Kategori
Society Spiritual

Begal Ini Membawa Jimat

Begal Ini Membawa Jimat

Begal Ini Membawa Jimat – Dua begal sadis yang meresahkan warga Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya , Kabupaten Ogan Ilir , Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya diambil Unit Reskrim Polsek Indralaya Kamis.

Kapolsek Indralaya AKP Helmy Ardiansyah mengatakan, dua begal sadis itu, satu di membuktikan masih di bawah umur. Uniknya, saat digeledah, polisi mendapati jumlah jimat dari salah satu korban.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti kejahatan berupa dua buah telepon selular dan senjata tajam yang digunakan saat melakukan aksinya.

Polisi menembak mati begal yang melakukan aksinya dengan kekerasan hingga mengakibatkan korbannya meninggal. Ternyata, pelaku bernama Samsul Huda (20) memiliki jimat agar lancar saat melakukan aksinya.

“Barang bukti dari SH satu buah kunci, dua celurit, HP, bondet, dua sugesti atau secara spiritual diyakini sebagai jimat pada badannya, ada pada dirinya ini,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin.

Truno menambahkan jimat ini seperti terbuat dari bulu binatang. Hal ini dipercaya membawa keberuntungan bagi tersangka saat melakukan aksinya.

“Kedua orang itu adalah bagian dari empat orang yang mendukung perampokan terhadap warga yang saat ini sedang berada di dekat Komplek Perkantoran Pemkab Ogan Ilir Tanjung Senai,” kata Helmy saat konsultasi persandingan pengajuan pengemis di Polsek Indralaya, Kamis.

Lokasi perjalanan pembegalan jauh dari objek wisata Danau Seruo. Kejadiannya beberapa waktu yang lalu.

“Bentuknya dari bulu binatang, ini seperti ekor. Ini satu benda yang diyakini tersangka menghindari sesuatu yang dianggap menghalangi pelaku berbuat tindak pidana,” imbuh Truno.

Selain itu, Truno menyebut sebelumnya pada Jumat, polisi telah menembak mati komplotan Samsul, Heru Kustiawan (25). Dari Samsul, didapati barang bukti celurit, dua buah kunci T, tiga buah mata kunci dan 4 buah bondet.

Tak hanya itu, Truno mengatakan pihaknya telah menerima 24 laporan polisi kasus pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan oleh komplotan ini.

Modus yang Melawan dengan Cara Melawan Korban lalu meminta Telepon Korban dengan Menyetujui Menggunakan Gerakan tajam.

Korban yang menantang tidak bisa melakukan apa-apa dan menyerahkan telepon penyedianya ke pembeli. Korban lalu melapor ke Polsek Indralaya.

“Ada 24 laporan polisi 24 laporan polisi sejak berkisar dari tahun 2019 dan tahun 2020 yaitu kejadian tindak pidana pencurian dengan kekerasan baik yang mengakibatkan korban yang luka sampai dengan meninggal dunia,” kata Truno.

Truno menambahkan jaringan ini kerap melakukan aksinya di Sidoarjo, Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan hingga Kabupaten Pasuruan. Sementara itu, pihaknya masih akan memburu jaringan ini.

“Ini kelompok atau jejaring ya. Tentu proses penyidikan tidak berhenti kita lengkapi dengan berkasnya apakah nanti ada kaitannya sama kelompok yang masih ada. Jaringan masih kita dalami dari alat bukti yang ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *