Kategori
Religion

Lagu religi yang populer menemani ramadhan anda

Lagu ramadhan terpopuler

Lagu religi yang populer menemani ramadhan anda – Selama berbulan-bulan ramadhan, meyakinkan Anda menahan diri mendengarkan musik keras-keras karena khawatir menyinggung orang-orang yang berpuasa. Namun tidak apa-apa jika Anda mendengarkan musik melalui headphone, karena mendengarkan musik juga bisa membuat kita lebih mengenal Allah dan Rasulnya.

List lagu ramadhan terpopuler

lagu Aisyah Istri Rasulullah

Aisyah Istri Rasulullah sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2017 dibawakan oleh band asal Malaysia, yaitu Proyektor. Namun, ia baru kembali tenar sebagai lagu ramadhan 2020 sejak di- cover oleh banyak penyanyi di Indonesia. 

Tim Ricis – Assalamualaikum Temen-Temen

Meski baru dibentuk, Tim Ricis yang terdiri dari Ria Ricis dan teman-teman YouTuber-nya seperti Vazo Achmad, Wildan Alamsyah, Aryesh Jiannarta, dan Derry Fransakti bersama dengan GMI Records dan Bigdonte Entertainment yang menayangkan single religi yang menggunakanung Fun Group seperti Project Pop.

Sabyan X Nagita Slavina – RAMADAN

Di bulan Ramadan, rasa nama Sabyan selalu menjadi topik hangat di industri musik religi. Kali ini Sabyan berkolaborasi dengan Nagita Slavina membawakan lagu Ramadhan. Lagu ini telah ditonton sebanyak 1,5 juta lebih dan menjadi tren di YouTube.

lagu Panggilan Tuhan

Demi menyambut bulan suci ramadhan di tahun ini, Novi Ayla juga ikut merilis lagu yang diundang. Setelah terkenal lewat lagu berjudul Cintai Aku Karena Allah (CAKA), kali ini ia meminta kita untuk kembali mengingat 3 panggilan-Nya. Panggil ini terdiri kumandang adzan untuk melaksanakan sholat, penggilan ke tanah suci, dan memanggil kita mari kita kematian.

Selfi, Lesti, Rara, Putri, Aulia, Fildan, Faul, Reza- Ramadan Berkah 

Untuk pertamakalinya para penyanyi dangdut muda jebolan ajang mencari bakat Indosiar bersatu menyanyikan lagu religi dalam menyambut bulan Ramadhan. Dibawah naungan label rekaman 3D Entertainment dan manajemen artis STREAM Entertainment, penyanyi yang terdiri dari Selfi-Juara 1 Liga Dangdut Indonesia 2018, Lesti- Juara 1 Dangdut Akademi musim pertama, Rara-Juara 2 Liga Dangdut Indonesia 2018, Putri-Juara 2 Dangdut Academy musim ke-4, Aulia-Juara 3 Dangdut Academy musim ke-4, Fildan-Juara 1 Dangdut Academy musim ke-4, Faul-Juara 1 Liga Dangdut Indonesia 2019 dan Reza-Juara 4 Dangdut Academy musim ke-2, merilis Music Video ‘Ramadan Berkah’.

Menyambut Ramadhan – Anang Bersama Keluarga

Sesuai dengan tantangan pandemi Covid-19 saat ini, Anang bersama meminjamkan lagu bernuansa ceria menyambut Ramadan sambil mengingatkan untuk tidak keluar Rumah dulu.

Aishwa dan Qeisya-Marhaban Ya Ramadhan

Dua kakak beradik ini cukup membuat netizen dengan vokal ceria menyambut bulan suci Ramadhan, seolah membuat percakapan yang didengarnya ingin ikut serta bernyanyi bersama. Liriknya yang juga mudah dihapalkan cocok didengarkan bersama buah hati kamu dapat diminta berpuasa di bulan Ramadhan.

Video ini telah ditonton 4,5 juta di YouTube.

Marhaban Ya Ramadhan dari Aishwa & Qeisya

Mengajarkan cara berpuasa kepada si kecil terkadang bisa menyulitkan loh. Salah satu cara yang bisa dicoba agar lebih mudah yaitu dengan mengajak mereka bernyanyi bersama-sama. Lirik lagu dari Marhaban Ya Ramadhan ini memudahkan banget biar si kecil di rumah mudah menghafalnya. Dengan begitu, mereka jadi lebih cepat membicarakan apa yang dimaksudkannya, kita harus berpuasa.

Wali Band- Ngantri Ke Surga

Wali Band asal Tangerang merilis album terbaru menyambut Ramadhan 2020. Seluruh lagu dalam albumnya mengingatkan ajaran Islam yang mungkin luput dari kehidupan sehari-hari kita. Salah satu lagunya yang berjudul Ngantri ke Surga mengingatkan kita pada ajaran Islam yang kita bicarakan saat masih belia.

Kategori
Misteri Religion

Wisata Religi Jambi Bukit Lupo

Bukit Lupo – Di provinsi Jambi, tak henti-hentinya memunculkan berbagai bentuk destinasi objek wisata baru. Mulai dari wisata alam hingga wisata religi pun ada di daerah tersebut.

Dimana dari banyak wisata tersebut, kembali muncul destinasi objek wisata religi budaya dan sejarah. Tepatnya di desa Batin Pengambang. Masyarakat setempat menyebutnya Bukit Lupo yang merupakan peristirahatan terakhir nenek moyang simulo jadi yang dipercaya merupakan nenek moyang dari mereka semarga Batin Pengambang.

Baca Juga: Tempat Mistis di Surabaya, Tertarik untuk Kesana?

Dikategorikan sebagai wisata religi budaya dan sejarah, karena disitu memang mengandung unsur kebudayaan dan sejarah Marga Batin Pengambang serta dianggap berbau mistis. Gatra berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi tersebut pada Sabtu (20/6). Untuk menuju lokasi tersebut dari pusat kota Kabupaten Sarolangun berkisar 120 Km, perjalanan menggunakan kendaraan roda empat memakan waktu sekitar lebih kurang 4 Jam.

Selanjutnya dari pemukiman warga ke puncak Bukit Lupo berjarak lebih kurang 2 km, dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan medan jalan mendaki.

Ketika tiba di puncak bukit tersebut, Anda akan disuguhkan pemandangan alam dengan cuaca dingin dan berbagai pepohonan hijau yang rimbun, dari ketinggian akan terlihat hamparan pemukiman warga desa setempat, sungai Batang Asai dan lahan pertanian padi sawah milik warga.

Sejarah Singkat Bukit Lupo dan Nenek Moyang Semulo Jadi

Kepala Desa Batin Pengambang, Asrin kepada Gatra menceritakan bahwa bukit tersebut dahulu kala menjadi tempat banyak orang untuk bertapa meminta sesuatu atau ketika ada hajatan tertentu mereka meminta restu ke bukit tersebut.

“Dan memang sering terkabulkan apa yang menjadi hajatan bagi yang meminta, berkat izin Allah,swt tuhan yang maha esa melalui perantara nenek moyang semulo jadi,” katanya.

Asrin menyebut, asal muasal disebutkan sebagai bukit lupo. Bahwa pada zaman dahulu kala sekitar ratusan tahun yang lalu, bukit lupo merupakan tempat peristirahatan Nenek Moyang Semulo Jadi, tempat itu dijadikannya sebagai tempat untuk memantau perkembangan dan situasi di dalam dusun dari jajahan musuh yaitu penjajah Belanda.

Dalam persitirahatan Nenek Moyang Semulo Jadi diatas tersebut. Di setiap hari Jumat warga setempat selalu mengunjunginya untuk menghantarkan makanan.

Namun pada suatu kesempatan seiring berjalannya waktu para warga tersebut lupa, sehingga pada saat itu muncullah nama Bukit Lupo.

Sementara itu, untuk nama Nenek Moyang Semulo Jadi itu sendiri karena diketahui pada waktu itu beliau ini dikenal sakti, bisa berubah menjadi berbagai bentuk untuk menaklukkan musuh-musuh yang berniat jahat kepadanya maupun daerah kekuasaannya.

Dari hal tersebut, kata Asrin menurut kepercayaan masyarakat setempat secara terun temurun bahwa hingga saat ini Nenek Moyang Semulo Jadi masih dianggap hidup dan masih ada pengaruhnya terhadap situasi daerahnya.

“Karena memang tidak pernah kami ketahui bahwa ia meninggal, dan informasi tersebut kami dapatkan turun temurun dari setiap generasinya, yang kami percaya itu bahwa kalau menghilang iya,” kata Asrin.

Cerita awal menghilangnya Nenek Moyang Semulo Jadi ini berawal dari lupanya masyarakat setempat untuk mengunjunginya.

Pada saat itu diatas bukit tersebut nenek moyang semulo jadi dalam posisi duduk ditempat seperti bakul (wadah). Ia pada saat itu mengecil dan akhirnya menghilang dan tidak pernah dianggap meninggal karena memang tidak ditemukan jasadnya diatas tersebut.

Upaya Melestarikan Objek Pariwisata

Gatra didampingi oleh penggiat wisata Kabupaten Sarolangun dan Kecamatan Batang Asai pada saat perjalanan tersebut, yakni Suryadi dan Ardiansyah. Mereka mengatakan bahwa upaya melestarikan dan eksplor berbagai objek pariwisata daerah setempat terus mereka gerakkan.

Upaya tersebut mereka lakukan agar kemudian bisa mendorong masyarakat untuk terus peduli. Bahwa pariwisata tidak sekedar persoalan rekreasi semata namun juga sebagai penopang tumbuhnya berbagai potensi lain, salah satunya soal perekonomian.

“Hal inilah yang ingin terus kami dorong, bagaimana kemudian masyarakat bisa termotivasi. Bahwa ada sumber kehidupan di pariwisata,” kata Suryadi kepada Gatra.

Suryadi berkeinginan dengan demikian geliat pariwisata didaerah tersebut terus tumbuh. Sehingga bermunculan dari inisiatif masyarakat itu sendiri, dan Pemerintah pasti akan terlibat dalam upaya pengembangannya.

Dari apa yang ada di Kecamatan Batang Asai ini, terutama Desa Batin Pengambang dengan berbagai potensinya. Pihaknya akan mendorong untuk membuat kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Agar pendataannya tersistematis sehingga tidak sulit ketika membutuhkan dana atau anggaran untuk pengembangannya.

“Karena untuk menarik anggarannya memang dibutuhkan Pokdarwis tersebut. Agar objek wisata mereka mudah untuk pengembangannya ketika kita bicara anggaran,” kata Suryadi.