Kategori
Spiritual

18 Remaja Tawuran Ditantang Uji Nyali-Dihukum Cium Kaki Ibu

18 Remaja Tawuran Ditantang Uji Nyali-Dihukum Cium Kaki Ibu

18 Remaja Tawuran Ditantang Uji Nyali – Hukuman Cium Kaki Ibu – Polsek Palmerah melakukan pendekatan unik untuk menyadarkan anak-anak remaja yang sering tawuran. Polisi menghukum mereka dengan tantangan uji nyali pada gedung angker hingga mencuci kaki ibu.
Adalah Wakapolsek Palmerah AKP Bachrun yang menginisiasi ide tersebut. Bachrun memberikan hukuman yang berbeda agar para remaja menyesali dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Ceritanya gini, saya juga yang ngomong itu. Pada belakang (gedung Polsek Palmerah) kan ada gedung tinggi, saya bilang kalian jangan berani tawuran aja, tawuran kan banyak temen, coba sekarang kamu saya tantang. Tantangannya ini berada pada belakang ada gedung tinggi, ini gedung Belanda,” kata Bachrun ketika melansir dari  https://gracegospelwa.org/, Jumat (2/10/2020).

Gedung tersebut adalah Gedong Tinggi, bekas peninggalan Belanda. Gedong Tinggi merupakan vila milik pejabat tinggi VOC Andries Hartsinck yang kini terpergunakan sebagai bagian dari gedung Polsek Palmerah. Bangunan tersebut memang terkenal angker.

Ia menantang para remaja tinggal pada Gedong Tinggi untuk membuktikan para remaja tersebut benar-benar mempunyai keberanian. Tapi, seluruh remaja itu tidak ada yang menyanggupi tantangan yang terlontarkan oleh polisi tersebut.

Hukuman Pelajaran Terlibat Tawuran

“Sekarang ini kan hari Kamis (kemarin, red) malamnya malam Jumat, sekarang siapa yang berani duduk sendirian saya gelapin hanya bermodal lilin, duduk antara jam 1 sampai jam 4 pagi. Nanti saya pantau dari luar kalau kamu kuat duduk, melek nggak tidur, nah itu baru kamu jagoan, saya bilang gitu. Jangan kamu berani tawuran banyak, berani nggak. Tapi nggak ada yang berani,” tuturnya.

Setelah tantangan uji nyali tidak ada yang sanggup menerima, Bachrun akhirnya menghukum para remaja itu untuk sungkem dan mencuci kaki ibu. Terpaksa Bachrun untuk mengingatkan para remaja bahwa orang tua mereka menyayangi mereka dan tidak mau kehilangan anak-anaknya karena tawuran.

Mengutip dari https://bellasbreakfastlunch.com/ “Ini memang ide saya, jujur, maksud saya kasih arahan (anak-anak) pada keluar malam sudah izin belum ke ibunya yang nyariin. Nah sekarang kemungkinan juga (pelaku) kurang bakti ke orang tua, ingat surga ada pada telapak kaki ibu,” jelas Bachrun.

Pendekatan emosional itu dilakukan agar para remaja menyadari betapa sayangnya para orang tua terhadap anak-anaknya. Para orang tua tidak ingin anak-anaknya meninggal sia-sia karena tawuran.