Kategori
Spiritual

Aspek Spiritual Di Kala New Normal

Aspek Spiritual Di Kala New Normal

Aspek Spiritual Di Kala New Normal – Setelah berbulan-bulan dalam situasi pandemi Covid-19 yang banyak kehidupan, kekhawatiran aplikasi besar dan pembatasan sosial skala besar (PSBB), bangsa Indonesia sedang mengalami masa transisi penting dan populer disebut standar baru.

Banyak orang yang skeptis dan khawatir tentang meningkatnya jumlah korban positif di seluruh negeri karena sudah ada penurunan yang signifikan dalam kurva. Sejauh ini, kurva Covid-19 kasus positif masih tertunda, apalagi mencapai nol.

Selain itu, pemerintah percaya bahwa kepatuhan yang normal baru dengan kesehatan protokol yang ketat akan dapat menggerakkan roda ekonomi yang ‘mati’. kehidupan ekonomi, sosial dan keagamaan akan bergulir normal dengan kebiasaan baru.

Terlepas dari pro dan kontra penerapan normal baru, ada hal-hal yang perlu dievaluasi dalam pelajaran dari kemitraan dengan diberlakukannya protokol kesehatan yang mampu membangun kebiasaan baru. Baru normal yang dapat dilihat dan dipelajari dari aspek spiritualitas.

Baru normal berarti bahwa orang-orang kembali ke kehidupan normal sebelum pandemi, tetapi dengan yang baru, kebiasaan yang lebih positif.

Agama mengajarkan kebersihan adalah sebagian dari iman. Allah menyukai sesuatu yang bersih dan indah. Salah satu praktik kebersihan yang baik sangat dianjurkan pada saat standar baru rajin mencuci tangan. Tangan manusia memiliki fungsi yang sangat luar biasa. Untuk bekerja, untuk menyembah dan belajar.

Di sisi lain, manusia dapat melakukan dan melakukan apa saja, terlepas dari apa yang baik atau buruk.

Pada saat melakukan dengan baik, tangan digunakan untuk melayani, untuk membantu orang lain dan karya hasil yang bermanfaat bagi umat manusia. Di sisi lain, tangan juga dapat digunakan untuk membuat buruk seperti pembunuhan, mencuri adalah untuk menandatangani atau melegalkan tindakan tidak sah seperti korupsi wa joker123.

Mencuci tangan setelah alam, manusia dilatih untuk selalu dibersihkan secara teratur, terus-menerus, karena suatu saat tangan manusia akan bertanggung jawab oleh Allah atas apa yang telah ia lakukan. Sementara itu, mulut kita akan diblokir, seperti yang diungkapkan dalam lagunya Datang Christophe hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *