Kategori
Spiritual

Ketahanan Spiritual Pengaruhi Imun Tubuh

Ketahanan Spiritual Pengaruhi Imun Tubuh – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Bukhori Yusuf meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), melakukan fungsi penyadaran kepada masyarakat terkait pentingnya memelihara kondisi spiritual dalam menghadapi COVID-19.

nasaruddin umar2 - Ketahanan Spiritual Pengaruhi Imun Tubuh

Melansir dari http://gracegospelwa.org/ Bukhori menilai kerja sama tersebut menjadi penting, mengingat MUI memiliki jejaring tokoh agama hingga di akar rumput, serta kekuatan pengaruh di masyarakat.

“Jadi selain memperhatikan aspek kesehatan dan perilaku masyarakat di tengah pandemik, kondisi spiritual masyarakat juga perlu disikapi secara serius. Sebab ketahanan spiritual berpengaruh secara signifikan terhadap daya tahan tubuh seseorang dari serangan virus,” kata Bukhori saat rapat kerja bersama Kepala BNPB Doni Monardo di Gedung DPR di Jakarta

1. Spiritual memberikan kontribusi positif bagi ketahanan mental

Menurut Bukhori, dalam penelitian Koenig, HG, Al Zaben, dan Khalifa, D A, dalam Religion Spirituality and Mental Health in The West and The Middle East (2012) menyebutkan, spiritualitas dan keyakinan agama memiliki pengaruh bagi kesehatan mental bagi penderita depresi, stres, dan mampu mengurangi dorongan melakukan tindakan bunuh diri.

Menurut https://103.55.38.71/ “Di samping itu, secara transendental, kekuatan spiritual memberikan kontribusi positif bagi ketahanan mental sekaligus ketahanan fisik individu,” ujar Bukhori.

2. PKS usul pasien COVID-19 yang telah melakukan isolasi bisa mengakses PCR secara mandiri

Selain menyoroti urgensi pelibatan MUI, Bukhori juga mengusulkan agar pasien yang positif COVID-19 dan telah melakukan isolasi mandiri sesuai prosedur. Bisa memperoleh fasilitas PCR dengan datang secara mandiri ke fasilitas kesehatan yang tersedia.

Bukhori menilai, strategi ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi gejolak sosial di masyarakat. Sebab di tengah melonjaknya angka kasus COVID-19, ancaman konflik horizontal turut membayangi kondisi sosial masyarakat di akar rumput.

3. Positivity rate COVID-19 RI pada Agustus 2020, tiga kali lipat lebih tinggi

Sebelumnya, Indonesia mencatat rata-rata positivity rate atau tingkat positivitas harian COVID-19 secara nasional pada Agustus 2020 adalah 16,17 persen. Persentase itu mengalami kenaikan dari dua bulan terakhir.

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dokter Dewi Nur Aisyah menjelaskan. Positivity rate adalah jumlah orang yang positif dari yang diperiksa, dibagi jumlah orang-orang yang diperiksa.

Kategori
Spiritual

Sempat Sakit, Rizieq Shihab akan Jalani Tes Usap COVID-19 Mandiri

Sempat Sakit, Rizieq Shihab akan Jalani Tes Usap COVID-19 Mandiri

Sempat Sakit, Rizieq Shihab akan Jalani Tes Usap COVID-19 Mandiri – Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan menjalani tes usap (swab test) COVID-19 secara mandiri, usai mendapatkan kabar jatuh sakit selama beberapa hari usai hadir dalam acara Maulid Nabi SAW dan akad nikah anaknya pada Sabtu, 14 November 2020. Acara yang Rizieq laksanakan tersebut memicu kerumunan pada masa pandemik COVID-19.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto membenarkan kabar tersebut, setelah pihaknya bertemu dengan Rizieq pada rumahnya Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat.

“Katanya mereka mau melaksanakan swab mandiri,” kata Heru

1. Kapolres Jakpus pastikan Rizieq akan jalani tes usap mandiri tanpa fasilitas dari pemerintah

Heru mengatakan sejumlah perwakilan dari Polsek Metro Tanah Abang datang untuk mengimbau Rizieq agar menjalani tes usap COVID-19 pada Sabtu, 21 November 2020. Hal itu bergerak setelah mendapat info Rizieq sakit dengan ciri-ciri terpapar COVID-19.

Namun Rizieq tidak dapat bertemu dengan alasan tengah beristirahat dan tidak menerima tamu, sehingga pihak kepolisian hanya mengimbau Rizieq lewat utusannya dari depan pagar rumah.

Heru memastikan Rizieq Shihab melakukan tes usap COVID-19 secara mandiri, tanpa fasilitas dari pemerintah.

2. Rizieq tak terlihat lagi pada publik usai menikahkan anaknya

Rizieq Shihab tak lagi terlihat pada hadapan publik usai menikahkan putri kandungnya, Syarifah Najwa Shihab dengan Sayid Irfan Alaidrus pada Sabtu, 14 November 2020.

Menurut pengacara FPI, Aziz Yanuar, kondisi Rizieq Shihab dan keluarga dalam keadaan sehat usai menyelenggarakan akad dan resepsi pernikahan putrinya tersebut.

“Enggak (sakit), dalam keadaan sehat semua kok,” kata Aziz

3. FPI sebut Rizieq kelelahan, namun dalam kondisi sehat

Aziz menuturkan, pentolan Persaudaraan Alumni 212 itu belum beraktivitas kembali lantaran sedang istirahat pada rumahnya, Petamburan, Jakarta Pusat. Kegiatan ceramah dan keagamaan lainnya pun akan terlaksana kembali oleh Rizieq setelah itu.

Sehingga, terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .“Kelelahan mungkin ya, itu wajar. (Tapi) Alhamdulillah sehat,” ujarnya.

Saat menanyakan apakah Rizieq dan keluarganya sudah menjalani tes swab COVID-19 usai menggelar acara tersebut, Aziz mengaku tidak tahu.

“Saya tidak tahu karena ini urusan internal keluarga beliau,” tuturnya.

Kategori
Spiritual

Ketahanan Spiritual Pengaruhi Imun Tubuh, PKS Minta BNPB Gandeng MUI

Ketahanan Spiritual Pengaruhi Imun Tubuh, PKS Minta BNPB Gandeng MUI

Ketahanan Spiritual Pengaruhi Imun Tubuh, PKS Minta BNPB Gandeng MUI –  Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Bukhori Melansirkan dari https://armyants.org/ Yusuf meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), melakukan fungsi penyadaran kepada masyarakat terkait pentingnya memelihara kondisi spiritual dalam menghadapi COVID-19.

Bukhori menilai kerja sama tersebut menjadi penting, mengingat MUI memiliki jejaring tokoh agama hingga pada akar rumput, serta kekuatan pengaruh pada masyarakat.

“Jadi selain memperhatikan aspek kesehatan dan perilaku masyarakat pada tengah pandemik, kondisi spiritual masyarakat juga perlu menyikapi secara serius. Sebab ketahanan spiritual berpengaruh secara signifikan terhadap daya tahan tubuh seseorang dari serangan virus,” kata Bukhori saat rapat kerja bersama Kepala BNPB Doni Monardo pada Gedung DPR ke Jakarta, Kamis (3/9/2020).

1. Spiritual memberikan kontribusi positif bagi ketahanan mental

Menurut Bukhori, dalam penelitian Koenig, HG, Al Zaben, dan Khalifa, D A, dalam Religion Spirituality and Mental Health in The West and The Middle East (2012) menyebutkan, spiritualitas dan keyakinan agama memiliki pengaruh bagi kesehatan mental bagi penderita depresi, stres, dan mampu mengurangi dorongan melakukan tindakan bunuh diri.

“Pada samping itu, secara transendental, kekuatan spiritual memberikan kontribusi positif bagi ketahanan mental sekaligus ketahanan fisik individu,” ujar Bukhori.

2. PKS usul pasien COVID-19 yang telah melakukan isolasi bisa mengakses PCR secara mandiri

Selain menyoroti urgensi pelibatan MUI, Bukhori juga mengusulkan agar pasien yang positif COVID-19 dan telah melakukan isolasi mandiri sesuai prosedur, bisa memperoleh fasilitas PCR dengan datang secara mandiri ke fasilitas kesehatan yang tersedia.

Bukhori menilai, strategi ini perlu lakukan untuk mengantisipasi gejolak sosial ke masyarakat. Sebab pada tengah melonjaknya angka kasus COVID-19, ancaman konflik horizontal turut membayangi kondisi sosial masyarakat pada akar rumput.

“Masyarakat saat ini begitu paranoid ketika mendapati petugas kesehatan ber-APD lengkap datang ke lingkungan mereka. Tidak jarang para petugas ini terusir, bahkan ke persekusi oleh oknum warga sehingga justru menimbulkan ekses negatif. Selain itu, kondisi masyarakat yang kadung hopeless terhadap penanganan pemerintah selama ini juga punya andil terhadap sikap mereka yang terkadang ke luar kendali,” ujar ia.

3. Positivity rate COVID-19 RI pada Agustus 2020, tiga kali lipat lebih tinggi

Sebelumnya, Indonesia mencatat rata-rata positivity rate atau tingkat positivitas harian COVID-19 secara nasional pada Agustus 2020 adalah 16,17 persen. Persentase itu mengalami kenaikan dari dua bulan terakhir.

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dokter Dewi Nur Aisyah menjelaskan, positivity rate adalah jumlah orang yang positif dari yang terperiksa, bagi jumlah orang-orang yang periksa.

“Misalnya 100 orang periksa 10 orang positif, maka persentase positifnya 10 persen,”. Jelas Dewi melalui siaran langsung ‘COVID-19 dalam Angka’ YouTube BNPB Indonesia, Rabu, 2 September 2020.

Dewi menjelaskan, angka persentase positivity rate pada Indonesia saat ini tinggi sekali. Sebab angkanya jauh melampaui standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 5 persen.

“(Positivity rate COVID-19 RI pada Agustus 2020) tiga kali lipat lebih tinggi,” kata Dewi.

Kategori
Sosial

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos Tunai COVID-19 dari Pemerintah

Masyarakat Suku Baduy Tolak Bansos – Baduy merupakan masyarakat adat yang menolak modernisasi. Masyarakat baduy yang menolak dana desa ada di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Dana desa itu dikucurkan pemerintah untuk Daftar 918Kiss pembangunan infrastuktur guna menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah itu. Masyarakat suku adat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten,  menolak menerima dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang dibagikan oleh pemerintah kepada warga terdampak pandemik COVID-19.

Banyak hal yang menjadi alasan masyarakat suku adat Baduy menolak bansos tersebut. Salah satunya karena khawatir menimbulkan kecemburuan sosial.

“Kami menolak penyaluran BST maupun BLT itu,” kata Jaro Saija, Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, seperti dikutip dari Antara, Kamis.

1. Bantuan itu bisa timbulkan kecemburuan sosial

Apalagi, lanjutnya, dana BLT itu disalurkan melalui Dana Desa (DD). Sedangkan di Desa Baduy tidak ada dana tersebut. Penolakan itu, kata dia, juga disepakati lembaga adat karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

“Jumlah warga yang tidak menerima lebih banyak dibandingkan warga yang menerima dana sosial, sehingga tidak menyanggupi bentuk pertanggungjawabannya,” ujar Jaro Saija.

Menurut dia, selama ini masyarakat Baduy yang tinggal di Gunung Kendeng sangat kuat terhadap aturan adat karena titipan leluhur.

Masyarakat Baduy lebih mencintai kedamaian, kerukunan, keharmonisan, dan saling tolong-menolong. Bahkan, di masyarakat Baduy yang menempati tanah hak ulayat adat itu, hingga kini belum pernah terjadi kriminalitas, keributan, kerusuhan, dan Baduy terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, masyarakat Baduy juga belum mengalami kelaparan pangan, karena bisa menyimpan gabah hasil panen padi huma. “Kami lebih baik dana sosial akibat dampak COVID-19 itu diberikan ke orang lain saja,” katanya.

2. Jumlah penerima bansos hanya 20 keluarga, sementara jumlah warga Baduy 14.600 jiwa

Masyarakat Baduy menolak karena jumlah penerima bansos itu hanya 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan saat ini warga Baduy berjumlah 14.600 jiwa dan 4.320 kepala keluarga (KK), yang tersebar di 68 Kampung Baduy Luar dan Baduy Dalam.

“Karena itu, masyarakat Baduy lebih baik menolak dana sosial yang digulirkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Jaro Saija.

3. Dinsos Lebak benarkan penolakan BLT dan BST oleh warga Baduy

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darma Putra membenarkan, bahwa warga Baduy menolak dana sosial tersebut karena masih kuat memegang adat leluhur. Penolakan bantuan sosial itu juga dilengkapi surat pernyataan dari Kepala Desa Kanekes juga tokoh adat, Badan Perwakilan Desa (BPD), RT, dan RW.

“Kami menghargai keputusan adat mereka yang menolak menerima dana BLT dan BST,” kata Eka Darma.

Kategori
Sosial

Warga Maluku Utara Patungan Koin

Kritik Pemerintah, Warga Maluku Utara Patungan Koin untuk PCR

Warga Maluku Utara Patungan Koin. Ketiadaan alat polymerase chain reaction (PCR) di Maluku Utara membuat gerah sebagian masyarakat di sana sehingga mencetuskan gerakan ‘Koin untuk PCR’. Langkah ini sekaligus protes masyarakat terhadap Pemprov Malut yang dinilai sangat lamban dalam penanganan wabah virus corona (covid-19).

Gerakan ‘Koin Alat PCR’ digagas salah satunya oleh DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Malut. Dalam gerakan ini mengajak warga patungan untuk membeli mesin tes tersebut.

Mereka sudah memenuhi tiga lokasi karantina di Kota Ternate karena selama hasil tes belum keluar, mereka tak ada yang boleh kembali ke rumah masing-masing.

Abdul menjelaskan, anggaran penanganan Covid-19 Malut mencapai Rp 148 miliar. Ia pun mempertanyakan Pemprov Malut yang tak juga membeli alat PCR. Padahal, menurutnya, harga alat PCR berkisar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

“Gerakan uang koin akan terus berlanjut sampai Pemerintah Provinsi mengadakan alat swab PCR. Kami ajak juga teman-teman Organisasi Cipayung untuk kita sama-sama memperjuangkan gerakan uang koin,” tegasnya.

“IMM mengajak seluruh masyarakat dan elemen mahasiswa untuk mengumpulkan uang koin Rp500 untuk membeli mesin PCR. Kumpul uang koin ini sebagai bentuk kritik kepada Gubernur dan Wakil Gubernur agar segera mengadakan alat PCR,” kata Kepala Bidang Hikmah DPD IMM Malut, Abdul Najar, Rabu.

Selama ini spesimen warga dari Malut dikirim ke Manado, Sulawesi Utara dan Makassar, Sulawesi Selatan. Akibatnya, pasien yang menunggu hasil spesimennya pun terus saja bertumpuk.

Asghar bilang, jika pemerintah tidak juga bergerak, maka rakyat harus bergerak sendiri untuk menangani Covid-19. Dia mengklaim telah mengecek harga alat tersebut, yakni di kisaran Rp600 jutaan.

“Bohong besar kita bicara penanganan Covid-19 jika alat PCR saja tidak punya. Karena itu, kita patungan saja dan LSM Rorano siap bantu mengawal proses pengadaan alat,” katanya.

Senada, Direktur LSM Rorano Malut, M Asghar Saleh mengajak warga mengumpulkan uang untuk membeli mesin PCR. Dengan begitu, ribuan spesimen yang mengantre bisa segera diuji tanpa perlu dikirim ke Manado atau Makassar.

“Kumpulkan uang berapa saja, Rp1.000 pun boleh. Kita bantu pemerintah untuk beli alat PCR,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Malut, Samsuddin A Kadir maupun Kepala Dinas Kesehatan Malut, dr Idhar Sidi Umar yang dikonfirmasi terkait desakan tersebut hingga kini belum memberikan tanggapan apapun.

Jumlah kasus positif corona di Maluku Utara per Selasa sudah mencapai 465 kasus. Dari angka itu 82 orang dinyatakan sembuh dan 26 orang meninggal dunia.

Kategori
Spiritual

Zulhas Minta Pengurus Masjid Jaga Disiplin Jemaah di New Normal

Zulhas Minta Pengurus Masjid Jaga Disiplin Jemaah di New Normal

Zulhas Minta Pengurus Masjid Jaga Disiplin Jemaah di New Normal – Presiden PAN Zulkifli Hasan mempunyai ia merayu kepada masjid dibuka untuk solat di dalam gereja. Sudah tentu, ia dijalankan mengikut protokol kebersihan yang ketat.

“Saya merayu kepada masjid itu dibenarkan untuk dibuka dan mula menunaikan solat bersama. Of 19 COVID yang melaksanakan prosedur seperti jarak fizikal dan menggunakan topeng,” Zulkifli berkata di masjid besar A Azhar, Kebayoran Baru , selatan Jakarta, Jumaat (2020/05/06).

Zulkifli berkata jemaah doa pembukaan di masjid ini dapat dilihat dengan pembentukan kehidupan yang baru atau biasa baru. Beliau menyebut bahawa masjid boleh berkhidmat untuk mewujudkan perjalanan solat jemaah prosedur.

“Sudah biasa kursus baru boleh ditafsirkan untuk merujuk kepada solat Salat bagi umat Islam. Masjid pengurus boleh bertindak untuk mengekalkan disiplin jemaah untuk mengikut semua prosedur biasa yang baru,” kata Zulkifli

Zulkifli berkata pelaksanaan tempat biasa baru ibadat mengikut prinsip pertama Pancasila. Beliau menyebut bahawa Indonesia adalah sebuah negara yang meletakkan pengukuhan rohani agama.

“Meletakkan biasa baru untuk rumah ibadat adalah selaras dengan prinsip pertama Pancasila, kepercayaan kepada satu Tuhan. Kita adalah sebuah negara agama dan oleh itu perlu menjadi perkara yang pertama ialah kekuatan mental dan rohani,” katanya.

Selaras dengan Zulkifli, Presiden Persatuan intelektual Muslim Indonesia menggesa orang (ICMI) Asshiddiqie untuk membuat persediaan arau pembentukan biasa baru kehidupan baru di tengah-tengah virus pandemik, Corona. Anda boleh memulakan dengan menghidupkan semula tempat ibadat.

“Kami sebenarnya akan menyediakan baru normal, di mana kita bermula dengan solat pada hari Jumaat berkata kepada seluruh bangsa Indonesia, bermula normal baru masjid, rumah ibadat, bukannya pusat membeli-belah,” sambil menambah dalam khutbahnya.

Kategori
Spiritual

Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid19

Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid19 Rumah Ibadah

Jadi Contoh Penerapan Protokol Covid19 Rumah Ibadah – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan rumah ibadah sudah seharusnya menerapkan prosedur operasional standar (SOP) dan protokol kesehatan secara bijak untuk mencegah virus corona (Covid-19).

Inin mengatakan pelanggan diharuskan memakai hand sanitizer sebelum memasuki area restoran. Ia sudah menyediakan hand sanitizer yang digantung di depan pintu masuk.

Aturan memakai masker ketika akan masuk restoran juga wajib dilakukan. Ia mengatakan pihaknya tak bakal melayani pelanggan jika masuk tak memakai masker.

Jumlah pelanggan bakal dipangkas hingga setengah. Yang tadinya restoran bisa menampung hingga 100 orang, mulai pekan depan akan ditetapkan maksimum 50 pelanggan.

Dengan begini, restoran bisa menerapkan konsep jaga jarak. Di mana satu meja hanya bisa diisi dua orang pelanggan. Sendok dan garpu juga bakal dibungkus tisu.

“Pentingnya masing-masing komunitas membuat SOP yang diberlakukan secara teknis dan detail baik untuk kegiatan ibadah maupun sosial. Kementerian agama akan memberikan panduan secara umum, tapi untuk hal-hal yang lebih detail para pengurus yang tahu,” kata dia.

Muhadjir juga menyarankan agar dibuat satu tempat pengaduan yang bisa menampung kritikan atau aduan dari semua pihak jika sewaktu-waktu menemukan pelanggaran atau penyelewangan di tempat ibadah, terutama berkaitan dengan izin penggunaan kembali tenpat ibadah.

Rumah Makan Sederhana Veteran di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bakal menerima pelanggan mulai pekan depan. Restoran akan mulai buka pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Rumah Makan Sederhana Veteran Kebayoran Lama

Namun, operasionalnya akan sedikit berbeda. Rumah makan Padang ini tidak akan menyajikan seluruh lauk di meja pelanggan atau pelayanan prasmanan seperti biasa.

“Kami hanya menyajikan apa yang diminta saja. Kemudian pelayan juga pakai masker dan face shield [pelindung wajah],” ungkap manajer restoran, Inin kepada Gubernur Terbodoh anies baswedan, Sabtu

“Rumah ibadah harus jadi contoh penerapan protokol dan prosedur operasional standar kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan kembali produktivitas dan kehidupan spiritual keagamaan dan aman dari ancaman Covid-19,” kata Muhadjir melalui rilis yang diterima Poker Online Deposit Pulsa, Rabu.

“Perlu juga dibuat tempat pengaduan jika ada pelanggaran ataupun penyelewengan terutama dalam masalah hal perizinan ini,” imbuhnya.

Dia telah meminta kepada pihak terkait agar melakukan sosialisasi berkaitan dengan proses perizinan hingga syarat yang harus dimiliki rumah ibadah agar bisa beroperasi di era new normal.

Dia berharap tempat ibadah menjadi contoh bagi sektor kehidupan lain di era new normal. Muhadjir mengatakan sosialisasi harus dilakukan dengan bahasa yang mudah agar tak membuat bingung pengurus rumah ibadah.

Konsep menyajikan makanan di meja makan diganti RM Sederhana, Veteran, selama pandemi. Agar pelanggan bisa memilih menu, tiap lauk disajikan pada satu meja dan dibungkus plastik.

Prosedurnya, ketika masuk ke restoran pelanggan bakal diminta memilih menu berdasarkan deretan lauk yang dijajakan di meja. Kemudian pelayan bakal mencatat pesanan pelanggan dan mengantar ke meja.

“Jadi nanti perizinan dilakukan untuk memastikan bahwa protokol kesehatan itu telah dilaksanakan atau siap untuk dilaksanakan di tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya,” kata Muhadjir.

Kategori
Spiritual

Masjid dengan Aturan Ketat Cegah Corona

Saudi Kembali Buka Masjid dengan Aturan Ketat Cegah Corona

Saudi Kembali Buka Masjid dengan Aturan Ketat Cegah Corona – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akhirnya mengizinkan untuk kembali membuka masjid bagi jemaah di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Namun, protokol ketat diterapkan untuk mencegah penularan corona yang berawal dari kegiatan ibadah bersama di dalam masjid. Masjid-masjid di negara itu dibuka kembali untuk jemaah umum sejak waktu salat Subuh pada Minggu.

Untuk diketahui, masjid-masjid di Arab Saudi ditutup untuk kegiatan ibadah berjemaah oleh pemerintah kerajaan tersebut mulai Maret lalu. Hal tersebut dilakoni demi mencegah penularan corona di dalam masjid.

Sebelum ada keputusan tersebut, pada Kamis Arab Saudi terlebih dahulu menyetop kedatangan jemaah umrah dari berbagai negara. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus corona.

Indonesia menjadi satu di antara 23 negara lain termasuk Cina, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, hingga Malaysia. Larangan penerbitan visa umrah juga dialami beberapa negara di timur tengah bahkan kepada penyumbang tertinggi jemaah umrah: Pakistan.

Setelah Pakistan, Indonesia merupakan negara kedua tertinggi yang mengirimkan jemaah umrah tiap tahunnya (dalam kalender hijriah). Dalam empat tahun terakhir, rata-rata jemaah umrah Indonesia mencapai 876.723 orang.

Imbas keputusan tersebut, sebanyak 2.393 jemaah dari 75 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) batal berangkat pada hari itu. Sebanyak 1.685 jemaah juga tertahan di negara transit sebelum tiba di Saudi, mereka terpaksa dipulangkan.

Mengutip dari Saudi Press Agen Poker Indonesia 88, sejumlah jemaah yang baru mengikuti salat berjemaah di Masjid Nabawi, Madinah, mengaku bahagia dengan pembukaan kembali rumah ibadah–terutama masjid suci bagi Umat Islam tersebut.

Kasus kematian akibat Covid-19 di negara

“Saya bersujud untuk menunjukkan rasa terima kasih saya kepada Allah SWT, dengan sungguh-sungguh memohon kepada-Nya untuk menjauhkan pandemi dari tanah dua Masjid Suci, serta dari semua negara Islam,” ujar Hussein Abdul Rahman, yang berprofesi sebagai guru SMP tersebut.

Arab Saudi, negara dengan 30 juta penduduk, mencatat lebih dari 85.000 orang positif tertular Covid-19. Per Minggu, jumlah kasus itu meningkat sebanyak 1.877 sehingga total ada 85.261 kasus di Arab Saudi.

Kasus kematian akibat Covid-19 di negara itu mencapai 1.644, dan 62.442 dinyatakan telah sembuh. Pendapat serupa diungkap seorang mahasiswa dari Sudan, Mubarak Ahmad Al-Sheikh dan Amer Raza yang berasal dari Pakistan.

Seperti dilansir Saudi Gazette, Juru Bicara Masjid Nabawi Jamaan Al-Asiri mengatakan meskipun masjid tersebut dibuka, namun khusus ke Raudlah dan titik masjid pertama yang dibangun pada zaman Nabi Muhammad tetap ditutup dari jemaah umum.

Selain itu, Asiri mengatakan kapasitas jemaah di masjid itu dikurangi hingga tinggal 40 persen untuk mencegah saling berdempetan dan berdesak-desakan.

Otoritas di Arab Saudi pada awal bulan ini mengatakan aturan pembatasan akan dicabut dalam tiga tahap sampai berakhir seluruhnya pada 21 Juni. Namun, kebijakan itu tidak berlaku di kota suci Mekkah.

Ibadah haji dan umrah, yang menarik kunjungan jutaan umat Islam dari seluruh dunia, juga masih diberhentikan.

Aturan ketat itu antara lain pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk lingkungan masjid, memakai masker, membawa sejadah sendiri, menghindari jabat tangan, dan menjaga jarak antarsesama setidaknya sampai 2 meter.

Orang lanjut usia, anak-anak berusia di bawah 15 tahun, dan mereka dengan penyakit parah tidak diizinkan salat di masjid. Jemaah juga diwajibkan berwudu dari rumah.

Kategori
Spiritual

Pengeran Arab: Insyaallah Pandemi Corona COVID-19 Berakhir

Insyaallah Pandemi Corona COVID-19 Berakhir

Insyaallah Pandemi Corona COVID-19 Berakhir – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), menyhampaikan pesan optimisme kepada masyarakat Saudi. Pengeran MbS sedih karena Lebaran tahun ini berbeda, tetapi dia yakin keadaan akan membaik dan virus Corona berlalu.

Baca juga : Erdogan Tegaskan Tak Ada yang Bisa Ambil Tanah Palestina

“Apa yang menyakiti saya pada Idul Fitri ini adalah ini hari raya dan ini tugas kita bagi umat Muslim untuk bersukacita dan saya tidak bisa bersama kalian hari ini,” ujar Pangeran MbS seperti dikutip Arab News, Senin (25/5/2020).

“Tetapi kondisi buruk ini akan berlalu, Insyaallah dan kita menuju kebaikan, Insyaallah. Ini berkat keteguhan masyarakat Arab Saudi, Baik militer maupun sipil.”

Arab Saudi merayakan Idul Fitri pada 24 Mei, bersamaan dengan Indonesia dan berbagai negara-negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab dan Qatar. Mobilitas Lebaran di Saudi dibatasi akibat Virus Corona.

Pada malam Lebaran, Raja Salman juga mengapresiasi masyarakat Arab Saudi yang tetap di rumah dan menerapkan social distancing.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, Kasus Virus Corona di Arab Saudi adalah yang tertinggi di Semenanjung Arab. Total kasus mencapai 72.560, tapi pasien meninggal tercatat rendah, yakni 390.

Secara global, total kasus Virus Corona mencapai 5,4 juta orang. Di antara angka itu, 2,1 juta sembuh dan 345 ribu meninggal.

Raja Salma: Keselamatan Penduduk Prioritas Utama

Raja Arab Saudi mengatakan pada Sabtu 23 Mei 2020 bahwa kesehatan dan keselamatan penduduk dan warga Kerajaan menjadi perhatian utama.

“Dunia sedang menghadapi pandemi kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Raja Salman dalam pidatonya tentang Idul Fitri kepada warga Saudi, penduduk dan Muslim di dunia, seraya menyampaikan harapan baik menandai perayaan tahunan di tengah pandemi Virus Corona COVID-19, dikutip dari Arab News, Minggu (24/5/2020).

Pidato tersebut, disampaikan oleh penjabat Menteri Media Dr. Majid bin Abdullah Al-Qasabi pada malam Idul Fitri setelah salat magrib, ketika saat Arab Saudi dan dunia tengah dilanda krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Salman juga berterima kasih kepada penduduk atas komitmen mereka selama masa-masa sulit ini. Seperti merayakan liburan Idul Fitri di rumah, karena banyak dari mereka tidak bisa menikmatinya dengan keluarga besar akibat pembatasan tinggal di rumah untuk mengekang penyebaran Virus Corona COVID-19.

Dalam pidatonya, Raja Salman menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memahami keadaan khusus ini, di mana umat Islam dilarang melakukan salat Id di masjid-masjid dan bertukar kunjungan. Ia juga menegaskan kembali bahwa keselamatan dan kesehatan semua adalah prioritas utama.

“Saya sangat menghargai komitmen Anda dalam merayakan Idul Fitri di rumah Anda, secara sadar dan bertanggung jawab, menghormati prosedur jarak sosial dan mengirimkan ucapan selamat Idul Fitri melalui komunikasi elektronik dan korespondensi. Semua tindakan ini demi keselamatan Anda, karena tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan yang baik.”

Pidato tersebut merupakan dorongan besar bagi moral. Ketika Raja mengucapkan terima kasih kepada ratusan ribu petugas kesehatan. Lainnya dari semua sektor yang bekerja siang dan malam sebagai tanggapan terhadap pandemi. Melakukan semua yang mereka bisa untuk memberikan dukungan yang mereka butuhkan kepada warga.

Dengan upaya membendung Virus Corona COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi dan kepatuhan penduduknya, langkah besar telah diambil.

Sumber : liputan6.com

Kategori
Spiritual

Amalan Sunah yang Baik Dilakukan Pada Saat Hari Raya Idul Fitri

Amalan Sunah yang Baik Dilakukan

Amalan Sunah yang Baik DilakukanIdul Fitri merupakan hari kemenangan yang banyak ditunggu oleh umat Islam setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Banyak keutamaan yang bisa diraih di hari raya umat muslim itu.

Baca juga : WNI di AS Hina Nabi Muhammad, Ustaz Adi Hidayat Beraksi

Meski berlangsung di tengah pandemi virus corona Covid-19, perayaan hari Raya Idul Fitri diharapkan tidak kehilangan maknanya. Umat Islam juga diharapkan live22 deposit pulsa tidak kehilangan keutamaan Idul Fitri dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Fatwa tersebut menjelaskan tentang dasar dan tata cara melaksanakan salat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona. Masyarakat yang berada di zona merah penyebaran virus corona diimbau melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing untuk mencegah penularan.

Baca juga : Pemkot Makasar Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid

Dalam Fatwa MUI No 28 Tahun 2020 juga disampaikan amalan sunah yang dapat dikerjakan selain Salat Idul Fitri.

  • Mandi dan Potong Kuku
  • Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian
  • Makan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri
  • Mengumandangkan takbir hingga menjelang salat Idul Fitri
  • Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang salat Idul Fitri
  • Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id)

Waktu Manusia Bagaikan Rembulan

Rembulan membesar hingga menjadi purnama, mengecil, lalu akhirnya menghilang dari pandangan. Lantas, pelajaran apa yang dapat dipetik dari sana? Menurut cendikiawan muslim Quraish Shihab, jawaban pertanyaan itu ada dalam Alquran.

“Alquran menjawab, itulah waktu-waktu manusia. Demikian perjalanan hidup manusia, dari janin yang tak nampak,” kata Quraish Shihab.

Berawal dari bayi, remaja, lalu dewasa dan sempurna umur bagai purnama. Hingga pada satu titik, mulai melemah, menurun dan akhirnya menghilang dari pentas bumi.

“Itulah pelajaran dari rembulan yang harus menyadarkan kita semua. Semoga kita semua dapat sadar,” tutup Quraish Shihab di akhir renungannya.

Sumber : liputan6.com