap hari, namun jam operasional hanya dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Seperti diketahui, Monas sudah termasuk dalam salah satu kawasan wisata yang direncanakan dan dapat mulai beroperasi pada 20 Juni 2020 di masa fase pertama PSBB transisi di Ibu Kota Jakarta.

Kepala Seksi Ketertiban Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Deddy Nurahmat, mengatakan bahwa layanan mobil wisata untuk sementara ditiadakan.

Menyambut pembukaan kawasan Cagar Budaya itu, Dinas Penyelamatan Kebakaran dan Penanggulangan (Gulkarmat) DKI Jakarta telah melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Monas.

Pengunjung bisa mendatangi Monas melalui pintu barat daya (pintu dekat Patung Kuda) dan pintu timur (pintu dekat Stasiun Gambir).

Pembatasan Jumlah Pengunjung Monas Hanya Dilakukan di Tugu

Kepala Seksi Ketertiban Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Deddy Nurahmat mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen di Monumen Nasional (Monas) hanya dilakukan di kawasan tugu Monas pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Deddy juga mengatakan, pengetatan protokol kesehatan saat akan masuk ke kawasan Monas sebelum masuk ke kawasan tugu, penjagaan jarak untuk membeli tiket di loket masuk ke tugu, hingga pembatasan durasi saat berada di dalam tugu.

Nantinya setiap lima belas menit, pengunjung yang telah naik ke atas tugu akan diminta untuk turun bergantian dengan orang lain yang sudah mengantre di bawah.

“Kapasitas kami 1.250, kami perkirakan 50 orang dalam waktu satu jam,” kata Deddy seperti dikutip Antara.

Hanya ada dua pintu masuk yang akan dibuka yaitu di Pintu Barat Daya dan Pintu Timur Monas, sedangkan dua pintu lainnya di sisi utara dan tenggara akan difungsikan sebagai akses pengunjung untuk keluar dari kawasan Monas.

Monas termasuk dalam salah satu kawasan wisata yang direncanakan dapat mulai beroperasi pada 20 Juni 2020 di masa fase pertama PSBB transisi di Ibu Kota.

Meski demikian untuk di kawasan halaman Monas, Deddy mengatakan pembatasan dilakukan dengan pembatasan akses keluar masuk.

 

Kategori
Society

Penjelasan Dirut PLN soal Tagihan Listrik

Penjelasan Dirut PLN soal Tagihan Listrik

Penjelasan Dirut PLN soal Tagihan Listrik. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) Zulkifli Zaini mengatakan, lonjakan tagihan listrik yang dialami masyarakat tidak disebabkan oleh kenaikan atau subsidi silang tarif listrik. “Lonjakan tagihan listrik pada rekening Mei – Juni 2020. Sebelumnya kami sampaikan lonjakan ini tidak disebabkan kenaikan tarif listrik atau subsidi silang tarif listrik,” kata Zulkifli dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu. Zulkifli menjelaskan, lonjakan tagihan listrik terjadi karena mekanisme perhitungan tagihan yang berbeda selama pandemi Covid-19.

Adapun, menurut hasil pencatatan petugas, menghasilkan kenaikan tagihan listrik yang cukup signifikan, karena pola konsumsi masyarakat selama PSBB. “Pencatatan meter bulan Mei secara aktual menghasilkan kenaikan relatif yang signifikan kepada beberapa pelanggan, akibat pola konsumsi dan aktifitas pelanggan yang masih berada lebih lama di rumah selama kurun waktu April hingga Juni 2020,” ucapnya. “Oleh karena itu, terjadi perbedaan realisasi konsumsi dengan penagihan mengunakan rata-rata 3 bulan. Sebagian besar realisasi lebih besar daripada apa yang ditagihkan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan, PLN sudah menyiapkan upaya perlindungan bagi pelanggan atas lonjakan tagihan tersebut. PLN, kata dia, membuat skema angsuran yang diberikan bagi pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan di atas 20 persen. “Untuk mengatasi keluhan pelanggan tersebut PLN telah mengambil kebijakan perlindungan lonjakan dengan membuat skema angsuran terhadap lonjakan yang terjadi untuk yang mengalamai kenaikan diatas 20 persen,” pungkasnya.

Dedi Mulyadi Usul PLN Kirim Rincian Tagihan Listrik

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengusulkan agar Perusahaan Listrik Negara ( PLN) untuk membuat rincian penggunaan listrik pelanggannya setiap bulan. Hal itu demi mencegah prasangka yang buruk terhadap perusahaan milik negara itu.

Dedi mengatakan, saat ini sudah bermunculan berbagai keluhan tentang tagihan listrik yang mengalami kenaikan cukup signifikan, dari mulai selebriti maupun masyarakat umum, baik yang mengunggah di media sosial maupun tidak. “Karena PLN memiliki fungsi pelayanan dan kepuasan pelanggan menjadi pilar utama, maka PLN harus memberi penjelasan kepada masyarakat kenapa ada keluhan tagihan listrik,” katanya. Menurutnya, PLN bisa mendatangi pelanggan yang mengeluh tagihan listrik membengkak. Di sana, bisa melakukan pemeriksaan forensik terkait pemakaian listrik pelanggan, sehingga bisa jelas berapa watt yang digunakan dan kemudian dikonversi dalam bentuk besaran biaya tagihan. “Misalnya di rumah artis A, habis sekian belas juta rupiah. Kemudian PLN melakukan audit forensik saja di rumah itu. Kan bisa dilihat apa saja yang digunakan dan habis berapa watt dalam sebulan,” katanya

Dedi mengatakan, rincian penggunaan listrik bisa dilaporkan dengan beberapa cara, mulai dari laporan tertulis yang dikirim via pos, email atau juga melalui SMS. “Sudah saatnya PLN transparan dalam hal penggunaan listrik pelanggannya. PLN harus mulai melaporkan rincian tagihan listrik itu seperti telepon pasca-bayar. Ada rincian penggunaannya,” kata wakil ketua Komisi IV.